Shalom pembaca yang berbahagia,

Catatanku kali ini bukan buah pikiranku dan bukan juga tulisan yang kusalin dari orang lain, TETAPI suatu Kisah Nyata bahwa Mujizat Tuhan Yesus masih terjadi hingga saat ini. Saya bertemu rekan ini pada kegiatan yang diadakan oleh Sinode/Majelis Umum gereja kami yang diadakan di Yogyakarta. dan beliau adalah Hamba Tuhan FullTime di GKAI. Dalam kegiatan pelayannya, istrinyapun turut serta ambil bagian.

Suatu hari, sekitar satu setengah bulan yang lalu istrinya sakit dan harus dirawat di rumah sakit secara intensif karena keadaannya cukup payah. Apa yang dialami di rumah sakit, istrinya sering sekali demam dan tidak sadarkan diri karena tekan darah rendah dan fungsi organ lainnya tidak bekerja dengan optimal sehingga harus didukung oleh peralatan medis,  diinfus, transfusi darah dan obat-obatan. Dan lagi saat itu, istri rekanku ini sedang hamil. Semoga pembaca dapat mengira-ngira atau membayangkan kondisi ibu bagi janin yang dikandung.

Namun SATU hal PASTI bahwa Tuhan Yesus sungguh-sungguh Allah yang menyembuhkan. Lukas 9:11 “..dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.” Yohanes 6:2 “Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.”

Dan Tidak ada yang mustahil bagi Dia. (Kejadian 18:14; Yeremia 32:17; 32:27;  Markus 9:23; Lukas 1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” )

Istri rekanku dapat melahirkan secara normal seorang putra yang sehat. Haleluya!!!.. Terpujilah Tuhan Yesus!!! Allah yang berkuasa di atas segala sesuatu.

Semoga sharing ini menguatkan iman yang mulai lemah untuk TETAP percaya kepada Tuhan Yesus, Juru Selamat Dunia dan anda.

 

 

– – – – – – – –

From : Iksan Toro

Shalom…,

 

Melalui ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang selama ini sudah berdoa untuk kami.

Sejak pindah dari kelas 3 ke kelas ekonomi, istri saya (Prapti) panas tinggi hingga mencapai 40,6.  Sehingga dia tidak sadar lagi dan kejang.  Tangan dan kakinya kaku, tidak bisa dilipat atau diluruskan. Karena panas yang tinggi dan kejang itu hingga menyebabkan jalan kandungan membuka 2.  Puji Tuhan, mulai Kamis, 10 Juli ia buka mata lagi walau kecil.  Kemudian ia di cek laborat, HB turun hingga 7,4.  Dokter menyarankan untuk transfusi 3 kantong, padahal sebelumnya sudah transfusi 2 kantong.  Hari minggu, 13 Juli mulai transfusi hingga selasa 15 Juli.  Saya sempat sok lagi melihat kondisi istri saya karena hari selasa itu ia mengalami sesak nafas, matanya merah karena tidak bisa bernafas, dia muntah hingga 5 kali.

 Selasa malam, saya lihat istri tidak tidur dan buka mata lebar.  Hari Rabu, 16 Juli, pukul 04.00 saya lihat dia belum tidur, lalu saya ajak berdoa dan baca firman.  Pukul 05.00 dimandikan, lalu pukul 05.30 saya masuk dan melihat istri saya mulutnya bergerak-gerak, tangan dan kakinya juga, lalu kepalanya mau diangkat.  Tidak lama setelah itu, perutnya sering kejang, saya panggil suster dan mereka mulai menghubungi kebidanan.  Pukul 06.45 ahli kebidanan datang dan memeriksa bahwa jalan kandungan sudah membuka 8.  Pukul 07.30 dibawa ke ruang persalinan dan pukul 09.45 anak kami lahir tanpa operasi.

 Puji Tuhan, semua orang heran, termasuk para dokter yang menangani.  Padahal sebelum-sebelumnya saya sering konsultasi dan menanyakan, apakah bayi saya sudah bisa diangkat (dioperasi).  Dokter mengatakan, “Kami ini seperti berdiri di lingkaran setan.”  Maksudnya dokter bedah tidak berani mengambil tindakan operasi jika pasien belum sadar betul.  Lalu saya tanya lagi, “Lha bagaimana nanti kalau melahirkan?”  Lalu dijawab, ” Ya untuk lahir normal juga tidak memungkinkan, kita lihat saja nanti.”  Mendengar itu, saya berdoa dan berdoa agar Tuhan sendiri yang membantu proses kelahiran ini.  Teman-teman selalu mengatakan bahwa istri saya operasi, lha bagaimana bisa operasi, dokternya saja ga berani operasi.  Tapi ajaib Tuhan, istri saya bisa ngedan seperti orang normal, padahal selama ini istri saya hanya terdiam saja di tempat tidur.  Mujizat Tuhan luar biasa.  Maka kami beri anak ini, “Zeon (semangat yang berkobar-kobar) Teguh Graceteo (Anugerah Allah)”.  Kami berharap anak kami mengingat bagaimana kelahirannya karena anugerah Allah, dan mengingat keteguhan hati Ibu dan orang-orang yang menjaganya, sehingga ia juga harus teguh dalam menghadapi berbagai masalah apapun. Selanjutnya ia juga harus memiliki semangat juang yang tinggi seperti mamanya, ia harus menjadi seorang pelayanan Tuhan yang selalu mengingat bahwa hidupnya adalah anugerah Allah, sehingga harus selalu dan tetah teguh dan bersemangat juang tinggi dalam menghadapi badai apapun. 

 Sekarang ini, istri masih lemas tetapi saya yakin jika dalam proses kelahiran yang mustahil ini telah dibuat-Nya tidak mustahil, apalagi kesembuhannya.

 Banyak pengalaman rohani yang saya dapat selama 49 hari ini di RS.  Terutama dalam hal membayar biaya rumah sakit, semuanya dicukupkan, padahal secara manusia saya dapat dari mana biaya itu.

– – – – – –