4 Trik Mendisiplinkan Anak

Menciptakan figur orangtua yang ditakuti anak memang tak asing lagi. Namun, mengingat dampak yang akan dialami anak, sebaiknya jangan menciptakan hal-hal yang bersifat mengancam.

MENCIPTAKAN figur Moms or Dads yang ditakuti untuk anak memang tak asing lagi. Dan kenyataannya cara ini cukup ampuh. Namun, mengingat dampak yang akan dialami anak nanti, sebaiknya jangan menciptakan hal-hal yang dapat menakuti atau bersifat mengancam.

Sebab, tanpa figur yang ditakuti, anak bisa disiplin, kok. Caranya:

Ajarkan konsekuensi

Berikan pengertian kepada anak, melakukan atau tidak melakukan sesuatu tetap ada konsekuensinya _ negatif atau positif. Misal, “Jika Adik makannya habis, nanti Mama temani main boneka. Tapi jika tidak habis, Adik main boneka sendiri.” Dengan begitu, anak mulai belajar mengikuti peraturan tanpa adanya perasaan takut terhadap ancaman atau figur tertentu.

Konsisten

Apa yang Moms ucapkan harus sesuai dengan yang Moms lakukan. Contoh, karena si kecil tidak mau membersekan mainannya, Moms menghukumnya dengan tidak mengizinkan si kecil nonton film kartun favoritnya selama 10 menit.

Jangan merasa iba lantas luluh dengan tangisan atau rengekan si kecil. Bisa-bisa dia berpikir bahwa Moms marah hanya sebentar. Rencana mendisiplinkan anak pun gagal. Jangan lupa jelaskan kepada si kecil, mengapa dia dihukum.

Reward and Punishment

Jangan irit memberi reward (penghargaan) saat anak menuruti permintaan Moms. Tidak harus berupa barang, pujian, atau hal-hal yang disukai anak, misalnya bermain, menonton film kesukaan pun bisa diberikan.

Sedangkan punishment (hukuman) bisa berupa ‘mencabut’ sesuatu yang membuatnya senang (memberikan efek jera), sehingga anak tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Orangtua harus kompak

Jangan sampai yang satu bertindak sebagai ‘satpam’ (memberi aturan dan teguran) sedangkan yang satu bertindak sebagai ‘pelindung’ (selalu membela anak). Misal, Dads meminta anak belajar tapi Moms membela, maka anak akan berlindung kepada Moms dan melawan Dads, atau sebaliknya. Bila ada perbedaan pendapat antara Moms and Dads sebaiknya bicarakan secara pribadi, jangan di depan anak. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)

http://news.id.msn.com/okezone/lifestyle/article.aspx?cp-documentid=4843558