Saya adalah …

Masih dalam suasana tahun baru 2012, ada baiknya kita lebih mengenal siapa kita sesungguhnya dalam terang Alkitab dan peran kita dalam mengisi hidup ini di tengah-tengah komunitas yang Tuhan perkenankan.

Jika saat ini kita bertanya “siapakah saya?” kepada diri sendiri dan/ orang lain… mungkin dapat segera member jawab dan ada juga yang tidak dapatkan jawaban yang segera, .. oleh karena apa.. bias saja kita dan/ orang lain tersebut tidak mengenal siapa dirinya.. padahal, sesungguhnya hal ini merupakan hal yang penting sekali.

Secara umum ada orang-orang yang masih mempercayai Teori Evolusi Darwin, yaitu bahwa manusia sekarang ini atau disebut juga manusia modern merupakan hasil evolusi dari ‘sebangsa kera atau simpanse’. Melalui jangka waktu yang lama, ‘kera atau simpanse’ yang hidup berkelompok tersebut berjalan makin tegak dan tidak lagi memiliki ekor.

Kepercayaan budaya lokal ada pula yang mempercayai bahwa asal mula nenek moyang mereka ada yang merupakan titisan dewa, keluar begitu saja dari suatu batu atau suatu pohon, atau melalui suatu kejadian tertentu.

Pengajaran atau pendapat terhadap ke-dua hal di atas masih ada disekitar kita. Dan menjadi hal penting untuk difahami bahwa dalam terang Alkitab, penciptaan manusia tidaklah demikian… maka untuk itulah kita pelajari bersama bagian ini.

Dalam kesempatan ini kata kita/manusia yang dipakai adalah Orang percaya, karena memanglah seharusnya pemahaman kita sebagai Orang Percaya berbeda dengan bukan orang percaya. Kita percaya kepada Allah yang kita percayai dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan firmanNya – Alkitab, yang kekal dan mulia serta menjadi kebenaran yang sesungguhnya.

Berikut melalui 3 pertanyaan yang akan membantu kita menemukan jawaban atas pertanyaan diatas, yaitu:

1.       Bagaimana Orang Percaya diciptakan?

Dalam Kejadian 1:26-28 kita diciptakan segambar dengan Allah dan diberkati untuk mengelola ciptaan lainnya (27). Dalam Mazmur 139:13-16 kita dijadikan dengan dahsyat dan mulia (14). Oh betapa Agungnya Sang Pencipta, Ia mencipta setiap orang percaya begitu mengagumkan.

Mari perhatikan juga penciptaan Allah terhadap ciptaan lainnya dengan cara “berfirmanlah Allah” (Kejadian 1:1 – menciptakan langit dan bumi, 6  – menciptakan cakrawala, 11  – menciptakan tumbuh-tumbuhan, 14  – menciptakan benda penerang di cakrawala, 20  – menciptakan binatang di darat, air dan udara).

Sedangkan kata yang dipakai untuk menciptakan manusia dalam ayat 26 adalah “menjadikan”. Di dalam kata menjadikan kita bisa memahami bahwa Allah menciptakan kita dengan melibatkan kreatifitasNya, emosiNya dan kehendak/tujuanNya yang khusus bagi manusia.

Demikianlah Orang Percaya diciptakan.

2.       Bagaimana Orang Percaya diberikan nilai?

Pemahaman kita terhadapat suatu hal akan mempengaruhi penilaian kita terhadap hal tersebut. Jika kita tidak fahami diri kita yang sesungguhnya sesuai bagian pertama maka akan sulit juga kta memahami nilai yang terlah dikenakan Pencipta kepada Orang Percaya.

Melalui Roma 5:8-9, disana dinilai dengan kata “dikasihi, dibenarkan dan diselamatkan”. Menurut Yesaya 43:1-7 “berharga dan mulia” (4). Serta dalam 1 Petrus 2:9-10 disebutkan “bangsa terpilih, imamat rajani dan kepunyaan Allah”.

Disini kita melihat bahwa penilaian Allah tidak terganggu oleh status kita, baik sebagai orang muda/tua, dewasa rohani/tidak, berdosa/hidup dalam ketaatan dan sifat/hal-hal ‘kemanusiawian’ lainnya. Allah memahami kita dengan sangat baik dan menilai dalam kebijaksanaanNya.

3.       Bagaimana Peran dan Tanggungjawab Orang percaya?

Maka setelah kita memahami bagaimana orang percaya diciptakan dan diberi nilai, bukan berhenti sampai disini, puas diri dan tidak melakukan apa-apa. Perlu sekali kita sadari pula bahwa Allah memberikan peran dan tanggungjawab untuk dilaksanakan. Sewaktu Tuhan Yesus masih hidup di dunia ini Ia mengatakan bahwa kita adalah “garam dan terang dunia” (Matius 5:13-16). Paulus dalam 1 Korintus 12 menuliskan dengan jelas bahwa karunia-karunia yang diberikan adalah untuk memperlengkapi jemaat Tuhan lainnya dan salaing memperhatikan sebagai anggota tubuh Kristus.

Oh betapa agungnya rencana Tuhan dalam hidup Orang Percaya.

Setelah kita memahami bagian ini, maka marilah kita menyampaikan kebenaran bahwa manusia secara umum adalah ciptaan Tuhan dan bukan hasil evalusi atau kepercayaan budaya lokal yang menyimpang. Mari juga kita memandang diri sendiri dan orang lain dengan pemahaman yang diterangi oleh firmanNya dan bukan sekedar pendapat berdasarkan hal-hal fisik dan pemahaman yang salah. Serta menjadi hal penting yaitu kita memiliki peran dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dengan sikap ketaatan kepada Allah dan firmanNya.

#Disampaikan dalam Ibadah Raya GKAI Ciputat, 29 Januari 2012