Kekuatiran menjadi tema umum yang diwartakan oleh mass-mass media. Ada banyak sekali detail kekuatiran yang suarakan disana. Seperti :

Ø      Banyaknya caleg yang stress karena belum finalnya penghitungan suara yang diperoleh di dapil-dapil yang telah ditetapkan.

Ø      Bahkan ada terganggu kejiwaannya karena tidak siap untuk kalah, sedangkan harta mereka sudah habis-habisan.

Ø      Lain halnya dengan para CaPres yang berkeinginan besar untuk memimpin negeri ini, mereka mengusahakan segala daya-upaya untuk mempengaruhi-mengalahkan-menguasai Parpol-Parpol lain untuk berkoalisi. Semata-mata kuatir tidak jadi Presiden.

Ø      Bagi masyarakat lebih banyak lagi. Misalnya : kuatir janji-janji para Caleg Parpol hanya janji sorga yang hilang seiring dengan selesainya pesta demokrasi, kuatir di-PHK karena perusahaannya terkena dampak krisis global, kuatir dengan semakin tingginya biaya pendidikan dan hidup di jaman ini, kuatir dengan kembali mewabahnya DBD, kuatir akan terjadi banjir dan bencana alam oleh karena perubahan iklim yang tidak seperti masa yang lalu,… banyak kekuatir lainnya, sedangkan kepemimpinan di negeri ini sibuk lobi, berkoalisi, saling berkunjung dan beropini secara tidak bijaksana.

 

catur1Lalu bagaimana agar kita tidak menjadi stress, terganggu kejiwaan, memegahkan diri dan dibingungkan banyak hal kekuatiran yang ada disekitar kita, jawabnya adalah dimana kita meletakkan prioritas kita. Tidak ada yang sempurna selama kita di dunia ini, ada terlalu banyak persoalan dan pergumulan yang membuat kita kuatir.

Perlu disadari bahwa kekuatiran yang ada bukan berarti kiamat – akhir hidup ini, namun merupakan jembatan untuk mencapai kesadaran bahwa manusia terbatas dan sang Pencipta tidak terbatas… otoritasNya, kuasaNya dan penyertaanNya bagi setiap orang percaya dan mengandalkan DIA.

Kita kuatir kehilangan sesuatu yang kita pikir adalah milik kita namun sebenarnya suatu yang dipercayakan (amanah) dari sang Pencipta selama kita hidup. Ada prioritas utama dalam kehidupan kita, melampaui materi dan jabatan, ada prioritas yang lebih tinggi yang harus kita jaga, yaitu betapa berharganya kehidupan yang diberikanNya kepada kita. Dari mana kekuatiran datang? Datangnya dari tidak percaya Tuhan.

Maka meng-UBAH PRIORITAS adalah pilihan terakhir. Bukan pada kebendaan tetapi lebih berharga dan bernilai daripada itu yaitu hidup yang percaya dan berpadanan pada kehendakNya dalam hidup kita.

Semoga Tuhan memampukan kita mengerjakan amanahNya sebagai ibadah bagi DIA. Soli Deo Gloria. Amin

 

 

Kekuatiran yang sesungguhnya bukanlah pada kebendaan/kematerian,

namun jika hidup ini jauh dari Sang Khalik dan tidak berpadanan kehendakNya

(Parulian Sinaga)