Pada suatu hari libur sekolah, kami sekeluarga naik kereta dari Stasiun Jakarta Kota ke Stasiun Bogor, kemudian kami naik angkot menuju Kebon Raya Bogor (KRB).

 

Saya sudah berkali-kali ke KRB, sampai-sampai cukup bisalah menjadi Pemandu Wisata KRB dadakan. Namun ternyata ada satu tempat yang yang belum pernah sekalipun kudatangi yaitu Museum Zoologi, letaknya di sebelah kiri Pintu Utama KRB. Dan sebelum menjelajah lebih masuk lagi kami putuskan untuk ke museum terlebih dahulu.

 

Di dalam Museum Zoologi kami melihat-lihat dan membaca keterangan yang tertulis di setiap booth. Ada banyak sekali jenis binatang di sana, baik itu yang hidup di darat, di udara, di air maupun yang dapat hidup di dua alam.

 

Hal yang menarik di sana adalah ada sebuah kerangka Ikan Paus yang kedapatan terdampar di pesisir selatan Jawa. Kerangka Ikan Paus tersebut sangatlah besar dan panjang. Hmm… masuk akal juga cerita Nabi Yunus masuk ke perut ikan, mungkin ikan yang menelan Nuh tersebut adalah ikan paus (Yunus 1:17 – ikan besar).

 

Tetapi ikan Paus kalau dibandingkan dengan ciptaan Tuhan yang lain, misalnya gunung, maka ikan Paus masih kalah besar. Namun gunung tidaklah sebesar bumi. Namun bumi juga dibandingkan dengan ciptaan Tuhan yang lain, misalnya matahari, maka bumi tidaklah seberapa besarnya. Lalu pertanyaan selanjutnya, apakah matahari yang paling besar di alam semesta ini? Tidak. Matahari hanyalah bintang ukuran medium. Ada bintang yang lebih besar lagi yaitu Antares. Namun Antares tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan Milky way galaxy. Namun Milky galaxy tidaklah sebesar alam semesta ini, karena ada milliaran galaxi di dalam alam semesta ini. Dan walaupun alam semesta ini diisi oleh galaxi, namun jarak antara satu galaxi dengan galaxi lainnya masih sangat jauh dan tidak bisa dibayangkan oleh imajinasi kita. Alam semesta ini demikian luas. Sulit kita membayangkan luasnya.

 

Jika alam semesta saja demikian luas dan tak terbayangkan luasnya, maka apalagi Penciptanya. Tak terjangkau oleh pikiran kita. Kemahakuasaan-Nya tak terhingga. Allah yang Mahakuasa ini adalah Imam besar kita. Alkitab mengatakan bahwa Imam Besar Agung kita telah melintasi semua langit (Ibrani 4:14). Bagaimanakah kita pahami kalimat: ”Yesus melintasi semua langit?”  Apakah Kristus hanya sekedar melintasi alam semesta yang sangat luas tersebut? Apakah Dia melintasi langit hanya seperti seorang astronout melintasi langit, seolah-olah mereka dilemparkan masuk ke langit? Melintasi langit secara fisik seperti itu bukanlah hal yang sulit bagi Kristus yang adalah Pencipta alam semesta. Kemahakuasaan Kristus terlalu kecil jika diukur dengan cara melintasi langit secara fisik.

 

Ketika para Astronut melintasi langit dan mendarat di bulan, atau di planet manapun, mereka masih berada di dalam ruang dan waktu. Dapatkah mereka menjangkau bintang yang paling jauh? Namun walaupun mereka sudah bisa menjangkau bintang yang paling jauh, mereka masih tetap berada di dalam ruang dan waktu. Sejauh-jauhnya mereka melintasi langit, mereka masih berada dalam kungkungan waktu. Hal ini berbeda dengan Yesus. Ketika Yesus melintasi langit, Dia telah  melintasi semua langit, termasuk alam semesta yang sangat luas ini. Dan yang paling penting adalah bahwa Dia telah berada di luar batasan ruang dan waktu.

 

Dia tidak dapat dibatasi dan ditahan di dalam ruang / waktu, atau dibelenggu oleh keterbatasan-keterbatasan fisik. Dia sudah berada diluar, diatas, sudah melampaui ruang dan waktu. Langit pun tidak dapat menahan Dia. Yesus begitu Agung dan besar sampai langitpun terlalu kecil bagi-Nya. Oleh karenanya tidak ada keterbatasan atas kuasa-Nya.  Yesus juga berkata, ”segala kuasa di surga dan di bumi diberikan kepadaKu (Mat 28:18).”

 

Bukankah ini sesuatu yang sangat menguatkan dan menghiburkan? Masalah apa yang tidak bisa ditangani oleh Kristus? Jika uang ditabungan tidak ada, beras pun sudah habis dan hutang sudah menumpuk, maka ini bukan berarti kiamat bagi anda. Pada saat tubuh digrogoti oleh penyakit dengan kesakitan yang tidak tertahankan, seolah-olah jaraknya antara diri kita dengan kematian sudah sangat dekat, maka janganlah putus asa. Atau kita mungkin berada dalam keadaan yang ”broken home”, putus asa, tidak ada lagi pengharapan. Ingatlah masih ada Kristus. Dia melampaui segala persoalan-persoalan kita.

 

Anda dapat datang kepada Kristus yang berkuasa atas kehidupanmu saat ini dan berkuasa atas kehidupanmu pada masa yang akan datang. Dia berkuasa atas hati orang lain. Dia dapat menggerakkan orang lain untuk menolong anda. Dia berkuasa atas hatimu, maka dia pun dapat menggerakkan anda untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki-Nya. Dia berkuasa atas jalan di depanmu, dan sanggup meluruskan jalanMu. Dia berkuasa atas tubuhmu, oleh sebab itu, Dia pun sanggup menyembuhkanmu. Dia dapat merubah lingkungan pekerjaan kita, bahkan suasana sebuah bangsa pun dapat diubahnya. Pemerintah pun diangkat dan diturunkan oleh-Nya. Segala kuasa di surga dan di bumi dimiliki oleh Kristus. Meninggalkan Kristus, karena uang, penyakit, masalah keluarga, tekanan, adalah tindakan yang bodoh.

 

#Meninggalkan Kristus bukannya memperbaiki keadaaanmu, namun sebaliknya memburuk keadaanmu.

 

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Matius 11:28