Rekan2 Ytk,

 

Sudah sejak beberapa hari yang lalu saya cukup kesulitan mendapatkan air minum kemasan galon di toko-toko sekitar rumah saya. Ditambah lagi dengan berita di koran bahwa sejak Lebaran yang lalu air minum kemasan galon tertentu masih kosong di pasaran, masyarakat sulit untuk mendapatkannya. Sedangkan untuk mendapatkan air minum kemasan galon isi ulang tidaklah sulit, karena tidak jauh dari rumah ada beberapa tempat isi ulang-nya.

Dipermukaan planet bumi tempat kta hidup dan tinggal, air menutupi lebih dari setengah luas permukaan bumi ini. Bisa dilihat menggunakan google-earth, bisa dilihat dari bola dunia (globe) dan buku-buku/foto-foto udara mengenai permukaan buni ini. Tidak hanya ikan dan hewan yang hidup di air saja yang memerlukan air karena ikan dan hewan itu tinggal dan hidup disana, tetapi juga semua makhluk hidup memerlukan air. Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada makhluk hidup dapat hidup lama tanpa air.

Hampir semua orang mengerti bahwa air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, selain makanan dan olah fisik. Komposisi air/cairan di dalam tubuh kita kira-kira sebesar 60 persen hingga 70 persen . Air merupakan kebutuhan esensial yang tidak bisa disintesakan oleh tubuh, sehingga perlu dipenuhi dari luar tubuh. Tidak seperti karbohidrat, lemak, protein; yang bisa disintesakan oleh tubuh.

Maka tubuh lebih rentan terhadap kekurangan air dibanding kekurangan makan, sehingga kebutuhan air mesti cukup, bisa dengan menambah porsi minum air, termasuk susu, sirup, buah-buahan dan makanan yang berkuah. Dan oleh karena air begitu penting untuk tubuh, maka tubuh harus memperoleh cadangan air yang cukup setiap hari.

Idealnya, tubuh minimal mendapatkan air dua liter per hari dari jumlah total cairan yang harus masuk ke dalam tubuh. Jumlah dua liter air ini sering disalahartikan dengan delapan gelas air minum. Padahal, dua liter adalah total cairan yang harus masuk ke dalam tubuh. Jumlah dua liter air minum tersebut tidak semuanya harus diminum. Tubuh bisa mendapatkan air atau cairan dari buah yang banyak mengandung air, contohnya semangka, melon, yang juga bisa mencukupi kebutuhan air. Air sangat diperlukan untuk tubuh, karena tubuh yang kekurangan cairan selain berakibat dehidrasi, dari ringan sampai berat, dapat juga menimbulkan kematian.

Akhir-akhir juga ini banyak pakar kesehatan menyuarakankan untuk “kembali kepada yang alami”, termasuk dalam hal ini Terapi air contohnya.

Air menjadi bagi yang penting bagi tubuh jasmani agar tetap bugar dan sehat. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya setelah tubuh jasmani ini bugar dan sehat – bagaimana dengan tubuh rohani kita? Bukankah tubuh jasmani yang bugar dan sehat tidak dapat menjamin tubuh rohani bugar dan sehat? Lalu apa yang kita butuhkan agar tubuh rohani kita bugar dan sehat adalah “air hidup” yang akan menghidupkan tubuh rohani kita. Dimana kita memperoleh “air hidup” itu, hanya di dalam Tuhan Yesus Kristus. Ia yang empunya “air hidup” dan Ia pula yang dapat memberikannya hanya kepada orang-orang yang diperkenanNya.

Di dalam Kitab Yohanes 4:4-42, disana kita membaca seorang perempuan Samaria (tentu orang-orang lain di kota itupun) datang ke sumur Yakub untuk menimba air. Setiap orang perlu air dan kita juga perlu air, sehingga dimana ada sumber air di Bumi ini kesanalah orang-orang akan datang untuk mendapatkannya. Orang jaman dahulu yang hidup dengan konvensional atau peralatan seadanya, dan kita – orang yang hidup dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu air. Setiap orang disetiap jaman, disetiap tempat dan keadaan perlu air,  tidak hanya “air jasmani” terlebih dari itu perlu “air hidup”.

Tuhan Yesus berkata “Barangsiapa minum air ini akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus sampai selama-lamanya. Sebaliknya, air yang Kuberikan kepadanya akan menjadi mata air di dalam dirinya yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yohanes 4:13-14).

“Air jasmani” tidak dapat memuaskan hidup kita. Hanya satu Air yang dapat memuaskan hidup kita yang bersumber dari Tuhan Yesus yaitu “Air Hidup” yang akan menjadi mata air di dalam dirinya dan terus memancar sampai kepada hidup yang kekal.

Dalam kisah tersebut Tuhan Yesus beralih dari air yang diperoleh dari sumur Yakub kepada air hidup yang akan diberikan oleh-Nya. Mengalihkan dari yang “fana” kepada yang “kekal”. Bagaimana? Dengan menerima Dia sebagai Tuhan-Juru Selamatmu dan “minum air yang diberikannya” (hidup dan menikmati persekutuan denganNya). Atau dengan kata lain menegaskan bahwa manusia tidak akan pernah dapat menikmati hidupnya dengan sejahtera di luar persekutuan dengan Allah, Sang Penciptanya.

Akhirnya tadi pagi sebelum berangkat ke kantor aku mendapatkan air minum kemasan galon untuk dinikmati. Lebih dari itu akupun bersyukur,… “Air Hidup” sudah diberikannya kepadaku untuk kunikmati dan selayaknyalah kubagikan juga kepada orang-orang lain disekitarku, agar mereka juga menikmati “Air Hidup” yang menjadi kebutuhan utama setiap manusia. Aku diingatkan-ditegor untuk kembali bersekutu denganNya, lebih lagi.

Kiranya Tuhan Yesus menolong saya dan rekan2 untuk taat bersekutu denganNya. Amin.

 

 

TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Yesaya 58:11