KAYU MAUT – WOOD OF DEATH (written by JOHANNES L.S. LELENGBOTO, 8 April 1955, at the feet of Borobudur Temple)

by Froly Lelengboto Horn on Friday, November 11, 2011 at 10:38am

 

 

KAYU MAUT

 

pada kayu maut, tuhanku

aku hentikan revolusi yang lama

 

kala malam itu

pemberontakan besar mulai reda

maka pentolan revolusi tersinggung pada batu

dan rebah ia kepenatan

 

teriakan kemenangan dan sorak sorai bibirku

yang mulai semenjak miring matahari

telah diganti dengan isak-isak kecil di kerongkongan

 

kubuka mataku di senja pagi:

badanku penat tergelimpang di kaki bukit itu

di jurusan puncaknya – kutatap –

kayu silang masih seperti biasa tertanam di sisiku:

kayu sengsara, kayu maut, kayu durjana

 

pada kayu maut, tuhanku

aku mulai suatu revolusi yang baru

 

john (johannes) lelengboto, 8 april 1955, di kaki Candi Borobudur

******

 

WOOD OF DEATH

 

on the wood of death, my Lord

I ended the old revolution

 

when, on that night

the great revolt began to fade away

the man of revolution stumbled on the Rock

prostrated flat on the ground, exhaustion so consuming

 

Roar of victory and jubilant cry on my lips

ever since the sun began slanting to the west

were now lumps of sobs deep in my throat

 

I opened my eyes at the break of morning:

my body spent, sprawled at the foot of that hill

in the direction of its summit – I lifted my eyes –

the crossed wood, as forever, still planted on that side:

the wood of agony, the wood of death, the wood of wickedness

 

on the wood of death, my Lord

I began a new revolution

 

 

John (johannes) lelengboto,  8 april 1955,  At the foot of Borobudur Temple

(translated into English by Froly Lelengboto Horn, Auckland, NZ, 2007)

#Kutipan dari Facebook kak Flory, dan mendapatkan ijin dari kak Deasy untuk disharingkan di blog ini . Beliau salah seorang kakak Sekolah Minggu, mungkin sekitar tahun 1975-1986.

 

 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!” Yesaya 52:7.