Doa YABES

Orang Kristen tanpa doa bagaikan mobil tanpa bensin

1 Tawarikh 4:1-43; Lukas 11:9, 10″Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu” (1 Tawarikh 4:10).

Nama Yabes hanya muncul dalam kitab Tawarikh yang pertama ini. Pemunculannya yang amat singkat di kitab ini mencatat beberapa bagian penting dalam hidupnya. Alkitab mengatakan bahwa ibunya melahirkan dengan kesakitan, sesuai dengan arti namanya. Mungkin yang dimaksud disini adalah kesakitan yang melebihi batas normal dalam proses kelahiran seorang bayi.

Sekilas, kisahnya menyimpulkan bahwa ia seorang yang beribadah kepada Allah Israel, sebab doa yang ia naikkan ditujukan kepada Allah Israel. Tercatat ada 4 permintaan doa yang dipanjatkan oleh Yabez.

Pertama, ia meminta Allah memberkatinya dengan berlimpah-limpah. Ia berpegang pada janji berkat yang Allah pernah ucapkan kepada bapa leluhurnya, Abraham. Berkat Abraham ini tidak hanya milik keturunannya secara daging saja, tetapi juga kepada keturunannya secara rohani, yaitu mereka yang percaya Kristus (Gal. 3:14). Inilah deretan beberapa berkat yang menjadi hak kita: hidup kekal, keselamatan, damai sejahtera, sukacita, kecukupan, kesembuhan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kedua, ia meminta Allah supaya memperluas daerahnya. Daerah berbicara tentang bagian kita di dalam Kristus. Ingat, ketika bangsa Israel dituntun Allah dari perbudakan di Mesir ke daerah yang berlimpah dengan susu dan madu (Kel. 3:8), secara rohani kisah itu berbicara tentang umat Allah yang dilepaskan dari perbudakan dosa dan dituntun Allah kepada berkat-Nya: keselamatan, perlindungan, suka cita, dan sebagainya. Kita yang sudah mendapat “daerah” (berkat) perlu memperluas “daerah” atau berkat kita, supaya janji Allah semakin banyak kita nikmati.

Ketiga, ia berdoa supaya tangan Allah menyertainya. Ia minta perlindungan Allah dan membuat berhasil apa saja yang ia perbuat. Bukankah kita juga rindu tangan Allah juga menyertai kita?

Keempat, ia meminta supaya Allah melindunginya dari malapetaka (dalam bahasa aslinya kata yang diterjemahkan “malapetaka” ini adalah Ra’ [jahat]). Bukankah permohonan supaya terlindung dari Ra’ atau “yang jahat” adalah salah satu permohonan dalam doa “Bapa Kami”, “…….lepaskanlah kami dari pada yang jahat…….” (Mat. 6:13)?

Sudahkah keempat permintaan itu menjadi bagian dari doa-doa kita? Firman Tuhan mengajarkan supaya kita tidak ragu-ragu untuk meminta kepada Tuhan di dalam doa. Sebab janji-Nya adalah barangsiapa meminta akan menerima, mencari akan mendapat, dan mengetok pintu akan dibukakan (Luk. 11:9, 10). Berserulah sungguh-sungguh dan percayalah, sebagaimana Allah menjawab permintaan Yabes, Ia juga menjawab permintaan kita. Amin!