gigi1Semalam, Kamis 15 Januari 2009, sewaktu aku menelepon ke rumah, Mikhael mengangkat telepon dan menyampaikankan suatu hal dengan antusias. Apa itu… ia sampaikan bahwa “giginya ada yang goyang”. Hmm bukankah biasanya seorang anak kecil akan ketakutan atau bersedih jika giginya ada yang goyang dan akan tercabut?.

Setiba di rumah, Mikhael belum tidur dan menunjukkan gigi seri-nya yang goyang, istriku berkata bahwa ia menanyakan kapan akan ke dokter gigi agar giginya segera dicabut dan jawabnya tidak perlu ke dokter, karena sebelumnya dokter gigi keluarga kami sudah pernah mengajarkan kepada anak-anak cara merawat gigi dan apa yang harus dilakukan jika gigi goyang. Mikhael sudah mengetahui bahwa jika giginya tercabut kemudian akan tumbuh gigi baru yang lebih baik.

Kami rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter gigi dan dokter tersebut dapat memberikan penjelasan sederhana yang dapat dipahami kepada anak-anak mengenai perawatan gigi yang sehat. Juga kami memiliki kenalan dokter gigi yang dikenal oleh anak-anak, sehingga jika ada keluhan, kami memotivasi dan mendampingi mereka untuk bertanya kepada dokter gigi rekan kami.

Bagi Mikhael, kejadian giginya goyang  merupakan hal pertama dan menjadi suatu pengalaman baru baginya, dimana sebelumnya tidak pernah ada masalah dengan giginya. Namun ia kelihatan siap menghadapi pengalaman barunya.

tanganBagaimana dengan kita, apakah kita berani menghadapi pengalaman baru yang bagi orang lain mungkin menjadi hal yang “menakutkan”? Melalui kejadian ini saya kembali belajar dan diingatkan bahwa berani atau tidaknya kita menghadapi pengalaman (tantangan) yang baru adalah tergantung pada kesiapan kita menghadapinya. Maka perlulah kiranya kita untuk terus belajar dari banyak hal yang sebenarnya telah tersedia disekitar kita; bisa melalui internet, diskusi, buku-buku dan pengalaman orang lain.

Mari kita hadapi berani pengalaman/tantangan yang baru dengan tidak takut namun optimis bahwa kita juga dimampukan untuk itu. Tidak ada pengalaman/tantangan baru yang terlalu menakutkan asalkan kita telah mempersiapkan diri sebelumnya.

Selamat dan sukses menghadapi pengalaman dan tantangan!!!

 

 

II Timotius 4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.