Seingatku, tak lama sejak aku bekerja di kantor ini, di ruangan dan meja yang sama, ada 2 buah kalimat yang tidak terlalu panjang.. yang awalnya sebagai pemacu semangat selama bekerja di kantor. Salah satunya berbunyi “Ye are the salt of the earth”.

 

Kalimat tersebut kukutip dari pengajaran Tuhan Yesus di kitab Matius 5:13, kuletakkan tepat di kaca pembatas di depan mejaku dengan maksud setiba di kantor – sebelum memulai pekerjaan dan selagi bekerja – aku diingatkan bahwa akupun berfungsi sebagai garam di kantor ini. Yang memberikan cita rasa sebagai anak-anak Allah (Matius 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah).

 

Meskipun garam dalam jumlah kecil dalam suatu komposisi dalam suatu masakan, ia memberi pengaruh yang menyeluruh dalam sebuah adonan. Bila para murid gagal melakukan “fungsi garam”, itu sama saja seperti mereka tidak ada,  apapun yang mereka lakukan.

 

Siang ini kalimat “Ye are the salt of the earth” terbersit kembali didalam pikiran dan hatiku… sehingga pertanyaan yang muncul “Apakah aku berfungsi sebagai garam, yang mempengaruhi lingkungan kerja atau malah lingkungan kerja yang mempengaruhi aku?”.

 

Tuhan, tolong agar aku dapat berfungsi dengan benar sebagai garam, dimanapun aku Tuhan letakkan. Amin

 

Matius 5:13
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.


Ye are the salt of the earth: but if the salt have lost his savour, wherewith shall it be salted? it is thenceforth good for nothing, but to be cast out, and to be trodden under foot of men.


humeis {kamu} este {adalah} to halas {garam} tês gês {dunia} ean {jika} de {tetapi} to halas {garam} môranthê {menjadi tawar} en {dengan} tini {apakah} alisthêsetai {ia dijadikan asin/ ia digarami} eis {karena} ouden {sama sekali tidak} ischuei {ia berguna} eti ei {kecuali} mê blêthênai {dibuang} exô {keluar} kai {dan} katapateisthai {diinjak-injak} hupo {oleh} tôn anthrôpôn {orang-orang}