Hari ini, Senin 27 Oktober 2008 pukul 05.50 WIB di Tarutung, Opung kami tercinta “Opung Parulian Sinaga” kembali kepada Bapa di Sorga dalam usia lanjut, 90 tahun lebih. Di dalam kitab Ayub 1:21 “… TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!“. Sekali lagi… terpujilah Tuhan.

Dalam beberapa waktu belakangan ini Opung kami sakit. Namun kami bersyukur semua anak-anaknya, laki-laki dan perempuan lengkap (Tarutung, Samosir, Jakarta, Bandung), sudah berkumpul dan memberikan kekuatan melalui kehadiran-kebersamaan mereka meski dalam seminggu terakhir. Opung beserta anak-anaknya sudah makan dan berdoa bersama di rumah Bapauda Drs. Janter Sinaga di Sipaholon, Tarutung, Sumatera Utara.

Saya mewakili cucu-cucu yang lain, pasti bersedih ditinggal Opung kami yang tercinta. Padahal kerinduan kami agar Opung dapat ke Jakarta, karena di sini lebih banyak cucu-cucunya (pahoppu, nini dohot nono na). Pelayanan dan kasih sayang Bapauda dan keluarga di Tarutung amat baik kepada Opung, namun jika bisa ke Jakarta setidaknya kami akan memberikan suasana yang beda, semoga Opung dapat senang di masa tuanya, dekat dengan keluarga Amangboru di Bandung ataupun Lae di Jogyakarta.

Namun ternyata Bapa di Sorga terlebih sayang kepada Opung kami, Ia tidak mengijinkan Opung berlama-lama menderita sakit di masa tuanya dan memanggil Opung kami pulang ke Sorga bertemu Bapa dan Opungboru yang terlebih dahulu pulang.

Kami bersyukur Bapa mengasihi Opung kami, anak-anaknya dapat menemani Opung diakhir masa tuanya, dan kami cucu-cucunyapun diberkati oleh Tuhan.

Di dalam setiap pergumulan yang kami hadapi merupakan kesempatan untuk percaya bahwa Allah turut bekerja mendatangan damai sejahteraNya. Amin

Selamat jalan Opung. Suatu saat nanti kita pasti bertemu dengan penuh syukkur dan sukacita, di Sorga yang kekal.

 

 

Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Mazmur 116:15