66 tahun yang lalu, 17 Agustus 1945.. setelah melewati dan memperjuangkannya dengan penuh pengorbanan; baik waktu, harta benda, air mata dan bahkan nyawa para pejuang… bangsa Indonesia dengan bangga memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia atas penjajahan bangsa asing. Hari ini, Rabu 17 Agustus 2011.. kembali lagi kita sebagai masyarakat bangsa ini seharusnyalah mengingat dan memperingati kemerdekaan yang didapat melalui pengorbanan itu.

Pagi ini saya berkesempatan berputar-putar sekitar Kebayoran – Gandaria. Ada iring-iringan bersepeda menggunakan baju warna merah. Ada sekelompok siswa yang konvoi menggunakan mobil dan motor. Namun ada yang beda, yaitu suasana memperingati hari kemerdekaan yang biasanya disetiap pelosok diadakan perlombaan-perlombaan, menghias gapura-gapura dan umbul-umbul yang megah… hal ini disebabkan oleh suasana berpuasa atau ada hal lain yang dirasakan masyarakat, sehingg membuat suasana tidak semeriah tahun-tahun yang lalu.

Hmm, apakah kita sungguh-sungguh merdeka? YA untuk penjajahan atau agresi militer Negara asing. Namun juga tidak seluruhnya YA untuk hal-hal lainnya. Untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, pemerintah meningkatkan jumlah impor, dengan argumen produksi dalam negeri tidak dapat mencukupi. Kelangsungan hidup dalam bekerja formal dibatasi dengan program kontrak. Kenaikan harga-harga dilepas kepada pasar, artinya tidak ada yang dapat mebatasi atau mengendalikannya. Masih banyak ”orang miskin dan anak terlantar” yang seharusnya menjadi tangung jawab negara kesulitan mendapatkan kartu GAKIN dan SKTM untuk bisa mendapatkan kemudahan kesehatan. Berada di jalan mmenjadi makin tidak aman, baik itu siang hari maupun malam hari. Dan hal-hal lain yang ”seolah-olah” kita belum merdeka seutuhnya.

Kemerdekaan adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa ini, mari diisi dengan keharmonisan dan kebijaksanaan yang baik serta mulia. Baik dalam arti tindakan nyata, dan mulia dalam arti sesuai dengan ajaran agama/kepercayaan yang dilindungi oleh undang-undang.

Semoga Tuhan memberkahi para pemimpin bangsa ini untuk mengamalkan tugas dan tangung jawabnya dengan sebaik-baiknya. Semoga Tuhan berkarya melalui kerja sama yang baik antara pemerintah dan kelompok/golongan masyarakat yang ada sehingga tercipta keharmonisan dalam masyarakat. Semoga Tuhan memampukan kita untuk bertindak benar (sesuai ajaranNYA) dan berkontribusi positif bagi bangsa Indonesia.

MERDEKA, DIRGAHAYU INDONESIA.

Tuhan memberkati.

Yeremia 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.