yesus-dibukitKewajiban Orang Percaya

 

1.      Kewajiban Untuk Mengasihi Allah

Secara fisik setiap manusia terlahir ke dunia ini tanpa sesuatu di tangannya, namun secara rohani Allah telah memberikan karunia rohani yang memungkinkan kita dapat mewujudkan kehidupan yang berarti. Terlepas Allah seolah-olah tidak berbuat apa-apa sewaktu tantangan dan pegumulan menyerang kehidupan kita, namun tetaplah DIA sumber segala sesuatu.

Karena tetaplah Allah sumber segala sesuatu maka hendaknya membawa kita secara sadar untuk berespon untuk mengasihi Allah. (Ulangan 6:1-9)

 

2.      Kewajiban Untuk Mengasihi Orang Lain

Bayi yang baru lahir adalah makhluk yang paling lemah sehingga memerlukan perhatian dan perawatan dari orang lain, jika tidak demikian bayi tersebut akan mati. Sekarang setelah dewasa, dapat berdiri sendiri  dan memiliki segala sesuatu yang dapat diandalkannya seperti : pendidikan, kemampuan ekonomi dan pekerjaan yang mapan serta lainnya, setiap orang tidak terlepas dari orang-orang disekitarnya dan diharuskan juga untuk mengasihi mereka. Tuhan berfirman untuk mengasihi sesama manusia, jika tidak maka kita disamakan dengan Pendusta (1 Yoh. 4:20)

 

3.      Kewajiban Untuk Mengasihi Diri Sendiri

Pada mulanya kita diciptakan dengan indah dan sempurna oleh Sang Khalik menurut gambar dan rupanya (Kej. 1:26), selanjutnya kita menjadi Bait Allah (I Kor. 3:16-17), dengan demikian kita berkewajiban untuk juga mengasihi diri sendiri (Mat. 22:34).

Mengasihi diri sendiri atau tubuh bukan dengan menjualnya kepada dosa, minuman keras, racun nikotin dan hidup sesukanya; melainkan dengan mempersembahkan diri/tubuh sebagai korban yang hidup, suci dan berkenan bagi Allah (Roma 12:1).

 

Tujuan utama kehidupan sejak lahir hingga mati adalah agar kehidupan berguna dalam pengabdian kepada Allah, sesama dan diri sendiri. Amin.

 

 

Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Matius 22:37

Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Matius 22:39