barcodeBerikut kutipan berita-berita hari ini :

Berita “Kawasan Kelapa Gading Banjir”, menjadi berita yang biasa,… kemarin-kemarin juga pernah banjir. Padahal kawasan ini merupakan salah satu kawasan elit di Jakarta,

Berita “Depo Plumpang Terbakar”, menjadi berita yang biasa… kemarin-kemarin juga pernah banjir. Padahal kawasan ini merupakan Depo Minyak Pertamina terbesar di Jakarta, sebagi penyalur utama minyak ke seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Berita “Bus TransJakarta Koridor II Tidak Beroperasi”, menjadi berita yang biasa,… beberapa waktu yang lalu juga Bus TransJakarta tidak beroperasi. Padahal Bus TransJakarta merupakan barometer transportasi di ibukota Negara, Jakarta, yang seharusnya diupayakan seoptimal mungkin melayani moda transportasi di Jakarta.

Berita “Ruas Jalan Tidak Bisa Dilalui” menjadi berita yang biasa,… lagi-lagi yang disalahkan adalah si-AIR menempati wilayah yang bukan seharusnya ia berada. Padahal kita semua tahu bahwa sifat air adalah mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Maka jika jalanan lebih rendah dari tempat lainnya, ya tentulah air akan menggenangi jalanan tersebut.

 

Jika dulu/beberapa tahun yang lalu jika ada berita “Banjir di…”, “Depo Terbakar”, “Bus TransJakarta”, “Jalanan Tergenang” dapat menarik pembaca untuk mengetahui lebih mendalam lagi dan membuat pembaca penasaran atau ada “suatu gejolak” di dalam diri pembaca… namun sekarang tidak lagi. Penikmat berita mungkin sudah “kapalan” menerima informasi-informasi yang demikian sehingga tidak ada lagi “suatu gejolak” di dalam dirinya. Pembaca sudah terbiasa membaca berita mengenai bencana A, tragedi B, kesulitan C, kecelakaan D, dan seterusnya berita yang isinya hanya masalah demi masalah.

arahLalu bagaimanakah seharusnya dengan kita? Apakah kita juga akan bersikap biasa-biasa saja, tidak melakukan sesuatu atau malah cuek saja? Disalah-satu bagian dalam dirikupun kita ingin seperti itu. Anggap saja sebagai hal yang biasa, toh kita tidak mengenal mereka dan-atau melepaskannya kepada pemerintah daerah yang akan memikirkan solusinya. Namun di bagian lain di dalam diri kita berkata harus melakukan sesuatu yang berarti. “sok/terlalu idealis”…” hari gene masih idealis? Cape deh…”, mungkin itulah pendapat yang akan kita terima.

Kita berbuat sesuatu adalah lebih baik daripada tidak berbuat apa-apa. Yuk kita mulai dari komunitas kita untuk melakukan sesuatu bagi lingkungan dimana kita ada.

 

Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.