APA KABAR

Kalimat “apa kabar” tentu sering kali kita gunakan kepada orang lain dan juga disampaikan orang lain kepada kita. Biasanya kalimat yang mengikuti adalah bertanya mengenai keadaan kesehatan pribadi (sehat/sakit), keluarga (istri/suami/anak), kepemilikan (rumah/kendaraan/kepemilikan lainnya) atau hal-hal lahiriah lainnya.

“Apa kabar?” juga dipergunakan dalam bahasa lainnya, seperti how are you ? (Inggris), pripun kabare ? (jawa), boha barita ? (batak) dan tentu bahasa lainnya.

Dalam kesempatan ini kita belajar APA KABAR versi rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi, yang ditanyakan bukanlah hal-hal diatas melainkan hal-hal yang mungkin seharusnyalah kita teladani sebagai orang percaya, yaitu:

1.    Bagaimana kabar orang-orang percaya lain yang kita kasihi dan layani. (1-5)

Paulus tidak bertanya apakah secara fisik gereja sudah berdiri dengan perlengkapannya yang mahal dan terbaik. Ia tidak menanyakan apakah jemaat bertambah kaya secara materi. Ia tidak menanyakan hal-hal lahiriah dan materi. Namun Paulus sangat concern pada kehidupan kedewasaan rohani jemaat, ia mengucap syukur  sewaktu mengingat Filipi dan berdoa dengan sukacita untuk persekutuan dalam berita injil di jemaat Filipi.

Sebagai pekerja Kristus dan domba-domba gembalaanNya, mari kita mengisi “apa kabar” dengan tidak melulu pada hal materi namun terlebih dari itu pada hal yang bernilai kekekalan yaitu bahwa kehidupan kerohanian orang percaya/jemaat ada dalam pemeliharaan Tuhan.

2.    Bagaimana perkembangan dengan Penginjilan. (12-13)

Pada waktu Paulus menuliskan surat ini kemungkinan ia berada dalam penjara di Roma oleh karena pemberitaan Injil dan Kristus (7, 13). Ia memberikan keteladanan dan menanyakan bagaimana Pekabaran Injil saat ini. Apakah tetap bergelora atau mulai berkurang oleh karena tekanan/kesibukan atau bahkan sudah berhenti?. Bagi saya pribadi ini menjadi pertanyaan yang sangat sulit… apakah aku masih setia menjadi pewarta Injil?

Pujian “Jangan lelah bekerja diladangnya Tuhan…” atau pujian-pujian iman yang melukiskan penyertaan Tuhan menjadi motivasi yang menghidupkan. FirmanNya yang berjanji akan senantiasa menyertai juga menjadi kekuatan baru yang menyegarkan.

Baik sebagai pelayan Tuhan full-timer ataupun jemaat biasa, kita dianugerahkan kesempatan untuk mewartakan Injil di setiap aspek kehidupan kita.

Semoga Tuhan memampukan kita terus. Amin

3.    Bagaimana dengan hidup kita saat ini (27-28)

Cermin bermanfaat untuk melihat keadaan terkini diri kita. Dan hal selanjutnya seperti Paulus memberikan cermin kehidupan kita apakah masih berpadanan dengan Injil Kristus, teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang dari dan untuk Berita Injil.

Tuhan sangat tahu keadaan kita dan Ia-pun ingin agar kita menyadari baik-baik keadaan kerohanian dan motivasi yang menggerakkan pelayanan kita.

Kiranya Injil Kristus menguasai dan mengendalikan hidup orang percaya melalui pimpinan Roh KudusNya. Saling memperhatikan dan mendukung satu dengan yang lain serta tetap setia dalam penggilan hidup yang Tuhan percayakan; dalam lingkup keluarga, pelayanan jemaat, pekerjaan, masyarakat dan aspek lainnya sekitar kita.

Apa kabar orang yang kita kasihi-layani, pekabaran Injil dan hidupmu sekarang ?

Tuhan Yesus memberkati.

#Disampaikan dalam Ibadah di GKAI Sunter, 15.01.2012