Mudik menjadi berita utama di berbagai mass media. Di televisi ada Info Mudik, Informasi Sekitar Mudik, dan sejenisnya. Kelompok-kelompok atau Klub kendaraan bermotorpun tidak ketinggalan menyelenggarakan mudik bersama anggota-anggotanya. Perusahaan-perusahaan swastapun ada yang mengakomodir karyawannya atau kelompok tertentu untuk dapat mudik.

Jalan-jalan mencari definisi Mudik, aku mampir di Wikipedia, disana dapat kita baca bahwa Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, Mudik boleh dikatakan sebuah tradisi yang mutlak harus dilaksanakan. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua.

Mudik menjadi tradisi sebagian besar masyarakat, sehingga pemerintah baik pusat maupun daerahpun berupaya mempersiapkan sarana prasarana penunjang tradisi tersebut dengan memperbaiki jalan-jalan, marka dan petunjuk arah, untuk memudahkan para pengendara kendaraan bermotor khususnya.

Sebelum mudik, mereka pasti mempersiapkan segala sesuatunya. Kesehatan, anggaran, makanan dan minuman, peta yang dibutuhkan, fisik kendaraan yang akan dipakai dan hal-hal lain sesuai kebutuhan masing-masing pemudik.

 

Sebagai orang percaya, kitapun akan mudik ke kampung halaman kita yaitu Sorga yang kekal, yaitu pada waktu yang sudah ditentukan oleh Bapa sendiri. Tuhan Yesus mempersiapkannya bagi kita dan akan menjemput kita untuk bersama-sama dengan Dia. (Yohanes 14:1-3 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.).

Mengapa kita harus mudik pada waktu itu, karena disanalah kewarganegaraan kita, seperti yang dikatakan Paulus dalam Filipi 3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,.

Maka karena kita akan mudik ke sana (Sorga) hendaklah kita memperiapkan segala sesuatunya dengan sebaik-baiknya juga. Sebagai pribadi, bangunlah dan milikilah hubungan yang indah selalu dengan Tuhan. Melalui saat pribadi dengan dia dalam firman, doa dan pujian kepadanya. Bersekutu juga dengan sewarga negara lainnya. Sebagai bagian dalam kelompok orang percaya, saling menegur dan mengingatkan dalam kasih Tuhan. Menjadi teman yang baik, menjadi pendengar yang baik dan atau menjadi konselor yang baik bagi rekan/saudara lainnya. Sebagai duta Kristus di dunia ini, mari terus wartakan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya Juru Selamat. Menolong  dan membimbing orang yang belum atau baru percaya kepadaNya. Jika merasa kurang bisa, mintalah sauadra yang telah dipersiapkan di dalam gereja untuk menolongnya.

 

Sudah siapkan kita untuk mudik?

 

 

Lukas 15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

 

Lukas 15:10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”