Selintas teringat kata “Waspadalah…”, dari salah satu stasiun televisi membuatku ingin mensharingkan sesuatu dalam bentuk tulisan.

Krisis ekonomi keuangan global yang berlangsung dalam kurun waktu sekitar sebulan ini, yang disebabkan oleh ketidakmampuan masyarakat Amerika untuk mencicil bunga kredit rumah berakibat luas hingga menjalar ke Eropa dan Asia. Menyerang bursa-bursa saham dunia dan lokal di banyak negara.

Ketahanan NKRI yang terkorosi namun seolah-olah tidak terjadi apa-apa akan mengakibatkan perpecahan dan peluang konflik yang lebih besar. Seperti penurunan bendara Merah-Putih di NAD baru-baru ini.

Pemberitaan mass-media kemarin dan hari ini masih diisi dengan penyidikan dan pemeriksaan beberapa pejabat dan anggota dewan yang terhormat oleh karena terindikasi kasus korupsi dan penyelewengan wewenang yang dipercayakan.

Sebagian kelompok di masyarakat sangat mudah terprovokasi untuk berbuat anarkis karena ketidak-mengertian atau kesalahfahaman kecil yang seharusnya dapat diselesaikan dengan mudah.

Kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT) dan kejahatan kepada perorangan masih terjadi. (hhh headline koran pos kota hari ini)

Kejahatan terhadap Makanan-Minuman-Obat berbahaya masih terjadi di baik itu hyper market maupun tradisional market, perguruan tinggi hingga sekolah jalanan, di kota metropolitas sampai pelosok pedalaman.

Kejahatan juga masuh terus terjadi di dunia maya. Berupa situs-situs aspal yang menyesatkan dan merugikan pengunanya, kejahatan menggunakan telepon selurar, dan serangan hacker – sampai-sampai World Bank masih diobok-obok olehnya.

Lalu ….

Berbagai bentuk kejahatan sudah ada, masih ada dan akan terus ada disekitar kita. Baik itu kejahatan yang bentuknya nyata maupun tidak nyata. Dilakukan oleh sekelompuk orang maupun perseorangan, pejabat maupun orang biasa. Ditujukan kepada sekelompuk orang maupun perseorangan. Menggunakan teknologi modern maupun tidak menggunakan teknologi. Kejahatan terus berkembang seperti udara dan air, yang dapat hadir mengisi segala bentuk ruang kehidupan,

Maka … WASPADALAH.

Waspada berarti tidak mail-main, berarti memberikan perhatian penuh terhadap apa yang terjadi disekitar dan jeli dalam menangkap segala fakta yang terjadi. Waspada merupakan sifat-sifat yang harus dikembangkan dalam diri seseorang.

Harapanku:

Janganlah ada diantara kita yang menjadi bagian dari kejahatan lepas kejahatan yang terjadi; kemarin-sekarang-yang akan datang.

Dijauhkanlah kita dan keluarga (dilindungi) dari segala kejahatan.

Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Ibrani 3:12