Puasa adalah kegiatan menahan diri dari makan dan minum selama jangka waktu tertentu. (http://id.wikipedia.org/wiki/Puasa). Puasa dalam salah satu ajaran artinya menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang boleh membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari.

Dalam tulisan ini saya mengupas sedikit kata “Menahan Diri”.

Pencarian kata “Menahan diri” dengan Program Alkitab Versi 2.6, dalam 1 detik, maka didapatkan 10 kali kata tersebut dituliskan, baik dalam PL maupun PB. Dan agar kita mempunyai pemahaman yang lebih luas dan mendalam lagi dari kata tersebut saya mencoba mencarikan terjemahannya di dalam bahasa Inggris yang terdapat dalam King James Version, didapatkan sebagai berikut:

faithful – orang-orang yang beriman (1 tim 3:11)

vigilant – waspada (1 tim 3:2)

forbear (forbore, forborne) – menahan diri, bersabar hati. (2 Kor 12:6)

refrain – menahan diri (from supaya jangan) (Yes 64:12; Pengk 3:5)

restrained – mengendalikan, menahan (Yes 63:15)

keepeth his hand -kkt. (kept). menjaga. Menahan (Yes 56:2)

exceeded – (1 Sam 20:41)

stay for – (Rut 1:13)

# KJV à http://ebible.org/bible/kjv/

Menahan Diri menurutku adalah suatu sikap (ketegasan) untuk mengendalikan diri dari suatu tindakan emosional yang atau hendak lepas kendali (baik secara fisik atau tidak), agar tindakan emosional negatif tidak terjadi dan mengganggu hubungan di dalam diri sendiri maupun orang lain.

Kenaikan harga-harga diwaktu sekarang ini seperti harga gas (termasuk yang bersubsidi – 3 Kg) dan harga sembako menjelang hari raya membuat banyak orang menjadi stres, tindakan kekerasan dalam rumah tangga dan main hakim sendiri masih mewarnai berita-berita di mass media, merupakan contoh kecil dari ornag-orang yang tidak dapat menahan diri.

Disisi lain, orang-orang yang menahan diri menciptakan kedamaian dan keharmonisan dalam rumah tangga meskipun ada kerikil-kerikil di dalam rumah tangga; kebiasaan menahan diri untuk tidak konsumtif menjadikan setiap orang/keluarga memiliki tabungan untuk masa depan; kebiasaan menahan diri untuk tidak korupsi dan manipulasi membuat banyak orang dapat tidur tenang tanpa dihantui oleh ketakutan terhadap KPK dan Pajak; dan masih banyak lagi keuntungan yang akan diraih jika kita dapat menahan diri untuk tetap setia hidup benar dihadapan masyarakat, hukum dan kitab suci.

Berarti setiap orang diperlukan usaha yang sungguh-sungguh, lebih sungguh-sungguh untuk menahan diri dari semua hal yang akan berpengaruh negatif. (Kata yang dipakai Paulus, seperti : waspada, bersabar hati, kuasailah diri… lebih lagi sebagai orang-orang yang beriman)

Tentu kita tidak menghendaki terjadi kekacauan dalam sepanjang kehidupan ini. Kita harus bisa menahan diri kita, dalam seluruh aspek kehidupan dengan penundukan diri dan bukannya arogansi atau kesewenang-wenangan. Kawan, hidup ini begitu singkat, maka mari kita warnai dengan hal-hal yang indah.

I Timotius 4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!

I Petrus 4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

“Pikirku: “Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku” (Mzm. 39:2).