MENGAPA ORANG MENIKAH

Mengapa orang menikah ?

Karena mereka jatuh cinta.

Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ?

Apakah karena jatuh cinta ?

Bukan ….

 

Tapi karena mereka terus bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa .

Tapi bangun cinta itu susah sekali , perlu waktu seumur hidup…

Mengapa jatuh cinta gampang ?

Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita.

Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi.

Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap…

Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta. Jatuh cinta dalam keadaan menyukai.

Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel.

Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan ber-sama2 mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg2, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah sex..

 

Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.

Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan.

Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut , mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka.

Apakah kondisi ini bisa diperbaiki .. ?

Tentu saja bisa, saat masing2 mengingat KOMITMEN awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan … ?

Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya , porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa , menopang , setia , mendengarkan , memahami , mengalah dan bertanggung jawab .

Mau punya teman hidup … ?

Jatuh cintalah ….

Tetapi sesudah itu …  bangunlah cinta …

 

Jagalah KOMITMEN awal .

  1. KETIKA AKAN MENIKAH. Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak2x kita. Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak2x kita.
  2. KETIKA MELAMAR. Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tapi meminta kepada TUHAN melalui wali si gadis.
  3. KETIKA MENIKAH. Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN.
  4. KETIKA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA. Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak & duri.
  5. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG. Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.
  6. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK. Jangan bagi cinta anda kepada suami/isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami Anda 100% & cintai anak2x Anda masing2x 100%.
  7. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI. Boleh bermanja2x kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.
  8. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI. Tetaplah berjalan dengan gemulai & lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
  9. KETIKA MENDIDIK ANAK. Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.
  10. KETIKA ANAK BERMASALAH. Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.
  11. KETIKA ADA ‘PIL / Pria Idaman Lain. Jangan diminum , cukuplah suami sebagai obat.
  12. KETIKA ADA ‘WIL / Wanita Idaman Lain. Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.
  13. KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA. Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.
  14. KETIKA INGIN LANGGENG & HARMONIS GUNAKANLAH FORMULA 7 K
         1.Ketakutan akan Tuhan
         2.Kasih sayang
         3.Kesetiaan
         4.Komunikasi dialogis
         5.Keterbukaan
         6.Kejujuran
         7.Kesabaran

 

Meski kita telah menikah dengan orang yang benar (tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru.

Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan.

Pernikahan bukanlah tanaman bunga mekar harum semerbak yang sudah jadi. Pernikahan adalah lahan kosong yang harus kita garap bersama-sama.

Tidak cukup hanya dengan memilih dan menikah dengan orang yang tepat, tetapi jadilah pasangan yang TEPAT, yang memperlakukan pasangan kita dengan TEPAT pula.

Kita juga harus yakin kalau kita tidak salah memilih pasangan hidup. Kalau TUHAN sudah mengizinkan pernikahan itu terjadi, maka itu berarti IA mempercayakan tanggung jawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan kita.

Berbuatlah sesuai dengan apa yang telah engkau janjikan di hadapan TUHAN dan Imam, untuk tetap setia dan saling mengasihi dalam segala keadaan.

MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI ” CARA ” KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN.

Manusia cenderung lebih pintar menilai orang lain daripada memeriksa diri sendiri,

Padahal, ketika satu jari menunjuk kepada orang lain, empat jari yang lain mengarah ke diri sendiri.

Jangan suka menghakimi tetapi baiklah kita saling mengasihi.

Pernikahan adalah tiket 1x jalan, jadi pastikan bersama pasangan kita menuju tempat yang lebih baik dari saat ini.

Pernikahan adalah tempat dimana kita dituntut menjadi dewasa & salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab.

Pernikahan bukan masalah feeling suka tidak suka, tapi tentang komitmen.

Masalah dalam pernikahan biasanya karena kita tidak memahami perbedaan pria & wanita.

Jangan tuntut pasangan untuk berubah, kitalah yang harus berubah lebih dulu.

Ingat !!  Better me = Better we.

 

☻ 3 kesalahan umum ☻yang sering dilakukan suami :

  1. Tidak perhatikan perasaan istri. Laki lebih pakai logika , wanita pakai feeling.
  2. Lebih fokus memikirkan solusi daripada mendengar. Wanita biasanya ingin didengarkan, dia ingin suami merasakan apa yang dia rasakan.
  3. Seringkali setelah bicara, suami pergi tanpa beri kepastian / jawaban.

 

☻ 3 kesalahan umum ☻yang sering dilakukan istri :

  1. Memberi petunjuk tanpa diminta. Mungkin bagi istri menunjukan perhatian , tapi bagi suami merasa dikontrol.
  2. Mengeluhkan suami d¡ hadapan orang lain.
  3. Mencoba membenarkan pada saat suami melakukan kesalahan. (istri merasa lebih benar)

 

Selama berumah tangga, milikiLah komitmen2x ini :

  1. Komitmen untuk tetap berpacaran.
  2. Komitmen memiliki sexual intimacy regularly.
  3. Komitmen untuk saling membantu (jangan mengkritik pasangan).
  4. Komitmen untuk punya romantic get away (liburan berdua)
  5. Komitmen berkomunikasi dengan jelas (saling cerita, terbuka, jangan biasakan bilang tidak dapat apa2x bila ada apa2x, pasangan kita bukan dukun)
  6. Komitmen untuk bicara hal yang baik tentang pasangan (puji pasangan)
  7. Komitmen untuk jadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. (Fisik yang sehat adalah kado buat pasangan)
  8. Komitmen untuk mudah mengampuni pasangan.
  9. Komitmen untuk bergandengan dan berpelukan.
  10. Komitmen untuk h¡dυp dalam kebenaran.

 

10 Hukum Pernikahan Bahagia:

  1. Jangan marah pada waktu yang bersamaan.
  2. Jangan berteriak pada waktu yang bersamaan.
  3. Jikalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang.
  4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih.
  5. Lupakanlah kesalahan masa lalu.
  6. Boleh lupakan yang lain tapi jangan lupakan Tuhan dan pasangan Anda.
  7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam.
  8. Seringlah memberi pujian pada pasangan Anda.
  9. Bersedia mengakui kesalahan.
  10. Dalam pertengkaran yang paling banyak bicara,dialah yang salah.

 

Pernikahan yang bahagia membutuhkan jatuh cinta berulang-ulang dengan pasangan yang sama.

Kidung Agung 8:7 “Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta.Sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya.Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.”

Konfliks dan perselisihan menggerus cinta perlahan-lahan seperti abrasi mengikis pantai.

Waktu atas sebuah pernikahan membuat cinta menjadi pudar, padahal asal muasal cinta begitu kuat tak terpadamkan, cinta sejati tidak bisa dibayar dengan harta benda.

Bangun pagi ini katakan kepada pasangan kita ” I LOVE YOU ” biarlah ini menjadi pupuk yang akan menyuburkan kembali cinta kepada pasangan kita.

Tujuan pernikahan bukanlah berpikiran sama, tetapi berpikir bersama.

Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Kenapa kita disatukan dengan pasangan kita, agar kita saling melengkapi.

Pasangan yang tepat adalah yang dapat melengkapi kekurangan kita, bukan yang sama seperti kita.

Ketahuilah! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menemukan pasangan yang memiliki pikiran yang sama.

Ketika kita bangun pagi ini pandang pasangan kita lalu katakan “saya membutuhkan kamu tanpa kamu hidup jadi tidak sempurna”

Lalu mulailah merangkai perbedaan perbedaan dengan pasangan kita agar menjadi satu sehingga menjadi suatu kekuatan yang luar biasa.

Percayalah ! Mulai saat ini keluarga kita menjadi keluarga yang diberkati Tuhan

 

Sekolah Minggu

Fwd dari Sahabat.

SEKOLAH MINGGU PERTAMA DI DUNIA DIMULAI OLEH ROBERT RAIKES
Ny. Meredith tidak sanggup menanganinya. Atas permintaan seorang editor surat kabar yang baik, Robert Raikes, ia menerima segerombolan anak jalanan ke dapur rumahnya di Sooty Alley. Raikes bahkan membayar Ny. Meredih satu shilling setiap hari Minggu untuk mengajar anak-anak yang berpakaian compang-camping ini membaca Alkitab dan mengulanginya di luar kepala. Tetapi anak-anak ini luar biasa bandel. Terkungkung di sebuah pabrik yang basah dan gelap di Gloucester, Inggris, selama enam hari dalam satu Minggu, mereka hyanya dapat kesempatan bergembira ria pada hari Minggu itulah mereka menjadi liar. Setiap Minggu para petani dan pemilik toko merasa takut pada kenakalan anak-anak ini. Robert Raikes berharap bahwa “Sekolah Minggu” ini akan mengubah hidup mereka, namun mereka membawa kebiasaaan mereka yang menjijikan dan mengerikan itu ke dapur Ny. Meredith
Raikes tidak membiarkan niatnya pupus. Ia memindahkan sekolah Minggunya ke dapur Ny. King tempat May Critchley mengajar mereka dari pukul sepuluh sampai pukul dua belas siang dan dari pukul satu sampai dengan pukul lima petang hari. Ia menghendaki anak-anak hadir setelah tangan dicuci dan rambut disisir. Dalam waktu yang singkat anak-anak itu mau belajar. Tidak lama kemudian terkumpul sembilan puluh anak menghadiri sekolah Minggu pada setiap hari Minggu. Perlahan-lahan mereka belajar membaca.
Hal ini bukanlah upaya pertama Raikes bagi pembaruan masyarakat. Sebagai seorang editor Gloucester Journal yang berpikiran liberal, ia sangat sadar akan roda kemiskinan dan kriminalitas. Orang-orang yang tidak membayar utang dipenjarahkan, dan bila mereka keluar tidak ada kehidupan bagi mereka. Maka mereka terdorong berbuat kejahatan. Selama bertahun-tahun Raikes berupaya bekerja bersama mantan napi, untuk membantu mereka agar tidak berbuat kejahatan, namun sia-sia.
“Dunia bergerak di atas kaki anak-anak kecil.” Kalima yang berasal dari Raikes itu mengungkapkan pemikiran sekolah Minggu ini. Para orang dewasa telah berjalan terlalu jauh, tetapi anak-anak baru memulainya.
Masalah yang dihadapinya adalah ketidaktahuan. Anak-anak- anak (dari keluarga) kurang mampu tidak pernah mendapat kesempatan pergi ke sekolah – mereka harus bekerja untuk membantu keluarga mereka. Akibatnya mereka tidak dapat beranjak dari kemiskinan. Namun, jika mereka dapat belajar pelajaran dasarnya – membaca, menulis, berhitung dan moralitas Alkitabiah – pada hari libur satu harinya, suatu saat mungkin mereka akan mengubah semuanya itu.
Jadi, eksperimen itu berasal dari Sooty Alley. Lambat- laum ide ini bertumbuh. Pada tahun 1783, dengan kepercayaan diri bahwa eksperimennya telah berhasil, Raikes mulai mengumumkannya dalam hariannya. Dengan hati-hati ia melaporkan alasan dan hasilnya. Ide tersebut menjadi populer.
Orang-orang Kristen yang terpandang mendukung ide tersebut. John Wesley menyukainya, dan kelompok Wesley pun mulai melakukannya. Penulis populer, Hannah More, mengajar agama dan memintah pada gadis-gadis di Cheddar. Seorang pedagang dari London William Fox pernah meyumbangkan ide serupa, namun memutuskan menunjang proyek Raikes. Pada tahun 1785, Fox mendirikan perkumpulan untuk menunjang dan mendukung banyak sekolah Minggu di berbagai kawasan di Inggris.
Ratu Charlotte pun membenarkan sekolah Minggu tersebut. Ia memanggil Raikes untuk mendengar hal itu dan kemudian dia mengizinkan namanya dipakai untuk upaya pengumpulan dana yang dilaksanakan Fox
Kemasyuran membawa pertentangan juga dari para konservatif yang takut akan terganggunya hari Sabat oleh para pedagang, yang khawatir akan kehilangan bisnis para hari Minggu. Ada beberapa teman Raikes yang mengejeknya “Bobby Wild Goose (pengejar sesuatu yang tidak mungkin tercapai) dan Resimen Gembelnya”
Namun, hingga tahun 1787, ada seperempat juta anak menghadiri sekolah Minggu di Inggris. Lima puluh tahun kemudian, ada 1,5 juta anak diseluruh dunia yang dididik oleh 160.000 tenaga pengajar. Yang menggembirakan ialah perkembangan Manchester pada tahun 1835. Sekolah Minggu tersebut terdiri 120 tenaga pengajar, yang 117 diantara mereka adalah mantan murid-murid sekolah-sekolah Minggu itu sendiri.
Dua perubahan besar telah terjadi pada tahun-tahun berikutnya. Pada awalnya, guru-guru di sana di bayar, tapi lambat laum hal itu telah menjadi aktivitas sukarela. Pada awalnya kurikulum terdiri dari membaca, menulis dan berhitung dengan – Alkitab dipakai sebagai teks yang tersedia. Ketika Sekolah Minggu mendapat dana yang lumayan, mereka dapat mengadakan buku-buku teks lain. Tetapi, ketika pendidikan umum berkembang, sekolah-sekolah Minggu memusatkan perhatiannya pada pelajaran Alkitab saja.
Gerakan sekolah Minggu merupakan fenomena besar di Inggris dan Amerika, dengan implikasi religius maupun sekular. Hal ini terjadi di tengah-tengah kebangkitan rohani yang membalikkan Gereja dari kelesuan dan mungkin juga dapat menyelamatkan Inggris dari bencana revolusi yang dasyat. Perlahan-lahan, orang-orang Kristen yang kaya mulai sadar akan tanggung jawab mereka terhadap kaum miskin. Gerakan sekolah Minggu telah menanamkan benih pendidikan umum dan merevolusi pendidikan agama, khususnya ketika menghidupkan pencetakan materi- materi agama. Pada akhir tahun 1800-an, gerakan sekolah Minggu memberikan Gereja puluhan kidung baru.
Hasil paling besar adalah anak-anak muda yang tak terhitung jumlahnya, yang telah tergerak oleh interaksi sederhana dan pendidikan sekolah Minggu.
Selamat Melayani, Tuhan Memberkti…..

Kemartiran Policarpus

FYI Dari Rekan

KEMARTIRAN POLIKARPUS MURID RASUL YOHANES (156)
Keadaan sangat memanas. Polisi Smyrna sedang memburu Polikarpus, uskup yang disegani di kota itu. Para polisi itu sudah mengutus orang-orang Kristen lainnya untuk dibunuh di arena, kini mereka menghendaki sang pemimpin. Polikaspus sudah meninggalkan kota itu dan bersembunyi di sebuah ladang milik teman-temannya. Bila pasukan mulai menyergap, ia pun melarikan diri ke ladang lain. Meskipun hamba Tuhan ini tidak takut mati, dan memilih berdiam di dokta, teman-temannya mendorong bersembunyi. Mungkin karena mereka takut kalau-kalau kematiannya akan memengaruhi ketegaran gereja. Jika itu alasnya, maka mereka salah tafsir.
Ketika polisi mendatangi ladang pertama, maka mereka menyiksa seorang budak untuk mencari tahu tentang Polikarpus. Kemudian mereka menyerbu dengan senjata lengkap unruk menagkap uskup itu. Meskipus ada kesempatan lari, Polikaspus memilih tinggal di tempat, dengan tekad, “Kehendak Allah pasti terjadi.” Di luar dugaan, ia menerima mereka seperti tamu, memberi mereka makan dan meminta izin selama satu jam untuk berdoa. Ia berdoa dua jam lamanya.
Beberapa penangkap merasa sedih menangkap orang tua yang begitu baik. Dalam perjalanannya kembali ke Smyrna, kepala polisi yang memimpin pasukan itu berkata, “Apa salahnya menyebut ‘Lord Caesar’ (Tuhan Kaisar) dan mempersembahkan bakaran kemenyan?” Dengan tenang Polikarpus mengatakan bahwa ia tidak akan melakukannya.
Para pejabat Romawi yakin bahwa roh kaisar, ilahi adanya. Bagi orang Romawi pada umumnya dengan sejumlah dewa, menyembah kaisar bukanlah masalah. Mereka melihat itu sebagai loyalitas kebangsaan. Namun orang-orang Kristen tahu bahwa itu adalah penyembahan berhala. Karena orang-orang Kristen menilak menyembah kaisar dan dewa-dewa Romawi, tetapi memuja Kristus memuja Kristus secara sembunyi-sembunyi di rumah masing-masing, mereka dianggap orang kafir. Orang-orang Smyrna memburuh orang-orang Kristen dengan pekikan, “Enyalah orang-orang kafir.” Karena mereka tahu bahwa orang-orang Kristen tidak pernah berperan serta dalam berbagai perayaan mereka yang memuja bermacam-macam dewa dan karena tidak pernah mempersembahkan korban, maka mereka menyerang kelompok yang mereka anggap tidak patriotik serta tidak beragama itu.
Maka, Polikarpus pun masuk dalam arena yang penuh dengan kumpulan orang beringas. Tampaknya gubernur Romawi di sana menghormati usia uskup tersebut. Seperti Pilatus, ia tidak ingin dianggap keji, jika mungkin. Jika Polikarpus mau melakukan persembahan korban, maka semuanya dapat pulang kembali dengan selamat. Hormatilah usiamu, Pak Tua,” seru gubernur Romawi itu. “Bersupalah demi berkat kaisar. Ubahlah pendirianmu serta berseruhlah, “Enyala orang-orang kafir.!”
Gubernur Romawi itu berusaha lagi: “Angkatlah sumpah dan saya akan membebaskanmu. Hujatlah Kristus!” Uskup itu pun berdiri dengan tegar. Ia berkata, “Selama delapan puluh enam tahun aku telah mengabdi kepada-Nya dean ia tidak pernah menyakitiku. Bagaimana aku dapat mencaci Raja yang telah menyelamatkanku?”
Menurut kisah, Polikarpus pernah menjadi murid rasul Yohanes. Jika demikian, mungkin ialah orang terakhir yang berhubugan dengan gereja para rasul. Kira empat puluh tahun sebelumnya, ketika Polikarpus memulai pelayanannya sebagai uskup, Bapa Gereja Ignatius telah menulis surat khusus untuknya. Polikarpus sesndidi telah menulis suratnya untuk orang-orang Filipi. Meskipun surat tersebut tidak terlalu cermelang atau pun merupakan pendapatnya sendiri, namun mengandung unsur-unsur kebenaran yang ia pelajari dari para gurunya. Polikarpus tidak mengulas Perjanjian Lama, seperti orang-orang Kristen yang muncul kemudian, tetapi ia menyitir para rasul dan pemuka gereja lainnya untuk meyakinkan orang-orang Filipi.
Kira-kira satu tahun sebelum kemartirannya, Polikarpus berkunjung ke Roma untuk menyelesaikan perbedaan pendapat tentang tanggal Hari Raya Paskah dengan uskup Roma.
Ada cerita yang mengisahkan bahwa ia terlibat dalam perdebatan dengan Marcion, yang ia juluki “Anak sulung setan”. Ajaran-ajaran yang ditampilkannya telah membuat beberapa pengikut Marcion bertobat. Itulah peranan Polikarpus: saksi yang setia. Para pemimpin yang muncul kemudian hari mengadakan pendekatan-pendekatan kreatif untuk mengubah keadaan, namun pada zaman Polikarpus yang dibutuhkan hanyalah kesetiaan. Ia setia sampai mati.
Di arena perdebatan, pertukaran pendapat antara sang uskup dan gubernur Romawi berlanjut. Pada suatu saat Polikarpus menghardik lawan bicaranya: “Jiak kamu… berpura-pura tidak mengenal saya, dengarlah baik-baik: Saya adalah seorang Kristen. Jika anda ingin mengetahui ajaran Kristen, luangkanlah satu hari khusus untuk mendengarkan saya.”
Gubernur Romawi itu pun mengancam akan melemparkan dia ke binatang-binatang buas. “Panggil binatang-binatang itu!” seru Polikarpus. “Jika hal itu akan mengubah hal-hal buruk nenjadi baik, tetapi bukan hal yang lebih baik menjadi lebih buruk.” Ketika ia diancam akan dibakar, Polikarpus menjawab, “Apimu akan membakar hanya satu jam lamanya, kemudian akan padam, namun api penghakiman yang akan datang adalah abadi.”
Akhirnya Polikarpus dinyatakan sebagai orang yang tidak akan menarik kembali pernyataan-pernyataannya. Rakyat Smyrna pun berteriak: “Inilah guru dari Asia, bapa orang-orang Kristen, pemusnah dewa-dewa kita, yang mengajar orang-orang untuk tidak menyembah (dewa-dewa) dan mempersembahkan korban sembelihan.”
Gubernur Romawi menitahkan agar ia dibakar hidup-hidup . Ia diikat pada sebuah tiang dan dibakar. Namun menurut seorang saksi mata, badannya tidak termakan api. “Ia berada di tengah, tidak seperti daging yang terbakar, tetapi seperti roti di tempat pemanggamgan, atau seperti emas atau perak dimurnikan di atas tungku perapian. Kami mencium aroma yang harum, seperti wangi kemenyan atau rempah mahal.” Ketika seorang algojo menikamnya, darah yang mengalir memadamkan api itu.
Kisah ini tersebar ke jemaat-jemaat di seluruh kekaisaran. Gereja menyimpan laporan-laporan semacam itu dan mulai memperingati hari-hari kelahiran serta kematian para martir. Bahkan mereka juga mengumpulkan tulang-tulangnya serta peninggalan lainnya. Setiap tanggal 23 Februari, diperingati hari “kelahiran Polikarpus” masuk ke surga.
Dalam kurun waktu satu setengah abad berikutnya, ratusan martir menuju kematian mereka dengan setia, dan banyak diantara mereka maju dengan semangat. Ini didasarkan pada laporan saksi mata uskup Smyrna itu. Selamat beraktivitas, Tuhan Memberkati….

Mi’raj Isa Almasih ke Sorga

Selamat memperingati Mi’raj Isa Almasih ke Sorga.

Gelar yang ditujukan bagi Isa Al-Masih:
1. Isa disebut suci (Qs 19:19).
2. Isa disebut Kalimat Allah termulia di dunia dan di akhirat (Qs 3:45).
3. Isa saat ini ada di sorga (Qs 43:61).

Melalui kitab suci Injil, Isa Al-Masih memperkenalkan diri-Nya, “ Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku ” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
Isa Al-Masih satu-satunya Pribadi yang dapat memberi setiap orang jaminan keselamatan. Melalui Dia, setiap orang dapat menemukan jalan dan kebenaran hidup bersama dengan Allah. Dia yang berasal dari sorga, telah terangkat kembali ke sorga. Tempat dari mana Dia berasal!

Bila saudara ingin menuju satu tempat yang belum pernah saudara kunjungi, siapakah yang akan saudara ikuti. Tentu orang yang berasal dari tempat tersebut.

Dia yang Suci, Termulia, dan yang ada di Sorga Memberimu Jaminan Keselamatan yaitu Isa Almasih. TYm

7 Hal Merusak Pernikahan

MENGINGATKAN : TUJUH HAL YANG MERUSAK PERNIKAHAN

Tak ada satu pun pernikahan yang luput dari cobaan dan kerikil tajam. Yang paling menantang adalah, bagaimana cara melewati fase sulit tersebut. Apabila kita salah bertindak, akibatnya malah fatal.

Berikut beberapa sikap yang bisa membuat penikahan Anda di ujung tanduk, seperti yang dikutip dari Shine.
1. Silent moment. Harus Anda sadari, pasangan Anda tidak memiliki kekuatan untuk membaca pikiran. Walaupun Anda telah hidup bersama puluhan tahun, bukan berarti ia bisa mengetahui dengan detil jalan pikiran Anda. Memendam rasa kesal dan marah bukanlah hal yang baik dalam pernikahan. Ketidakpuasan Anda hanya akan menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu meledak. Lebih baik komunikasikan segala sesuatu yang Anda rasakan, agar pasangan mengerti.
2. Menyalahartikan keadilan. Adil bukan berarti jika Anda melakukannya, pasangan pun harus melakukannya. Ingat, Anda adalah dua sosok yang berbeda, baik kepribadian maupun latar belakang. Cara Anda dan dia untuk menunjukkan rasa cinta dan sayang pun pasti berbeda. Jangan pernah menuntutnya melakukan sesuatu yang Anda lakukan. Biarkanlah ia memakai jalannya sendiri.
3. Mengeluh tanpa menyelesaikan. Mengeluh tak pernah menjadi jalan keluar yang baik. Jika Anda hanya mengeluh dan mengeluh, tak satupun masalah akan selesai. Lebih baik berhenti mengeluh dan mulai berembuk dengan pasangan untuk mencari solusi.
4. Menyalahkan. Membuat daftar kejelekan, kekurangan dan kesalahan pasangan setiap bertengkar/berkelahi mungkin akan merasa Anda superior sesaat. Namun hal tersebut tak akan menyelesaikan apa-apa, rasa bersalah akan menghantui Anda setelahnya. Yang lebih buruk, pasangan akan merasa tak lagi berharga di mata Anda. Hubungan pun tak akan pernah kembali seperti semula.
5. Merengek. Merengek hanya akan membuat Anda dikasihani, bukan dicintai. Anda tentu tak ingin menjalankan pernikahan atas dasar kasihan bukan?
6. Berkata kasar. Menyakiti perasaan pasangan dengan kata-kata kasar hanya akan membuat hubungan Anda bertambah buruk. Hati yang telah terluka tak akan bisa disembuhkan dengan mudah.
7. Mengesampingkan seks. Rasa letih, kesibukan dan suasana hati yang kurang baik membuat Anda mengesampikan seks? Tahukah Anda bahwa seks bukan hanya pelampiasan hasrat biologis semata, melainkan juga menjadi media komunikasi yang jitu untuk setiap pasangan. Semakin Anda menghindarinya, maka otomatis ikatan Anda dengan pasangan akan semakin merenggang.

Semoga bermanfaat. TYm

Calon Presiden

Sabtu lalu tidak mengikuti pemilihan Ketua RT karena ada jadwal yang terdahulu tercatat dan tidak bisa ditinggalkan.

Semoga kesempatan mendatang aku akan mengajukan diri sebagai :
* Ketua RT,
* lalu menjadi Camat/Walikota,
* lalu menjadi Gubernur,
* lalu menjadi anggota Dewan
* lalu menjadi Presiden RI
– – – mengisi hidup lebih bermakna dengan takut akan Tuhan dan firmanNya.

Semoga Tuhan YME berkenan dan keluarga mendukung. Amin

Kebenaran vs Ketidakbenaran

Nats dalam Gabungan Pos GKAI Ciputat 24-03-2017
Lukas 23: 13-25
Kebenaran dirugikan dan Ketidakbenaran diuntungkan

1. Posisi kita dimana.. sebagai pelaku yang menguntungkan/merugikan Kebenaran atau sebaliknya ?
#Pilatus ay.13 mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, ay.14 berkata “ aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. Ay.15 Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati. Ay.16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.”
Ay. 22 untuk ketiga kalinya kepada mereka: “Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya. Ay.24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. Ay.25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya .
#Siapakah Barabas ? ay.19 dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan
#Orang2 lain ay.18 berteriak bersama-sama: “Enyahkanlah Dia (Yesus), lepaskanlah Barabas bagi kami! ” ay.21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: “Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!” . ” ay.23 berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka.

 Disini kita melihat keputusan awal Pilatus (juga Herodes) sebagai pemimpin saat itu adalah agar Yesus dibebaskan namun karena desakan orang-orang maka keputusannya berubah menjadi menyerahkan Yesus untuk diperlakukan semau-maunya.
Apakah kitapun akan turut serta menguntungkan ketidakbenaran dan merugikan kebenaran.. oleh karena desakan situasi dan kondisi, mood dan juga faktor-faktor lain.
 Ataukah malahan sebagai pelaku ketidakbenaran seperti Barabas
 Atau juga seperti orang-orang lain.. yang karena desakan/dorongan tertentu, ketidaktahuan, egoism dan lain-lain.. memutarbalikkan fakta kebenaran dengan ketidakbenaran
 Kiranya Tuhan menolong kita dalam setiap keputusan yang kita buat.. dimana disana meninggikan kebenaran dan membongkar ketidakbenaran yang sedang terjadi. Berketetapan hati sebagai pelaku dan penjaga kebenaran

2. Bagaimana cara agar menjadi pelaku/penjaga panji-panji kebenaran .. memberi keuntungan pada kebenaran ? 1 Korintus 15:33 (Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik); Roma 12:2 (Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.)
Ayat diatas menolong kita untuk memperhatikan, mengendalikan dan menguasai diri dari pengaruh luar yang berpeluang merusak kebiasaan/perilaku baik yang sudah ada/bertumbuh dalam diri kita.

3. 2 Timotius 3:16 (Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran)
Tulisan/artikel yang banyak dibaca; selain firman Tuhan hanya mampu memperbaiki kelakuan/aspek luar (kosmetik) dari setiap pembacanya namun firman Tuhan mampu memperbaiki aspek dalam (the inner) / hati nurani , batiniah pembacanya. Ayat diatas menolong kita menjadikan firmanNya mengajar, menyatakan kesalahan kita, memperbaiki kelakuan dan mendidik dalam kebenaran, sehingga memiliki tingkat kepekaan rohani seturut kehendakNya.

Kiranya Tuhan menolong kita menjadi pelaku dan penjaga kebenaran yang sesungguhnya.