Dalam satu kesempatan, rekan-rekan pemuda meminta agar aku mensharingkan hal-hal yang berhubungan dengan “Menjadi Pelayan Yang Sejati”. Saat menerima suratnya,, aku merasa bahwa materi ini berat bagiku… meski sejak 1991 aku dibina dan turut serta dalam pelayanan baik itu persekutuan mahasiswa, kantor dan gereja… aku merasa bahwa saya bukanlah “Pelayan yang sejati” karena ada juga kegagalan-kegagalan yang pernah kulakukan, meski aku sendiri tidak mengingkannya. Hal ini kusampaikan juga kepada rekan-erkan pemuda.

Namun mau atau tidak mau, aku harus memperlengkapi rekan2ku agar dalam pelayanan mereka menjadi lebih baik lagi. Kegagalan yang pernah kulakukan tidak terulang lagi dalam periode pelayanan mereka.

Dimulai dengan membaca Yoh 1:10, 11, 14; kemudian melatar-belakangi dengan bahwa dalam setiap periode waktu Tuhan menetapkan orang-orang (atau hambaNya) dan berkarya bersama mereka. Dan saat ini Tuhan menetapkan rekan2 dan mau bekerja bersama rekan2 pemuda dalam periode pelayanan saat ini. Hal ini menurutku penting disadari bahwa ini-lah waktu/kesempatan yang Tuhan nyatakan dalam pelayanan dan Ia hendak memperlengkapi pemuda dalam pelayan bagiNya melalui Komisi Pemuda.

Hal yang paling mendasar untuk menjadi pelayanan sejati adalah Menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya. Kemudian hal-hal lain yang perlu diperhatikan dan diusahakan untuk menjadi Pelayan yang sejati yaitu :

  1. Memiliki karakter “Pelayan”. Seperti Tuhan Yesus yang mengosongkan diriNya (Fil 2:6-8; Musa, yang lembut hati (Bil. 12:3); dan Daud (1 Sam 16:7)
  2. Memiliki motivasi pelayanan yang benar (Mzm 27:4)
  3. Menjadikan FT terpenting dalam hidup (2 Tim 3:16-17)
  4. Tidak lagi hidup dalam dosa (Gal 5:13) dan Kehidupan yang dipenuhi oleh Dia (Kol 2:10)
  5. Menjadikan tujuan Kristus menjadi tujuan pribadi, yaitu dengan mengalami Kristus di dalam hidupnya, bertumbuh dan menjadi seperti Kristus, serta setia melakukan perintahNya.

Semoga setiap kita diperlengkapi dan dipersiapkan menjadi pelayanNya pada waktu ini, di manapun dan kesempatan apapun.

“If you are not confuse, you probably don’t know what is happening”