Siapakah Dia ?

 

Dua hari yang lalu saya berkesempatan berdiskusi dengan salah seorang rekan yang berlatar belakang keluarga beragama Konghucu, mendapatkan pendidikan di sekolah Kristen  dan saat ini sudah beragama Kristen (kapan tepatnya ia menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya,  mungkin sekitar 10-12 tahun yang lalu). Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa ia sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Allah yang hidup dan sebagai Juru Selamat bagi dirinya dan dunia ini. Namun ia belum begitu yakin / mengerti bagaimana Tuhan Yesus sebagai Allah rela menjadi manusia yang rela menebus dosa orang-orang yang percaya kepadaNya.

 

Saat itu saya mencoba menjelaskan apa yang menjadi kebimbangannya. Dan apa responnya dari penjelasanku… “ya, saya sudah tahu hal itu. Namun tetap saja aku tidak bisa mengerti!”. Akhirnya kuputuskan mengingatkan dia beberapa prinsip kekristenan dan berdoa agar Roh Kudus menolongnya untuk dapat mengerti.

 

Pertanyaan mengenai “Siapakah Dia (Yesus)” telah menjadi pertanyaan yang sering kali banyak orang gagal untuk mengerti. Sekilas dapat kukatakan “ya tentu saja… bagaimana mungkin pengetahuan manusia dapat menjangkau pengetahuan Allah Pencipta!. Sebutir pasir di pantai tidak dapat dibandingkan dengan banyaknya pasir di seluruh pantai. Pengertian mengenai diriNya begitu tinggi ke atas, begitu dalan ke bawah, begitu panjang ke depan, dan begitu luas untuk capai. (Roma 11:33. O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! ).

 

Orang-orang berkata: “Siapakah orang ini?” ketika Ia masuk ke Yerusalem – Matius 21:10;  “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” – Yohanes 5:12; “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?” – Markus 4:41; Lukas 8:25

 

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Lukas 5:21.

 

Raja Herodes berkata: ..”Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus”. Lukas 9:9

 

Kelompok di atas yaitu Orang-orang, Ahli Taurat dan Farisi, serta Raja; menurutku cukup mewakili Kelompok masyarakat umum yang awam, Kelompok Rohaniawan, dan Kelompok Pemimpin – mereka semua bertanya-tanya dan terus bertanya-tanya “Siapakah Dia ?”.

 

Pemikiran ini tiba-tiba saja mengisi pikiranku dan mendesakku untuk kutuliskan. Bukankah Dia sudah berulang kali menyatakan dirinya. Melalui Ciptaan, Kitab Suci, dan dirinya sebagai manusia Allah. Menggunakan program Alkitab versi 2.6, sebutan sebagai Akulah Tuhan (160 kali), Akulah Allah (14 kali), dan banyak lagi sebutan lannya (silahkan mencoba). Dengan menggunakan bantuan google dalam 0.16 detik didapatkan 7970 hal mengenai “siapakah Yesus”. Secara cepat kukatakan bahwa penggunaan teknologi informasi sudah sangat membantu manusia untuk tahu dan mengenal Siapakah Tuhan Yesus.

 

Namun yang menjadi pertanyaan terpenting… apakah pengetahuan dan pengenalan itu dapat menundukkan hatinya untuk diperbaharui oleh Roh Kudus (sebagai Penolong – Yohanes 14:16). Sehingga secara sadar roh dan jiwanya dapat meresponi pimpinan Roh Kudus dan menerima Yesus Kristus sebagai Mesias, Juru Selamatnya.

 

Maka, rendahkanlah diri dihadapan Tuhan (Yakobus 4:10; I Petrus 5:6); harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. sempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran (Kisah Para Rasul 26:20); Terima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat tanpa banyak pertimbangan dan pertanyaan yang tidak akan pernah memuaskan kapasitas dari otak yang terbatas ini.

 

Bagi kita orang percaya, mari tolong dengan lemah lembut mereka untuk memulai hidup di dalam Anugerah Tuhan. Memikirkan metode penginjilan yang efektif dengan pimpinan Roh Kudus dan terus berdoa bagi jiwa-jiwa lain yang masih terus bertanya-tanya, agar Tuhan menyatakan AnugerahNya kepada mereka.

 

Demi kemuliaan Tuhan Yesus, kekal selama-lamanya.

 

Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, (I Petrus 3:15)