Puji Tuhan, Ulangan Tengah Semester anak-anak sudah selesai. Mendampingi mereka belajar mempersiapkan ulangan tersebut terbayarkan dengan sukacita. Meskipun belum semua nilai keluar, aku bersyukur untuk nilai-nilai yang sudah didapatkan.

Setiba di rumah sepulang kantor, masih terasa letih.. namun ini juga menjadi tanggung jawab orang tua dalam mendamping anak-anak belajar. Di sekolah mereka didampingi oleh para guru, di tempat les mereka didampingi oleh pengajar les dan di rumah (selayaknya) anak-anak sekarang tetap memerlukan pendampingan dari orang tua. Dan saya bersyukur masih memiliki kesempatan ini.

Keletihan kadang mempengaruhi emosional dalam mendampingi anak-anak belajar. Adakalanya saya ingin mereka lebih serius lagi… eh mudah sekali konsentrasi beralih kepada yang lain; seperti snack, suara di luar rumah, adik bayi dan lainnya. Hak ini mengingatkanku untuk bersabar dan mencari metode lain mwndampingi mereka belajar berdasarkan kepribadian masing-masing.

Kepada Kasih kukatakan bahwa cara belajarnya adalah lebih banyak membaca dan Mikhael adalah dengan lebih serius berkonsentrasi. Kepada keduanya kuminta membaca materi, menuliskan ulang materi yang dibaca dan selanjutnya kutanyakan; dengan demikian aku bisa mengukur ingatan dan pemahaman anak-anak terhadap materi yang dibacanya.

Mungkin metode yang kuterapkan ini perlu dievaluasi lagi.. ya untuk membantu mereka menemukan metode belajar yang sesuai kepribadiannya.

Kiranya Tuhan menolong para orang tua dalam mendampingi anak-anak belajar dan anak-anak untuk serius belajar untuk masa depan mereka kelak.