Perikop    :  Ibrani 12:14,15

Tema       :  Kepahitan Hidup harus dibuang!

 

Kepahitan bisa diartikan dengan kejadian hidup yang tidak enak atau tidak menyenangkan. Hal ini berhubungan dengan kejadian yang menyakitkan, memalukan, merugikan, membohongi, mencelakan diri, dan semua hal yang membuat diriku merasa tidak enak.

 

Beberapa hal yang menyebabkan sulitnya menghilangkan kepahitan, yaitu:

1.       Sulit Mengampuni

2.       Pola hidup yang sesuka hati

3.       Tidak hidup dalam persekutuan

 

Bagaimana menghilangkan kepahitan, ada 3 hal yaitu :

1.       Hidup damai kepada semua orang dengan mengampuni

a.       Keteladan Yusuf yang mengampuni saudara-saudaranya. (Kej. 50:17)

b.       Keteladan Tuhan Yesus yang mengampuni dan berdoa bagi orang-orang yang menyalibkannya (Luk. 23:34)

c.       Perintah firman Tuhan untuk mengampuni (Mat. 18:21-35; Luk. 17:3-4)

2.       Hidup dalam Kekudusan

Melalui kasih karunia Allah, oprang percya dikuduskan. Dikuduskan artinya disucikan, diceraikan dari segala yang jahat dan najis (2 Taw 29:5, 15-18; Im. 11:14; 20:7; 1 Taw. 15;12, 44; Kel. 19:20-22; 1 Taw 4:3,7; 5:22-23; Ibr. 9:13)

Tidak ada kesucian di dalam diri manusia dan sumber kesucian hanya Allah sendiri.

Bagaimana seseorang dikuduskan:

a.       Melalui firman Tuhan (Yoh. 17:17; 15:3)

b.       Oleh darah Yesus (Yoh. 1:7)

c.       Oleh iman (Kis. 26:18; 15:9; Kol 1:21-23)

3.       Hidup dalam Persekutuan

Menurut buku Tafsiran 3 Perjanjian Baru, kata Yunani yang dipakai disini berarti ‘melakukan pengawasan’ atau berbuat seperti ‘penilik’. Yang dimaksudkan adalah seluruh persekutuan menjaga dan memperhatian ‘kesatuan’ persekutuan.

 

Kepahitan hidup bisa terjadi di dalam kehidupan diri pribadi, di dalam keluarga dan di dalam berjemaat., yang dapat ‘menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang’ (ay.15). Oleh karena itu kita perlu senantiasa waspada, mawas diri dan memohon pimpinan Roh Kudus supaya kepahitan hidup atau akar pahit tidak tumbuh di dalam hidup kita. Meminta agar Tuhan menunjukkan ‘kepahitan’ itu dan memohon kasih karuniaNya mencabut habis – tidak tersisa.

 

Jbu.

 

Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.