puzzle1Melihat dan membaca mass media sekarang-sekarang ini banyak kali disebutkan kata ‘kelangkaan’. Hingga kemarin malam, saya mendengar langsung bahwa gas 3 Kg dan 12 Kg sulit didapatkan oleh masyarakat. Sedangkan versi pemerintah mengatakan dalam siaran televisi mengatakan bahwa yang terjadi bukan ‘kelangkaan gas’ tetapi terlambatnya pasokan dari Pertamina kepada distributor hingga pengecer. Pendapatku: Apa bedanya masyarakat sulit mendapatkan dengan terlambatnya pasokan?? Toh intinya pada saat masyarakat membutuhkan gas – dan stok tidak ada…

Setali tiga uang dengan demonstrasi yang sedang terjadi di berbagai pelosok negeri ini. Beberapa contoh misalnya : pelaksanaan Pilkada yang tidak jujur sehingga yang terjadi adalah bentrokan fisik di lapisan antar kelompok masyarakat, demo agar hukum di Indonesia tidak tebang pilih yang melindungi orang/kelompok tertentu, demo pekerja-buruh mengenai peraturan/perundangan ketenaga-kerjaan yang lebih memihak pengusaha, juga RUU-RUU baik yang belum selesai ataupun yang sudah disahkan – yang adakalanya malah tidak menyelesaikan suatu malah menambah permasalahan baru; semakin memperlihatkan ‘kelangkaan’ peranan para pemimpin negara yang membela kepentingan rakyat.

Menurutku ‘Kelangkaan’ adalah kondisi dimana tidak ada atau tidak tersedianya sumber daya yang cukup untuk memenuhi suatu kebutuhan pada suatu waktu tertentu. Baik itu kebutuhan tubuh jasmani (fisik), jiwa (non fisik) dan rohani.

Kebutuhan fisik misalnya adalah sandang, pangan, papan, keamanan, hiburan/rekreasi, olah raga dan lainnya yang berhubungan dengan fisik. Kebutuhan non fisik seperti pendidikan, kenyamanan dan penghargaan dari orang sekitar. Dan terakhir kebutuhan rohani yang hanya bisa diisi dengan hal-hal rohani seperti ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bukankah beberapa detail diatas sering kali menjadi ‘langka’ dalam kehidupan yang kita jalani ini. Baik itu oleh karena yang disengaja atau yang tidak disengaja (intimidasi, situasi-kondisi yang force major) ataupun karena hal-hal lain.

Puji syukur kepada Tuhan yang memelihara setiap Orang Percaya, meskipun disekitar kita ada terlalu banyak ‘kelangkaan’ yang sering kali membuat hidup menjadi tidak nyaman, … namun kasih dan anugerahNya tidak pernah ‘langka’ – selalu berlimpah dan disediakan bagai setiap orang yang percaya kepadaNya. Yang hidupnya menaati perintah dan hukum-hukumNya serta menjauhi laranganNya.

Mungkin ada banyak juga orang-orang merasakan ‘kelangkaan-kelangkaan’ kehadiran kasih dan anugerah Tuhan didalam hidupnya. Mereka merasa/pikir kasih dan anugrerah Tuhan seakan-akan tidak hadir didalam pergumulannya. Mereka merasa berjuang seorang diri. Seolah-olah kehilangan kepingan puzzle dari sekian puzzle yang tersedia untuk membentuk suatu gambar yang indah.

Namun apa yang mereka rasakan/pikirkan itu tidak benar, karena kasih dan anugerahNya selalu tersedia dan cukup bagi setiap Orang Percaya. Masak sih Ia Allah yang menciptakan kita bisa lalai mencukupkan dan memelihara ciptaanNya.

Melalui perayaan dan ibadah Natal kita diingatkan bahwa Ia telah menyatakan “begitu besar kasih Allah kepada dunia ini”, Imanuel – Allah menyertai kita.

Bangsa ini memerlukan kehadiran dan peran serta aktif Orang-orang Percaya yang mengadakan pembaharuan. Pembaharuan itu dimulai dari Orang Percaya yang menyerahkan hidupnya diperbaharui oleh Tuhan.

Mari kita mengubah hidup lama yang di-drive oleh perasaan/pemikiran diri sendiri menjadi hidup baru yang dipimpin oleh Roh dan firmanNya waktu demi waktu. Senantiasa menikmati bahwa Imanuel itu sungguh-sungguh nyata dan bekerja bersama-sama di dalam hidup kita. Amin

 

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Yesaya: 7:14

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita. Matius 1:23