Hmm.. kali ini saya mensharingkan bahwa hari ini, 8 September adalah hari Memperingati Kelahiran Bunda Maria, mungkin beberapa dari rekan-rekan tidak mengetahuinya. Saya juga baru tahu setelah tadi pagi diwartakan oleh Radio RPK.

Di dalam tulisan http://www.st-yohanesbosco.org/sangkakala.php?id=764 juga menyebutkan bahwa tanggal 8 September bertepatan dengan Hari Kelahiran Bunda Maria.

Menurut http://yesaya.indocell.net/id1004.htm, kita tidak mempunyai informasi biblis dan historis tentang kapan dan di mana Bunda Maria dilahirkan. Penyebutan nama Yoakim dan Ana sebagai orangtuanya pun hanyalah berdasarkan tradisi dan Injil Apokrief (Apokrief adalah buku-buku yang seringkali penuh legenda dan merupakan jiplakan dari kitab-kitab asli yang termasuk Kitab Suci, biasanya dibubuhi nama seorang tokoh Perjanjian Lama atau seorang Rasul sebagai pengarangnya). Perayaan ini berawal dari tradisi Gereja Timur dan mulai berkembang di Gereja Barat sejak abad ke lima. Hari kelahiran Bunda Maria dirayakan Gereja Katolik pada tanggal 8 September.

Profil Maria sangat menarik untuk disimak, seperti bahwa ia seorang perawan yang beroleh kasih karunia di hadapan Allah, percakapannya dengan Malaikat (Lukas 1:26-38) dan responnya yang teramat luhur pada ayat 38 yaitu Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Dan selanjutnya di ayat 46 “Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,”

Sikap dan respon Maria tersebut (“jadilah padaku menurut perkataanmu itu” dan “Jiwaku memuliakan Tuhan,”) marilah kita renungkan dan kiranya dapat kita teladani dengan sebaik-baiknya. Bahwa kehidupan orang percaya adalah hidup yang total berserah kepada Tuhan dan hidup yang memuliakan Dia senantiasa. Baik itu dalam keluarga, pelayanan, pekerjaan, dan hal lain apapun yang Tuhan percayakan dan dimanapun Tuhan telah tempatkan kita menjadi alatNya.

Behold the handmaid of the Lord; be it unto me according to thy word