Putaran roda kehidupan manusia selalu diisi dengan keputusan-keputusan. Seumpama sebuah koin namun sisinya tidak satu melainkan ada dua sisinya dan kita harus putuskan sisi mana yang akan kita pilih. Keputusan yang akan kita buat seringkali membuat kita berada pada persimpangan-persimpangan, bahkan persimpangan yang kritis. Oleh karena apa, karena kita adakalanya tidak tahu apa yang akan terjadi diujung keputusan yang kita pilih.

Dapat kita baca pada kitab RUT pasal pertama ayat 1-5, disana diceritakan mengenai sebuah keluarga yang pindah domisili dari Betlehem-Yehuda untuk kemudian menetap di daerah Moab oleh karena adanya kelaparan di tanah Israel. Bethlehem berarti “rumah roti”; Yehuda berarti “Ialah yang dipuji”.

Keputusan untuk pindah memang sepertinya sangat logis sekali, untuk apa lagi tinggal hidup di tanah yang sedang dilanda kekeringan dan kelaparan. Demi kelangsungan hidup keluarga adalah lebih baik pindah ke Moab yang waktu itu lebih baik keadaannya, daripada mati karena kelaparan lebih baik mencari peluang hidup yang lebih baik.

Namun apa yang terjadi di Moab, kepala keluarga – keluarga itu mati. Kedua putranya menikahi wanita Moab, yang bukan dari kelompok orang percaya kepada Allah, yang kemudian matilah juga kedua putranya tersebut. — Kehidupan lebih baik yang direncanakan, diimpikan, dan diharapkan sirna. Semangat yang berapi-api menjadi makin padam. Suami mati, kedua putranyapun mati.

 

Adakalanya oleh karena kita memiliki berlatar belakang keluarga yang mampu, fisik yang sehat dan kuat, referensi yang mendukung, lulusan perguruan tinggi, pekerjaan dan penghasilan yang mantap… kita pikir kita lebih tahu dari Allah mengenai masa depan hidup kita. Melalui pemikiran dan analisa tingkat tinggi, kita seolah dapat memastikan dengan pasti apa yang akan terjadi diujung keputusan yang kita pilih. Ow..ow.. kita menjadi sombong, seolah lebih berhikmat dan lebih bijak daripada Allah pencipta dan pemilik hidup dunia ini.

Yuk kita bertobat dari kebodohan yang keterlaluan itu. Berharap dan mengandalkan Tuhan jauh lebih baik daripada mengandalkan diri sendiri.

 

Apakah ada keputusan-keputusan yang akan Saudara putuskan saat ini?? Datang kepada Allah, berdoalah dan mohon pertolonganNya dalam membuat keputusan yang akan kita pilih.

 

 

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5