kalajengking1Lagi-lagi dunia di hentakkan oleh suatu tindakan yang mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat dunia, dengan istilah kerennya yaitu tindakan terorisme. Kali ini yang dihentak adalah kota Mumbai di India. Serangan itu mengakibatkan banyak nyawa manusia melayang, menciderai lebih banyak lagi orang dan menyandera orang-orang lainnya; dimana tentunya sebagian besar para korban tersebut tidak mengerti apa-apa yang sedang terjadi. Mereka hanya menjadi korban dari suatu kejahatan yang sungguh-sungguh jahat.

Kenyamanan dan keamanan dunia yang baru-baru ini cukup bisa dinikmati ternyata hanya sekilas saja. Masyarakat dunia secara luas kembali terusik. Setiap ada tindakan terorisme selalu diikuti dengan tindakan pengamanan oleh pemerintahan dunia dan lokal setiap negara. Apakah pola ini akan terus berulang? Peningkatan pengamanan sepertinya selalu terlambat satu-dua atau beberapa langkah dibelakang tindakan terorisme.

Lalu bagaimana dengan kita sebagai Orang Percaya?

Satu hal yang pasti, Allahku adalah Allah yang berdaulat di atas segala sesuatu, di sepanjang sejarah ciptaanNya. Pimpinan Allah yang mutlak atas diri manusia, alam semesta dan umat. Meskipun kok seolah-olah Ia tidak berbuat apa-apa, hmm… itu adalah pikiranku yang picik dan tunduk kepada si Jahat. Yang seharusnya keluar dari kesadaran hati dan pikiranku adalah “Apa yang Tuhan kehendaki melalui peristiwa-peristiwa tersebut? Apa yang IA ingin Orang-orang Percayakan kerjakan? Dan bukan menuntut-nuntut Dia, Sang Pencipta. Siapakah aku sehingga dapat menilai DIA?

Yang perlu dilakukan adalah berseru kepada Allah Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”. (Mazmur 90:12) Yang dapat menimbang-nimbang, dapat memahami, dapat mengerti dengan benar; bukan berdasarkan pemikiranku tetapi pimpinan RohNya di dalam hidup.

Seumpama guru dan murid. Ia adalah Guru yang Agung dan Mulia, empunya segala hikmat dan pengetahuan. Dan kita sekalian sebagaimana murid; yang bertugas mendengar dan melakukan kehendakNya, setia belajar dan siap diuji sesuka-kehendakNya, dan merindukan hikmat-pengetahuanNya yang mulia. Memang kita diciptakan bukan sebagai Robot yang terprogram namun memiliki kebebasan untuk berkreasi dan mengeksplorasikan segala potensi diri yang berasal dari Dia. Tetapi kebebasan itu harus diikuti dengan tunduk mutlak akan pimpinanNya.

Paulus mengingatkan dengan keras bahwa ada “tipu muslihat Iblis” yang akan menyeret hidup kita semakin jauh dari Tuhan dan firmanNya dan “hari yang jahat” yang akan “membunuh dan membinasakan” (Yoh. 10:10) kehidupan setiap orang. Oleh sebab itu kita harus “mengenakan dan mengambil perlengkapan senjata Allah” dengan “tetap berdiri”. Dan kemudian kitapun “mengadakan perlawanan” (Ef. 6:11-13). Tidak berpasrah menyerah kepada keadaan tanpa melakukan apa-apa.

Bijaksana bersumber hanya dari Allah. Ia yang memberikan kebijaksanaan (Amsal 1:4)  yang harus dipahami dengan benar (Amsal 2:11), maka janganlah kebijaksanaan itu menjauh dari hidup kita, peliharalah (Amsal 3:21) serta peganglah itu (Amsal 5:2).

 

tobas-144Sobat, banyak orang diluar sana saling menyalahkan satu dengan yang lainnya; menuduh, mencerca dan mengutuki.  Kupikir seharusnya tidak ada satu orangpun yang secara sadar menyetujui adanya adanya tindakan terorisme. Kalaupun ada, sulit sekali kumengerti entah terbuat dari bahan apa hati dan pikirannya. Kok bisa ya?!  Memang Alkitab menuliskan bahwa “segala kecenderungan hati manusia selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5). Semoga jauhlah hal itu dari kita Orang Percaya.

Menyikapi hal diatas, mari kita saling memperhatikan satu dengan yang lain dengan Kasih yang dari Sorga, menguasai diri (hati-pikiran-kehendak) dengan ketat seturut pimpinanNya dan menjadi kesaksian yang hidup bagi lingkungan-masyarakat sekitar kita. Tidak ikutan-ikutan emosional menyikapi hal-hal sejenis, melainkan senantiasa menghadirkan kedamaian dan sukacita dimanapun kita ada. Ungkapkan kegalauan hati dengan benar dan bijaksana dengan tidak menimbulkan syak bagi orang lain dan masyarakat. Pohonkan hikmat dan bijaksananya senantiasa, agar tercipta kedamaian, kenyamanan dan keamanan.

Semoga Tuhan menolong setiap kita, Orang Percaya. Menolong orang-orang yang gagal menguasai dirinya untuk bertobat dan kembali kepada jalan yang benar. Ya Tuhan tolonglah kami.

 

 

 

Dan inipun datangnya dari TUHAN semesta alam; Ia ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan. Yesaya 28:29