Gak Level

Mendengar hal ini pertama kali rasanya bingung juga aku, knapa? Karena seingatku tidak pernah kami mengajarkan kalimat seperti ini. Namun kami bersyukur untuk pendapatnya tersebut.

Begini, dua minggu yang lalu istriku mengajak anak-anak untuk ke pasar. Sebelum pulang istriku mengajak anak-anak untuk makan siang terlebih dahulu, dan karena satu pertimbangan anak-anak diajak untuk makan disatu tenda di pinggir jalan. Sambil memesan makanan, Kasih terlihat biasa saja namun Mikhael nyeletuk “kok makan di sini, gak level.” Oops.. dari mana kalimat itu didapat?

Sambil makan istriku bertanya apa maksud pernyataan Mikhael tersebut dan kemudian memberikan penjelasan-penjelasan seputar kalimat seperti itu.

Hmm.. mungkin anak-anak belajar dari apa yang mereka tonton, dengar dan baca di mass-mass media; ada kalanya perbendaharaan kata yang begitu deras tidak seimbang dengan penjelasan dari kata/kalimat yang didapat. Disinilah peran orang tua untuk memberikan penjelasan guna memaknai kata/kalimat yang diucapkan.

Mengucapkan “gek level untuk makan makanan tertentu atau di tenda pinggir jalan” bisa saja menyinggung orang di sekitarnya meski tanpa maksud apa-apa, hanya sepenggal kalimat yang mengalir, bisa juga tidak berpengaruh kepada orang disekitar, namun yang terpenting adalah agar setiap kata/kalimat yang disampaikan tidak ‘sembarangan’ melainkan hendaknya dapat disampaikan pada waktu yang lebih tepat lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s