Apa yang anda bawa – 2 (ke kebaktian)

 

Sebelum mengikuti Ibadah Raya di gereja kami, penerima tamu memberikan buku warta kepada setiap jemaat yang datang. Warta tersebut berisi ringkasan kotbah minggu yang lalu, susunan acara dan lagu dalam ibadah, pengumuman-pengumuman dan jadwal kegiatan kebaktian di Komisi dan Pos PI.

Yang menjadi perenungan saat ini adalah apa yang kita bawa dalam acara kebaktian? Mengapa pertanyaan perlu kita renungkan, karena menurutku masih ada rekan-rekan lain yang belum mengetahui apa saja yang perlu dibawa dalam acara kebaktian. Dan untuk itulah saya ingin membagikan sesuatu melaui blog ini.

Sebagian besar mengatakan “Bawa Diri”. Dengan ada juga yang bertamengkan Roma 12:1 “..persembahkan tubuhmu… sebagai ibadah yang sejati”. Yang terpenting kehadiran fisik!. Menurutku itu baik, namun yang lebih baik adalah bagaimana menjadi “persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah”. Maka dalam ini kita selayaknyalah mempersiapkan diri dengan sedemikian rupa agar hidup kudus (khusus untuk Allah – BIS; holy – KJV) dan berkenan kepada Allah sebelum mengikuti kebaktian.

Yang lain berkata “Bawa Alkitab”, menjadi salah satu budaya ketimuran mungkin bahwa jika pergi kebaktian harus membawa Alkitab. Lalu bagaimana dengan kemajuan teknologi sekarang ini, bentuk “Alkitab” lebih ringkas, sudah menjadi bagian dari software yang diinstall kedalam HP, PDA, dan media sejenis lainnya; apakah software yang terinstall tersebut dapat dikatakan sebagai Alkitab?. Usulku, bayar harga sedikit laa… toh ukuran dan berat fisik Alkitab gak terlalu membebani kita toh? Jika kita ke sekolah atau ke kampus atau ke kantor kita rela membawa perlengkapan-peralatan yang macam-macam dan cukup membebani… wajar dong sebagai rasa syukur kepada Tuhan kita membawa Alkitab.

Ada yang berkata “Membawa persembahan dan korban syukur” seperti tertulis dalam I Tawarikh 16:29; II Tawarikh 29:31 dan Mazmur 96:8. Aku setuju hal ini bahwa jika kita pergi kebaktian haruslah juga persiapkan persembahan bagiNya, baik itu persembahan kolekte/tatangan, persembahan syukur dan persepuluhan yang dipersiapkan sebelumnya; memberi dengan sukacita II Korintus 9:7.

Jawab saya adalah “Membawa hati yang rindu dipulihkan” melalui pujian-penyembahan, kesaksian, firman Tuhan yang disampaikan, memberi persembahan dan menerima berkat rasuli. Bukan datang dengan keinginan pribadi yang egois. Bukan pula datang karena memiliki kemampuan untuk memberi. Namun hati yang rindu untuk dipulihkan oleh Tuhan Yesus, segala hal dalam hidup ini – rindu dipulihkan oleh Dia.

Semoga dalam kesempatan ke depan, dalam mengikuti kebaktian kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan benar, lebih baik dari hari yang lalu.

 

 

#Salah satu definisi kekudusan adalah berada dalam keadaan murni. Dalam bahasa Ibrani, kudus adalah “kadosh” artinya naik lebih tinggi. Dalam bahasa Inggris, definisi kudus adalah “cut above” artinya di atas rata-rata. (http://jawaban.com/news/spiritual/detail.php?id_news=080605104343&off=0)

 

 

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Mazmur 90:12.