Rekan2 ytk, sebelumnya sudah sedikit kusinggung yaitu beberapa hari sebelum aku berangkat tugas keluar kota, aku tidak sehat fisik. Ya… sebenarnya kesehatan fisikku mungkin hampir-hampir tidak mendukung untuk aku mengerjakan tugasku di luar kota.

    

Sabtu malam sebelumnya aku mulai merakan fisikku mulai melemah, agak flu dan demam, namun hal itu tidak menyurutkan tugas rutinku di rumah. Dan ternyatalah… malam tidak bisa tidur, padahal besok aku harus ke gereja karena ada yang harus kukerjakan. Sebagai antisipasi kalau-kalau benar aku tidak bisa ke gereja, sebelumnya telah kuhubungi rekanku untuk siap-siap jika aku berhalangan sehingga dia sudah tahu tugas apa saja yang harus dikerjakan.

Berjalannya waktu malam itu begitu lama… aku tidak bisa tertidur, putar sana – putar sini, guling sana – guling sini; badan terasa begitu berat dan pegal. Sampai-sampai istriku terbangun dan menjamah dahiku dan merasakan demam cukup cukup tinggi namun kukatakan tidak apa-apa, meski memang malam itu aku sering kali berganti baju karena basah oleh keringat. Saat itu aku berdoa mohon pertolongan Tuhan bagiku. Istriku keluar mengambil obat penurun panas untuk kumakan lalu tidak terlalu lama kemudian – entah karena terlalu ngantuk dan capek berguling, berpindah – akhirnya aku dapat tertidur pada waktu subuh pagi itu.

Hari itu hari Minggu, fisik begitu letih dan kepala pusing karena demam, aku tidak ke gereja namun anak-anak harus tetap ke gereja bersama mertua di HKBP. Sekali lagi… tidak ada alasan anak-anak tidak bergereja pada hari Minggu, anak-anak harus tetap bergereja, meskipun bukan di gereja dimana kami rutin berbakti, kecuali memang ada hal yang benar-benar tidak dapat dikompromikan barulah anak-anak tidak bergereja misalnya sakit dan perlu beristirahat.

Sore harinya kupaksakan diri menggunakan motor menuju Rumah Sakit bersama istri dan hasil pemeriksaan darah mengindikasikan aku Gejala Tipus. Wah bagaimana ini, sedangkan hari Selasa aku harus pergi tugas keluar kota. Menurut dokter bisa saja rawat jalan asalkan selama Senin harus istirahat total di rumah, banyak minum air dan minum obat dengan teratur. Oh ya, menjelang siang mama datang dan aku diurut…. Lumayan segar terasa badan ini.

……….

Singkat cerita, Senin aku tidak masuk kantor dan berencana untuk beristirahat di rumah. Tapi bagaimana mungkin istirahat, lha aku biasa bergerak eh disuruh terus tidur. Otakku tidak mau berhenti bekerja memerintahkan bagian-bagian tubuh lainnya untuk bekerja. Pikiranku cukup diganggu dengan beberapa pekerjaan rumah yang membuat aku harus melakukan sesuatu dan pekerjaan kantor yang mau tidak mau aku harus dihubungi-menghubungi kantor, Walhasil… aku dapat sambil mengerjakan hal-hal tersebut dan bersyukur menjelang sore aku bisa beristirahat total selama sekitar 2 jam dengan tidur.

Malam harinya aku kembali bersyukur fisikku lebih baik setelah beristirahat dan minum obat. Menemani anak-anak belajar karena besok (…Selasa) mereka masih ujian Mid Semester hingga menghantar anak-anak tidur malam.

Merenungkan kembali hal-hal diatas mengajarkanku kembali beberapa hal sederhana namun ternyata merupakan hal yang penting, yaitu:

  1. Bapa di Sorga teramat dekat dengan anak-anakNya dan senantiasa memperhatikan orang-orang yang berserah diri kepadaNya. Jawabab atas doa dan permohonan yang disampaikan itu masih ada pada masa sekarang ini.
  2. Sebagai orang tua, memberikan keteladan dan motivasi kepada anak-anak tidak tidak boleh dibatasi (dijadikan alasan) oleh kondisi kesehatan yang kurang baik. Sehat-kurang sehat-tidak sehat, tetap usahakan keteladanan dan pemotivasian yang baik bagi anak-anak.
  3. Sebagai pribadi, bahwasannya pengendalian diri (tutur kata, tingkah laku, cara berfikir dan bertindak) juga menjadi bagian penting. Tutur kata harus selalu terjaga dengan baik dengan tidak mudah terpancing emosi, kata-kata yang membangun dan memotivasi. Tingkah laku tidak melulu harus minta dilayani dan dikasihani, melainkan tetap mengerjakan hal-hal apa yang dapat dikerjakan. Dan tetap berfikir-bertindak secara positif, itulah yang membuat kondisi kesehatan yang lemah tidak terlalu terasa, tetap optimis untuk sehat.
  4. Sebagai orang percaya, senantiasa berharap kepada Tuhan Yesus. Ia Tabib Agung. Ia Gembala Yang Baik. Ia saja Sumber Pengharapan Yang Sejati. Maka mari datang kepadaNya, mohonkan jamahanNya dan tetap setialah kepadaNya, maka Ia akan menolong kita. Tetap Berdoa. Tetap membaca firmanNya. Tetap memuji namaNya.

 

#Terima kasih Tuhan, untuk pelajaran melalui pengalaman ini yang menurut orang “sederhana” namun menjadi “penting” bagiku untuk diperhatikan dan dikerjakan didalam hidupku. Tolong untuk aku tetap setia.#

 

 

Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya. 2 Samuel 22:7