Penerbangan Jakarta-Lampung, Selasa 23 September 2008 tidak seperti biasanya, namun Allahku menjadikannya pengalaman luar biasa. Bagaimana…

 

Aku berangkat ke bandara sekitar pukul 7.25 WIB dengan rencana penerbangan pukul 10.00 WIB. Sebelum berangkat, aku bersyukur dapat mengantar Kasih dan Mikhael ke sekolah (hari itu mereka Mid-Semester). Dalam perjalanan ke bandara, menikmati sarapan yang disediakan Gina dari rumah di taksi, kuantar sampe tidak terlalu jauh dari kantornya dan agar tidak terlambat pula. Setiba di Bandara waktu masih menunjukkan 8.15an… masih ada waktu untuk bersantai sambil melihat-lihat aktifitas penumpang sambil menunggu kawan yang belum datang. Disana ada yang duduk di tempat yang disediakan, ada yang nongkrong seadanya, ada yang duduk di atas bagasi yang dibawa dan ada juga yang sambil berdiri karena mungkin tidak dapat kursi/ tidak biasa nongkrong di depan umum/ tidak bawa bagasi untuk duduk/ yaa mau berdiri aja.

 

Akhirnya kawanku datang dan kami segera check in, membayar boarding pass dan berjalan menuju gate keberangkatan. Keberangkatan penerbangan pagi itu tidak ada delay. Pesawat yang kutumpangi adalah pesawat yang pernah kunaiki juga dalam rangka tugas yang lalu.

 

Tapi… perasaan bagaimana yaa…

Penerbangan kali ini memang beda lho rasanya… pesawat take off cukup bergetar, ditambah lagi sewaktu menembus awan yang berlapis-lapis di atas Jakarta.. namun Thanks God… bisa stabil diatas sana untuk sekitar 15an menit karena kemudian pramugari mengingatkan bahwa kami akan segera mendarat di Bandara Lampung.

Sewaktu pesawat turunpun, terasa kembali getarannya.. apalagi sepertinya pesawat berputar ke kiri kadang cukup dalam… menurunkan pesawatnyapun kadang cukup terasa… sewaktu landing ban pesawat terasa cukup menghentak bumi. Hhhh… sekali lagi puji Tuhan. Pesawat berlari menuju ujung landasan dan berputar menuju tempat menurunkan penumpang dengan baik.

 

Tuhan menjadikan hari itu agar aku kembali memiliki pengalaman pribadi dengan Dia melalui penyertaannya sepanjang perjalanan.

 

 

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. Mazmur 55:23