ydombaSabtu pagi kudapatkan berita dari ibu Gembala bahwa pak G. Ambarita, tulang aku, krtis di Rumah Sakit. Segera kutelpon keluarganya dan memang demikian, kami (aku dan keluarga) berencana menuju ke RS setelah kami menghadiri acara salah satu rekanku. Siang harinya, tepat dibelakang rumah kawanku tersebut, diberitakan bahwa tulangku tersebut telah kembali kepada Bapa di Sorga. Setengah tidak percaya kutelepon keluarga yang bersangkutan dan menyampaikan bahwa berita itu benar. Namun karena satu hal, malam harinya kami tidak dapat mengikuti Kebaktian Penghiburan di rumah.

Pak G. Ambarita sudah cukup lama kukenal, malah sejak Sekolah Minggu aku sudah mengenalnya. Diawal pelayanan gereja kami GKAI Ciputat, beliau pencari jiwa yang handal dibantu dengan istrinya, khususnya di POS PI Mawar.

Hari ini direncanakan pukul 15.00 WIB akan dilakukan Ibadah Tutup Peti di Metro-Parung untuk kemudian dikebumikan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan. Kiranya Tuhan terus memimpin keluarga yang ditinggalkan; istri, anak, cucu dan menantu. Memberikan penghiburan dan pengharapan yang sejati. Nama Tuhan terus dipermuliakan.

 

Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.” Wahyu 14:13