tax1Salah satu topik yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini adalah mengenai pelaporan pajak. Setiap warga negara yang memiliki penghasilan dan memiliki NPWP diwajibkan melaporkannya hingga akhir bulan ini (31 Maret 2009). Bagi setiap pribadi yang tidak/belom memiliki NPWP diwajibkan memiliki NPWP.
Beberapa kawan belum mengerti atau tidak mau mengerti pentingnya membayar pajak. Ada juga yang akan melaporkan namun tidak semua kekayaannya dilaporkan dengan berbagai alasan pribadi.

Pengertian Pajak menurut UU no.28 Tahun 2007adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Berdasarkan pengertian di atas, setiap warga negara (pribadi maupun badan) diwajibkan membayarkannya kepada negara yang akan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Untuk kemakmuran rakyat”… mungkin banyak orang yang akan bertanya “kemakmuran yang bagaimana dan dimana?”, “siapakah rakyat yang dimaksudkan?”. Bahkan ada yang berlebihan dengan “rakyat=pejabat dan kroninya”. Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang senada, menunjukkan ketidak-puasan atau kekecewaan terhadap kinerja pemerintah.

Pendapatku mengenai memberikan pajak kepada pemerintah adalah “Lakukanlah apa yang menjadi kewajiban kita, dalam hal ini membayarkan pajak dan melaporkannya kepada pemerintah. Meski ada pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab, kekecewaan-kekecewaan yang masih terlihat, dan mungkin ada pengaruh negatif dari rekan sekitar… tetaplah membayar dan melaporkannya dengan baik, tanpa ada yang disembunyi-sembunyikan”.

Sebagai orang percaya, Roma 13:1-7 menegaskan kepada kita mengenai hal-hal sbb:
1. ay. 1. “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.”
2. ay. 2 “Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.”
3. ay. 4 “Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu.”
Maka ay 6-7 “Bayarlah … pajak kepada orang yang berhak menerima pajak”.

Di dalam Matius 22:15-21 pun, Alkitab menegaskan “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar”.

Maka marilah kita melaksanakan kewajiban kita dengan benar sebagai penundukkan diri kepada Allah dan firmanNya melalui pemerintah yang dibentukNya demi kebaikan kita. Jangan karena kita tidak taat dan setia melaksanakan kewajiban sebagai warga Negara kita menjadi celaan dan batu-sandungan bagi orang lain.

Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. Roma 16:19