webBeberapa hari belakangan ini (mungkn tidak banyak rekan2 yang membacanya) di Koran POSKOTA halaman 1 bagian kiri bawah menceritakan keadaaan yang terjadi di masyarakat sekitar kita yaitu penggunaan kemajuan teknologi informasi yang tidak pada tempatnya, dimana kemajuan teknologi ini bukan mendorong orang untuk melakukan hal-hal positif yang membangun diri dan masyarakat sekitarnya…eh ternyata digunakan untuk hal-hal yang negatif.

Hal apakah itu? Kita tentu mengetahui situs/blog yang bersifat umum seperti youtube, friendster, reunion, wordpress, facebook, yang saya tahu dari desclimer bahwa kita menyepakati bahwa situs/blog tersebut akan digunakan dengan baik sesuai perundang-undangan yang berlaku di negara yang bersangkutan. Sedangkan penyelenggara hanya memaintenance dari sistemnya dan tidak bertanggungjawab terhadap isi dari situs/blog tersebut.

Namun apa yang terjadi, kenyataan bahwa isi dari situs/blog sering bahkan banyak yang melanggar kesepakatan diatas. Hal-hal itu seperti berisi pencemaran terhadap agama/kepercayaan orang lain (ingat pemberitaan “Kartun Nabi” misalnya), berisikan hal-hal pornografi dan pornoaksi,  pemberitaan kosong/tidak berguna dan lainnya yang tidak bermanfaatlah.

Kembali ke isi berita disalah satu koran di atas, melalui kemudahan koneksi internet mengunakan handphone… dampak tidak baik mulai atau bahkan sudah merasupi banyak orang, tidak hanya orang tua… demikian juga orang muda. Hanya dengan membuat profile singkat di Y!M, fs dan fb, menyertakan photo/gambar pribadi, kemudian dihubungi/menghubungi seseorang.. diakhiri dengan transaksi (maaf) esek-esek.

Mau dibawa kemana “masyarakat digital” ini kedepannya?

Perlu terus disuarakan segala informasi hal-hal mengenai pengetahuan dan penggunaan teknologi informasi pada tempat seharusnya. Baik melalui iklan-iklan layanan masyarakat, mass-mass media, lembaga pendidikan hingga lembaga keluarga, sebagai kelompok terkecil didalam masyarakat. Pendidikan dan nasehat agar kemajuan teknologi informasi dipergunakan dengan benar dan tepat, yang membangun diri sendiri juga masyarakat sekitarnya.

Lembaga-lembaga pemerintah terkait seyogyanya mengeluarkan peraturan atau perundangan yang mendidik, bukan menakut-nakuti atau sekedar mengancam dengan hukuman saja. Sebagai orang tua menasehati dan mengawasi, (pada batas mengawasi dan bukan intervensi) anak-anak dalam menggunakan kemajuan teknologi informasi, agar anak-anak tidak terjerat atau terpenjara oleh karena penggunaan yang salah.

Semoga Tuhan menolong semua pihak yang terkait untuk bersinergi menanggulangi kejahatan dan mendidik pada pencerahan penggunaan teknologi.

 

Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. I Korintus 6:12.