ancol02_04aKemarin pagi seorang rekan menyampaikan kepadaku bahwa memulai aktifitas kerja dengan optimis yang tulus merupakan hal yang baik sekali. Namun mengapa ada beberapa rekan lain yang kesulitan melakukannya?

Optimis menurutku adalah sikap positif dalam menghadapi apapun yang akan terjadi; meskipun ada hal ‘tidak baik’ di depan sana – tetap melihat ‘peluang’ sebagi solusi dari hal tersebut. Terlebih lagi jika hal yang di depan sana ‘baik’, kekuatan dari sikap optimis akan lebih mendorong semangat diri menjadi makin baik. Juga membuat fisik lebih sehat dan lebih bugar dibandingkan rekan lain yang ‘optimis remang-remang’.

Optimis yang tulus dalam hal ini adalah sikap optimis yang dengan sadar dan sungguh-sungguh, yang keluar dari diri seseorang. Memang bisa saja seseorang ‘seolah-olah’ menjadi optimis… namun itu hanya topeng dan bukan optimis yang sebenarnya. Itu hanya mengelabui orang lain dan juga diri sendiri tentunya. Beberapa ciri orang yang optimis adalah ceria, bersemangat dan pantang menyerah, memberikan aura positif  kepada sekitarnya.

Kesulitan, tantangan dan hambatan pasti ada di segala aspek kehidupan yang kita jalani ini. Namun yang menjadi masalah apakah ‘optimis’ juga ada dan mendrive di dalam hidup kita? Ataukah kesulitan, tantangan dan hambatanlah yang ada dan mendrive hidup kita? Optimis lebih baik daripada tidak optimis!!

Maka mari kita senantiasa memulai segala sesuatu dengan optimis yang tulus. Kualitas juara ditentukan oleh bagaimana ia berlatih dan bagaimana ia menjalani pertandingannya. Demikian juga dengan kita hari ini, kemenangan/kesuksesan hari ini dimulai dengan bagaimana kita melatih diri untuk senantiasa optimis dan sewaktu memulai/melakukan segala tugas-tanggung jawab juga dengan dilakukan dengan optimis.

 

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Filipi 3:13, 14