Pagi ini aku terbersit mengenai kata “sahabat”. Apa yaa yang dimaksudkan dengan ‘sahabat’ dan apakah aku telah menjadi ‘sahabat’ dalam arti yang sebenarnya. Oops.. ternyata hal itu membawaku kepada waktu-waktu yang dibelakangku. Mengalir dalam benakku hal-hal yang telah terjadi antara aku dan rekan-rekan sekitarku.

Menurutku seorang sahabat adalah bukan seperti petugas keamanan yang selalu menjaga; bukan seperti petugas penolong yang siap sedia menolong dan membantuku jika dalam kesulitan; bukan seperti tong sampah yang sedia menerima ‘sampah-sampah’ dalam hidupku; bukan seperti bos yang selalu nyuruh dan memerintah; bukan seperti guru yang selalu ngajarin dan nasehatin melulu; bukan seperti kendaraan yang bias kapanpun kupergunakan untuk kepentinganku; bukan.. bukan!.  Hmm lalu bagaimana yaa… Hmm, seorang sahabat adalah seorang pribadi baik yang menolong kearah yang lebih baik.

Berangkat dari pengertian diatas, kuarahkan kepada diri sendiri apakah aku sudah menjadi “Seorang Sahabat” bagi rekan-rekan sekitarku. Ow.. ow.. ternyata sangat jauh dari pengertian di atas. Kudapati terlalu banyak kekurangan, kegagalan, kelalaian dan banyak lagi laaa, jangan semuanya disebut-sebut disini. Bagi beberapa rekan, menurut mereka aku sahabat yang baik. Terima kasih. Bagi beberapa rekan.. biasa saja. Terima kasih. Dan mungkin (bisa jadi) bagi rekan lainnya aku bukanlah seorang sahabat. Terima kasih.

Kulihat sebelah kanan, kulihat sebelah kiri, kulihat ke depan, kulihat ke belakang, kuperhatikan sekitarku… adakah rekan-rekan yang bersedia menjadi sahabatku? Aku yang seperti ini.

Puji Tuhan !!!. Tuhan menyediakan rekan-rekan sekitarku yang dalam keunikan mereka masing-masing melengkapi perannya sebagai sahabat bagiku, yang mengingatkan dan menolongku menjadi pribadi yang lebih baik. Yang berusaha bangkit dari masa-masa sukar untuk menjadi tegar dan teguh menghadapi banyak hal. Dalam Yesaya 42:3 “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya,..” Amin!. Tuhan juga melalu Roh Kudusnya menolongku tepat pada waktuNya dan menyertaiku. (Yohanes 14:16-17).

Aku mau menjadi sahabat bagi rekan-rekanku, maka tolonglah aku juga ya rekan-rekan untuk menjadi sahabat yang baik. Jika kulalai dan gagal, tegorlah dan ingatkan aku. Jangan laa dakwa aku terus menerus karena kegagalanku di waktu-waktu yang lalu. Maafkan yaa.. kumohon.

Semoga Tuhan menolong kita (aku dan kamu) menjadi sahabat yang saling memperlengkapi satu dengan lainnya, makin bertumbuh dalam segala hal ke arah Dia. (Efesus 4:15)

 

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.  Amsal 17:17.