j0438532Hari Kamis tanggal 4 Desember 2008 adalah hari pertama anak-anak (Kasih dan Mikhael) mengikuti Ulangan Tengah Semester dan saya cuti untuk mengantar-menjemput dan menemani mereka belajar di rumah. Waktu yang berjalan seperti berlalu dengan singkat. Setelah sedikit beres-beres rumah dan mempersiapkan bahasan pelajaran sebagai bahan belajar sepulang sekolah, kujemput anak-anak ke sekolah jam 9.45 WIB karena pikirku anak-anak selesai ujian jam 10.00 WIB ternyata Mikhael jam 10.15 WIB dan Kasih jam 11.00 WIB. Rasanya bagaimana gitu… waktu 15-45 menit sangat berarti untuk mempersiapkan bahasan pelajaran anak-anak untuk mengulang pelajaran yang lalu dengan lebih lengkap lagi, namun itu konsekuensi yang kudapatkan karena tidak menyimak jadwal dengan baik. Coba akau menyimak jadwal mereka, tentu waktu-waktuku akan dapat lebih berisi lagi.

Setelah anak-anak selesai ulangan dan kami berkumpul, aku bersyukur langit tidak lagi gerimis, kami bersiap-siap pulang menggunakan motor dengan sukacita. Dalam perjalanan pulang kutanyakan beberapa hal kepada mereka mengenai ulangannya dan bagaimana anak-anak menyelesaikan soal-soal yang diujikan, dengan antusias dan optimis anak-anakku menjelaskan bahwa mereka dapat mengerjakannya. Dalam hati kembali aku bersyukur dan menyerahkan hasil belajar dan apa yang anak-anak kerjakan kepada Tuhan.

Setiba di rumah kuberikan kesempatan kepada anak-anak untuk segera membersihkan diri agar segar, makan siang dan menonton acara anak-anak di televisi (tidak terlalu lama tentunya) sebagai waktu santai mereka dari kepenatan ulangan dan perjalanan tadi. Anak-anak cukup kooperatif melaksanakan instruksi yang kusampaikan. Setelah habis waktu yang kuberikan untuk bersantai kami kembali belajar, mengulang pelajaran yang akan diujikan besok hari sekitar 1 jam kemudian kami tidur siang bersama. Kembali kunikmati anugerah Tuhan, kami dapat beristirahat dan tidur siang bersama.

Hingga malam hari sungguh kunikmati kebersamaan dengan anak-anak; makan, beraktifitas di rumah dan belajar bersama. Meski tentu ada juga laa segelintir gemes karena anak-anak tidak setanggap yang kupikirkan (tentu laa, anak-anak lebih suka bermain-nonton acara televisi daripada belajar).

Melalui aktifitas kemarin aku diingatkan beberapa hal mengenai Keputusan, yaitu:

a.   Perhatikan setiap informasi yang ada dengan baik, jangan menyepelekannya. Putuskan!!

b.  Optimalkan setiap waktu yang masih ada dengan baik dan bermanfaat. Putuskan!!

c.   Mempersiapkan setiap sesuatu jauh lebih baik daripada tidak mempersiapkannya. Putuskan!!

d.  Waktu yang berjalan tidak selalu mulus, ada kalanya terdapat segelintir/krikil yang mengganggu. Namun kuasai diri daripada dikuasai olehnya. Putuskan!!

e.   Tuhan mengadakan segala sesuatu dengan maksud yang baik, maka bersyukur dan berharap kepada pertolongannya adalah satu keputusan. Putuskan!!

 

Bagaimana dengan hal-hal lainnya; mungkin ada pergumulan pribadi/rohani, keluarga, ekonomi, study, dan lain sebagainya. Keputusan kita saat ini untuk setiap keadaan merupakan melandasi dan menentukan nilai akhirnya. SETIAP KEPUTUSAN, PUTUSKAN DENGAN BENAR.

 

 

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. I Korintus 15:58.