Kejutan HUT 44

Salam Sejahtera,

Beberapa saat sebelum hari H, semalam kurenungkan bagaimana hidupku kemaren2; ada banyak lika-liku, krikil dan arus kuat sebagai tantangan.. namun ada juga hangatnya mentari, sejuknya udara dan sukacita bahagia sebagai penyeimbang dan semangat yang mendorong untuk senantiasa mensyukuri semua keadaan dan menggantungkan diri sepenuhnya kepada anugerah Tuhan Yesus.

Hmm tumben, semalam MyKids dan MyCin tidur lebih cepat tanpa ada kejutan.. hmm mungkin karena anak-anak kelelahan setelah beraktifitas seharian dan MyCin masih masa pemulihan dari operasinya 2 minggu yang lalu. Biasanya setelah masuk kamar MyKids dan MyCin membuat kejutan yang cukup riuh ditengah malam.

Namun pagi ini.. awalnya sih biasa aja dimana karena anak-anak masih tidur maka bersama MyCin kami sarapan bersama.. gak ada sama sekali ‘arahan-arahan’ akan ada kejutan. Setelah sarapan dan mandi.. kudengar ada sedikut keriuhan di tuang tamu dan ternyata MyKids dengan wajah baru bangun tidur dan MyCin sudah kumpul lengkap dengan lilin-kue ulang tahun dan bernyanyi “Happy Birthday Payank”. Setelah itu berdoa make a wish, tiup lilin, kuucapkan terima kasih untuk semua dan kucium kepalanya satu persatu.
Kejutan pertama di 30 Desember 2016, semoga ada kejutan lanjutan disepanjang hari ini.

Kubersyukur untuk kebaikan Tuhan; baik duka-suka, sakit-sehat, kekurangan-berkelebihan dan segala yang kurasakan. Terima kasih untuk keluarga dan handai taulan yang mengasihi dan memperhatikanku. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua. Imanuel. Soli Deo Gloria.

Selamat 38 Tahun Pelayanan GKAI

Terpujilah Tuhan Yesus Kristus, Gembala Agung pelayanan GEREJA KRISTEN ALKITAB INDONESIA… atas kasih dan anugerahNya yang melimpahi pelayan-pelayanNya; baik Pendeta, Gembala Sidang, Penginjil, Majelis Jemaat dan seluruh Jemaat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, hari ini kami memperingati dan merayakan 38 Tahun pelayanan GKAI.

Hingga saat ini, menurut catatan Bidang Organisasi, pelayanan GKAI membangun 450 Jemaat lokal yang tersebar di 24 provinsi.

Kiranya pelayanan GKAI di masa yang akan makin berkembang dengan bertambahnya Jemaat lokal, jiwa-jiwa baru yang dimenangkan bagi Kristus dan setiap jemaat menikmati kedewasaan hidup melalui setiap firman Tuhan yang ditaburkan melalui hamba-hambaNya di setiap bentuk ibadah dan pembinaan jemaat. Memenuhi Amanat Agung Matius 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Ya Tuhan Yesus, tolonglah kami hamba-hambaMu (pelayan dan jemaat) untuk terus setia dalam panggilan hidup yang Tuhan kerjakan melalui kami. Amin

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Roma 11:26

Sumpit keharmonisan

🔥💥🔥
🎎 Sumpit Keharmonisan Rumah Tangga 🚿

1. Sumpit harus sepasang ( Suami istri bekerja sama saling mendukung ).

2. Sumpit harus sama panjang ( saling menghormati).

3. Yang satu bergerak, yang satu diam ( saling melengkapi ).

4. Apapun rasanya, selalu diambil bersama ( beban dipikul bersama).

5. Sumpit terbuat dari bahan yang sama ( banyak persamaan dan keseimbangan ).

6. Sumpit adalah Kesetiaan, warisan leluhur.

7. Sumpit adalah Kesederhanaan ( bentuknya sederhana ).

8. Sumpit adalah Anti Keserakahan ( mengambil makanan sedikit saja ).

9. Sumpit adalah Anti Kekerasan ( bahan dari kayu ).

10. Sumpit adalah Kesadaran Keterbatasan ( bisa makan isi tdk bisa makan kuahnya ).

11. Sumpit adalah Keterikatan ( krn sepasang, harus kerja sama ).

Dalam hidup berumah tangga harus menciptakan keseimbangan seperti sumpit bergerak selaras dan harmonis mengambil makanan yang lezat
sehingga dalam kehidupan berumah tangga akan dilimpahi rejeki yang berlimpah dan penuh kebahagiaan 💑🌷👍🙏

Kaya yang seperti apa ?

Renungan FT @Pos Pelayanan Mawar
Nats Lukas 12:16-21

Orang hiduo untuk menjadi kaya, namun kaya yang seperti apa?
1. Pengagungan kepada Material (kaya materi)
Setiap kita mendapatkan mandat untuk bekerja dan mencukupkan kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Tidak ada salahnya dalam kita bekerja keras hingga memiliki jam kerja lebih banyak dari rekan lainnya dan tentu dengan hasil kerja optimal sesuai. Namun ay.16-18; kekayaan dan kelimpahan gandum serta barang-barangnya… bisa dan sangat mungkin mengalihkan tujuan hidup kita. Zaman sekarang banyak orang terjebak bahwa “material” menguasai bahkan mengendalikan hidup banyak orang.
Namun bagi Orang Percaya, apakah material adalah segala-galanya.

2. Pengagungan kepada Diri Sendiri (kaya ego)
Media elektronik banyak sekali menawarkan produk-produknya yang “mengarahkan” pemirsanya untuk menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian orang-orang sekitarnya.
Juga menawarkan produk yang menawarkan pemuasan batin serta jiwa melalui gaya hidup yang hedonis, party, … hidup hanya 1 kali maka nikmatilah.
Namun bagi Orang Percaya.. apakah yang dapat memuaskan jiwamu ?

3. Ay.20 mengingatkan kita dengan keras bahwa hal-hal diatas sangat singkat waktunya, hanya sebatas hidip di dunia yang fana ini dan sewaktu-waktu dapat hilang/diambil daripadamu.

4. Ay.21 “Kaya dihadapan Allah” merupakan tujuan termulia dan kekal yang harus bertumbuh dan mendorong setiap Orang Percaya memperjuangkannya sepanjang hidup.
a. Kaya dalam hidup yang diisi dan dikendalikan Tuhan Yesus.. (HPDT) hubungan pribadi yang makin kuat melalui doa, pembacaan Alkitab, persekutuan orang percaya. Kehidupan rohani yang terus menerus diperbaharui.
b. Kaya dalam hidup yang memberi dan berbagi dengan sesama.. baik dalam pelayanan di gerejaNya dan juga di masyarakat sekitarnya.

Tuhan Yesus memberkati

Dilukis Pada Telapak Tangan Allah

Yesaya 49 : 16a – Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku

Pada ayat ini terdapat beberapa kata yang kesemuanya memiliki arti, dan mari membahas satu persatu kata yang terdapat pada ayat ini.

  1. Lihat
    Ini adalah sebuah kata yang menuntut adanya perhatian yang serius dari orang yang mendengarnya, seperti :

    • Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1 : 29)
    • Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru (Wahyu 21 : 5)
    • Lihatlah Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia (Wahyu 1 : 7)
  2. Aku
    Siapakah yang mengambil peran aktif pada kalimat ini? jawabannya adalah “Aku” yaitu Tuhan sendiri yang berinisiatif untuk melakukan sesuatu (melukis). Demikian kita tahu bahwa Tuhan sangat berminat untuk melakukan suatu hal baik bagi umat-Nya.
  3. Telah
    Kate “Telah” (past tense), menunjukkan suatu kejadian yang sudah lampau, atau sudah terjadi. Hal ini menyatakan kepada kita kasih setia Tuhan yang luar biasa yang telah memilih kita menjadi anak-Nya.

    • Seperti firman Tuhan dalam Yohanes 15 : 16 sbb – Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.
    • Demikian juga rasul Paulus – Sebab di dalam Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. (Efesus 1 : 4)
  4. Melukiskan
    Di dalam bahasa Ibrani, sebenarnya bukan melukiskan tetapi “mengukirkan”. Untuk mengukir dibutuhkan alat yang keras dan ini merupakan suatu proses yang menyakitkan pada bahan yang pahat/diukir tersebut. Pada zaman dahulu memang ada sebuah tradisi dimana seseorang mengukir nama orang yang dikasihinya pada telapak tangannya sebagai bukti cintanya yang besar. Proses pengukiran yang menyakitkan dapat kita lihat di kayu salib Golgota, dimana Anak Allah yaitu Tuhan Yesus sendiri menderita sengsara, mencucurkan darah-Nya bahkan mati untuk menebus dosa-dosa kita sekalian.
  5. Engkau
    Kata ini merupakan sebuah kata yang bersifat sangat pribadi. Bukan hanya nama, tetapi diri kita (dikatakan : engkau). Wajah kita ada di hadapan Tuhan. Alangkah luar biasanya peneguhan Tuhan, Ia mengenal kita utuh sebagai pribadi yang dikasihinya.
  6. Di telapak tangan-Ku
    Digunakan adalah bahasa yang menggambarkan Allah memiliki tangan. Kata ini dipakai untuk mempermudah komunikasi atau pemahaman pembacanya. Telapak tangan adalah bagian tubuh manusia yang sangat sensitif dan pasti terlihat.

Pelajaran Penting Dari Ayat Ini
Dari Yesaya 49 : 16 ini kita mendapatkan kenyataan bahwa Tuhan sangat mengasihi dan menghargai kita. Yesaya 43 : 4 dengan sangat jelas menyatakan – Oleh karena engkau berharga dimata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau…..Dahsyat! Ya, Amin, karena kita semua adalah anak-anak Tuhan yang berharga di mata Tuhan, maka Ia melukiskan diri kita di telapak tangan-Nya

Ada Dua Alasan Mengapa Allah Begitu Mengasihi Kita

  1. Karena kita diciptakan sebagai gambar dan rupa Allah
    Manusia adalah ” The Crown of Creation“. Tak ada yang seperti manusia di atas muka bumi ini. Pengkhotbah 3 : 11 menyatakan bahwa di dalam diri manusia ada unsur “kekal” yang membedakannya dengan dunia flora dan fauna.
  2. Karena ada harga yang telah dibayar lunas untuk keselamatan kita
    Kita sudah dibeli dengan harga yang mahal, bukan oleh emas atau perak, tetapi oleh darah Yesus yang teramat sangat mahal (I Petrus 1 : 18, 19). Oleh karena kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah dan ditebus oleh darah Yesus yang teramat sangat mahal, nilai kita melebihi harta seluruh dunia (Markus 8 : 36)

Berkat Buat Kita Dari Ayat Ini

  • Mendapat penghiburan yang pasti yaitu – Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. (Ibrani 13 : 5, Matius 28 : 20)
  • Mendapat kekuatan rohani yang mantap sebab tahu dan mengerti tak ada satu apapun di dunia ini yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (Roma 8 : 28 – 39)
  • Belajar untuk menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan sebab Ia memang benar-benar peduli kepada kita (I Petrus 5 : 7)

Materi Katekisasi Baptis Air – Baptisan

BAPTISAN [Roma 6:1-14]

Pendahuluan : Bagaimana kita dapat mengaku Yesus di depan manusia, dunia tahu bahwa kita adalah milik Yesus ? Perintah Tuhan Yesus (Matius 28:19) yaitu untuk dibaptis.

Apakah artinya pembaptisan?

  1. Baptisan melambangkan kematian dan kebangkitan Yesus (3-4)

Arti istilah baptisan adalah untuk mengakui kepercayaan bahwa Yesus telah mati, dikuburkan dan bangkit untuk memberi keselamatan. Itulah kesaksian bahwa kita percaya kepada Yesus yang menyelamatkan.

 

  1. Baptisan melambangkan bahwa kita telah mati bersama Kristus (6-7)

Saat dibaptiskan dengan air, kita memberi kesaksian bahwa kita telah mati kepada dosa kita bersama dengan Yesus Kristus.

Menurut ay.6, baptisan adalah pengakuan bahwa kita tahu:

  1. Manusia lama kita telah disalibkan.
  2. Tubuh dosa kita telah kehilangan kuasa
  3. Kita tidak lagi diperhamba oleh dosa
  4. Kita telah bebas dari dosa.

 

  1. Baptisan melambangkan bahwa kita bangkit kepada hidup baru (4-5, 6-8)

Inilah kesaksian kita setelah dibaptis dengan air di dalam upacara baptisan:

  1. Kita bangkit kepada hidup baru didlam Kristus
  2. Maut tidak lagi berkuasa atas kita
  3. Hidup kita adalah kehidupan bagi Allah

 

  1. Baptisan adalah taat kepada Kristus dan menegaskan pengalaman sendiri

Baptisan tidak dapat menyelamatkan. Kita selamat karena kita beriman kepada Kristus. Baptisan adalah sesuatu yang dilaksanakan oleh seseorang setelah ia percaya kepada Yesus.

 

  1. Baptisan mengakui bahwa hidup kita diserahkan kepada Allah (12-14)

Selama hidup kita mengalami pertentangan diantara 2 tabiat, yaitu tabiat jasmani (tubuh duniawi) dan tabiat rohani yang kita terima bila menjadi orang Kristen. Untuk dapat menang atas pertentangan tersebut maka kita harus menyerahkan diri kepada Allah. Seseorang yang dibaptis di muka umum mengakui kelemahan diri sendiri dan menyerahkan hidupnya kepada Allah.

 

  1. Baptisan memberi kesaksian kepada orang-orang lain

Yesus memerintahkan kita untuk mengakui Dia dihadapan manusia. Baptisan adalah cara Alkitabiah kita memberi kesaksian kepada orang lain.

 

  1. Baptisan menyamakan diri dengan umat Kristen dan jemaat setempat

Pengalaman bertobat dari dosa, meninggalkan dosa dan percaya kepada yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Terikat menjadi satu sebagai anggota tubuh Kristus di dalam persekutuan jemaat setempat.

Materi Katekisasi Baptis Air – Keselamatan

KESELAMATAN

Pendahuluan :  Manusia diciptakan untuk bersekutu dengan Allah dan sebenarnya Allah mengasihi manusia, tetapi Allah tidak mau bersekutu dengan dosa manusia.

  1. Allah mengasihi manusia.

Allah mengasihi manusia dan mempunyai suatu rencana yang indah baginya. Itulah sebabnya manusia diciptakan dan ditempatkan di taman Eden agar dapat selalu bersekutu dengan Allah. Saat itu manusia belum berdosa.

  1. Dosa memisahkan manusia dari Allah.

Roma 3:23 (Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah); Roma 6:23 (Upah dosa ialah maut); Ibrani 9:27 (Manusia mati lalu dihakimi); Wahyu 21:8 (di dalam lautan api yang menyala-nyala)

  1. Usaha manusia sia-sia.

Manusia berusaha mencari Allah dan jaminan kehidupan yang penuh kebahagiaan bersama Allah di Sorga kelak melalui amal, hidup baik, ddl namun gagal disebabkan oleh dosa.

Itulah sebabnya keselamatan bukan usaha manusia, keselamatan adalah anugerah/pemberian Allah (Efesus 2:8-9)

  1. Allah menyediakan satu-satunya jalan keselamatan

Yesus Kristus ditentukan Allah menjadi satu-satunya jalan untuk pengampunan dosa manusia (1 Korintus 15:3-4; Yohanes 14:6)

  1. Hanya dengan percaya dan meneria Tuhan Yesus maka manusia dilepaskan dari hukuman dosa.

Yohanes 5: 24 (Mendengar dan percaya); Yohanes 1:12 (Menjadi anak-anak Allah dan mendapat hidup yang kekal)

  1. Keadaan saudara sekarang
  • Tidak turut dihukum (masa depan)
  • Sudah pindah dari dalam maut ked dalam hidup (masa lalu)
  • Mempunyai hidup kekal (Sekarang)