waktuKemarin malam aku menemani Kasih untuk belajar Matematika dengan bahasan menghitung jarak dan waktu. Untuk menghitung jarak misalnya 1 km = … m = … dm = … cm. Lalu dalam menghitung waktu misalnya 1 hari = … jam = … menit = … detik. Mmm soal-soal yang ditanyakan bervariasi, namun dasarnya seperti itulah dan jika kita memahami dasarnya teorinya maka akan mudah menyelesaikan soal-soal yang ditanyakan.

Mulanya bagi saya bahasan menghitung seperti di atas merupakan hal yang sederhana, namun kemudian ternyata ada hal yang menarik perhatianku yaitu bahasan menghitung waktu, misalnya 1 hari = 24 jam, 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik; pertanyaannya dalam 1 minggu selama berapa jam? Jawabnya adalah 1 minggu = 7 hari, dan karena 1 hari = 24 jam maka 7 hari (seminggu) = 7 hari x 24 jam, didapatkan 168 jam.

Di dalam kurun 168 jam;

a.       rata-rata tidur malam selama 6 jam, maka jumlah tidur malam dalam 1 minggu = 7 hari x 6 jam = 42 jam;

b.      rata-rata lama bekerja dalam berikut transportasinya selama 13 jam, maka lama bekerja berikut transportasinya dalam seminggu = 5 hari x 13 jam = 65 jam;

c.       misalnya waktu pribadi untuk aktifitas diluar kantor dan rumah seperti kongkow dengan teman, tetangga dll pada hari sabtu-minggu = 5 jam x 2 hari = 10 jam;

Maka jika yang dihitung adalah hanya ke-3 variabel diatas maka dijumlahkan menjadi 42 jam + 65 jam + 10 jam = 117 jam. Jika dalam satu minggu 168 jam dikurangi 115 jam didapatkan sisa 51 jam (belum termasuk nonton berita/film, membaca koran/buku dan aktifitas rumah tangga lainnya). Jika dirata-ratakan perhariannya maka dapatkan sekitar 7 jam 15 menit-an atau hampir sama dengan dalam sehari ada waktu diluar 3 variabel diatas.

Berhenti…berhenti.. stop.. aku tidak mau berhitung lagi. Kucoba menghitung waktuku dengan rumusan ngejelimet dan kupikir-pikir tidak terlalu penting. Karena yang lebih penting daripada menghitung–hitung besaran waktu yang kumiliki dan sisanya adalah apakah waktu yang telah dipercayakanNya kupakai dan pergunakan dengan baik dan optimal.

Bagaimana waktu pribadiku dengan Sang Khalik; dalam membaca, mempelajari, memahami, merindukan firmanNya untuk memenuhi bejana hidupku? Bagaimana waktuku dalam menyembah, bersyukur kepadaNya dan bersyafaat bagi pelayanan dan sesama? Bagaimana waktuku untuk istri dan anak-anak yang dipercayakannya? Bagaimana waktuku dalam melakukan hal positif  lainnya… apakah sudah kukerjakan dengan bijaksana dan dapat kupertanggungjawabkan?

Aku tahu pasti bahwa setiap kesempatan melewati waktu yang diberikanNya kepadaku, Ia mememeliharaku dengan ajaib. Dan melalui pelajaran sederhana sewaktu menemani putriku belajar, Ia menegur dan sedang mengevaluasi penggunaan waktuku… kusadari dan mau bertobat, menggunakan waktu kedepannya dengan lebih benar dan bijaksana. Tuhan.. tolong saya. Amin.

 

 

I Petrus 4:5 Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.