Hari keempat dibulan Oktober 2008, kami sekeluarga berlebaran kerumah salah seorang sahabatku. Kami berkenalan dan akrab sejak SMA kelas 2. Cukup banyak story kami bersama. Jalan bareng, belajar bareng, nonton bareng,… dan ada pula kejadian dimana kami berdua dikroyok di Senayan, waktu SMA dulu.

 

Berita yang akan kusharingkan adalah aku sangat bersyukur untuk sukacita yang dirasakan oleh keluarga adik sahabatku ini, ia juga kawan sepermainan kami. Mmm begini ceritanya…

 

Setahun yang lalu aku dan istri, bersama beberapa rekan yang sudah berkeluarga berkumpul untuk berlebaran dirumah sahabatku ini. Kami bercerita banyak hal, seperti cerita-cerita tempo doeloe semasa SMA, cerita mengenai keluarga dan anak-anak, bagaimana pekerjaan, aktifitas diluar pekerjaan, dan banyak ragam bahan cerita lainnya yang kami bicarakan disana waktu itu. Nah… tidak lama sebelum kami pulang, adik kawanku ini datang bersama istrinya dan ikut bergabung dalam pembicaraan kami.

 

Singkat cerita, karena ia dan istri belum dikaruniai anak, entah dorongan apa.. kukatakan “Tahun depan sebelum Lebaran kamu akan punya anak, asal kalian sehati dan sepakat”. Itu satu tahun yang sudah lewat.

 

Beberapa waktu yang lalu aku pernah bertanya “bagaimana, apakah sudah ‘isi’.. ”, “belum” jawabnya. Hal ini membuat kekuatiran didalam hatiku, “berani-beraninya asal ngomong!”. Namun aku terus berusaha untuk mengimani hal itu bagi harpan rekanku tersebut.

 

Dan, dalam kesempatan berlebaran kemarin kembali kutanyakan kembali kepada sahabatku, kakak dari rekanku ini, dan guess what? Berita yang kuterima adalah bahwa istri dari rekanku tersebut sudah telat sebelum hari raya, artinya istri rekanku sudah hamil. Aku sangat bersyukur kepada Tuhan untuk berita ini dan segera kutelepon namun tidak diangkat, ternyata karena ia sedang menyetir kendaraannya dari luar kota. Namun tidak lama kemudia ia telepon balik dan kusampaikan syukur dan sukacitaku untuk kabar baik ini.

 

Semoga kehamilan hingga proses persalinan dapat berjalan dengan sehat dan menambahkan sukacitanya.

 

Terima kasih Tuhan, doa dan imanku tidak sia-sia. Ia menjawab pada waktuNya. Terpujilah Tuhan Yesus.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Matius 11:28