decisionSepanjang kehidupan, kita selalu disodorkan pilihan-pilihan dan setiap kita harus dapat menentukan pilihannya yang tepat dan benar. Melalui perikop Wahyu 3:14-22 kita diajarkan bagaimana orang Jemaat di Laudikia membuat suatu keputusan.

Dalam ay. 20, hati dan jiwa manusia diibaratkan dengan ‘rumah’ dimana setiap orang menjadi raja di istana kehidupannya. Dimuka pintu, berdirilah TuhanYesus Kristus sambil mengetuk dan Ia hendak masuk. Kita harus putuskan, mempersilahkan Tuhan masuk atau membiarkanNya tetap di luar.

ty-berdiriUntuk menjelaskan keputusan yang harus diambil, kita gunakan metode eksposisi/penggalian dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan, sbb:

1.  Siapakah yang tinggal di dalam rumah itu?

Kita, tiap orang yang penuh dengan dosa dan kelemahan. Meskipun Laudikia merupakan kota pusat ekonomi, pusat tekstil dan kedokteran, Allah menegur mereka dengan sebutan “melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang “ (ay.17) oleh karena mereka “suam-suam kuku” (ay.16) dan “pongah” (ay.17).

Rasa puas dalam diri menahan kita untuk mencari persekutuan dengan Kristus. Tanpa Kristus kita akan “melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang “.

 

2.  Siapakah tamu itu?

Dia adalah Tuhan Yesus Kristus. KemuliaanNya terlihat di Wahyu 1:12-20. Tidak dapat terbayangkan mengapa Ia datang kepada kita yang berdosa dan penuh kelemahan ini?

 

3.  Apa yang Ia perbuat?

Dia berdiri di muka pintu dan mengetuk, artinya Ia datang diambang hati kita dan Ia ingin kita mengetahui kedatanganNya. Menunjukkan kerendahan hatiNya dan kebebasan manusia untuk membuat keputusan menanggapi kehadiranNya.

 

4.  Apa yang diinginkanNya?

Ia ingin masuk untuk menjadi Tuhan dan Juru Selamat. Ia ingin membersihkan, memperbaharui dan melengkapi hidup kita menjadi baru. Jika Tuhan Yesus sudah masuk di dalam hati kita, percayakan dan serahkan seluruh hidup kepada pimpinanNya.

 

5.  Keputusan apa yang harus dipilih?

Ay. 22, kita harus “mendengarkan” dan memperhatiakn suaraNya. Membuka pintu untuk Kristus merupakan tindakan percayai Dia sebagai Juru Selamat dan bukti penyerahan diri kepada Dia sebagai Tuhan.

 

Disebelah manakah dari pintu hati kita Tuhan Yesus berdiri? Di dalam atau di luar !.

 

 

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. Wahyu 3:20