Di kota Yerusalem akan terselenggara hari raya orang Yahudi, tentu saat ini kota Yerusalem ramai dengan beragam orang dengan berbagai tujuannya. Karena itu hari raya, mungkin sebagian besar orang yang datang dengan maksud berziarah/merayakan hari raya orang Yahudi. Banyaknya orang yang datang tentu akan memerlukan berbagai kebutuhan dan itu membuat akan banyak juga orang dating dengan maksud berdagang. Kemungkinan juga orang-orang dari luar Yerusalem bertemu dengan keluarga, sahabat, teman lama.. bertujuan untuk reuni atau mengadakan pertemuan-pertemuan baik formal atau juga informal. Untuk membuat semakin meriahnya suasana hari raya bisa juga ada orang yang datang untuk mengadakan pertunjukan/showbiz yang membuat orang-orang yang datang tertawa, bergembira dan bersukacita. Ada beragam tujuan atau rencana-rencana orang yang datang ke kota Yerusalem.

Selain tempat-tempat yang menghadirkan suasana khitmat beribadah dan perayaan.. ada juga satu tempat berkumpulnya banyak orang sakit. Mungkin beragam sakit ada di tempat itu dengan beragam latar belakang orang-orang yang sakit. Di sana mungkin sekali suara yang terdengar bukan suara orang-orang yang tertawa, bergembira dan bersukacita… melainkan yang mengaduh sakit atau juga menjerit/meraung karena penderitaan fisik/sakit yang mereka derita.

 

Amat kontras kondisi 1 dibandingkan dengan kondisi 2; mari kita selami lebih dalam lagi.

Melalui ayat 1, mungkin sekali banyak orang yang datang adalah orang-orang yang beragama dan bisa jadi mereka bermaksud langsung ke sinagog untuk beribadah dan merayakan hari raya orang Yahudi. Namun diantara perjalan mereka melewati gerbang masuk Yerusalem menuju sinagog… ada orang-orang yang menderita. Kira-kira bagaimana pandangan atau respon ‘orang-orang beragama’ tersebut?.

Jika kita diposisi mereka apa yang akan kita perbuat? Bisa saja kita seolah-olah tidak melihat-mendengar penderitaan mereka. Bisa saja kita memandang lurus ke sinagog tanpa menoleh kesamping.. yaitu rumah Betesda. Sukacita ‘kenyaman rohani’ tidak ingin diganggu dengan penderitaan orang lain.. sesamamu manusia.

 

Ayat 5 melukiskan bahwa ‘Yesus melihat’ seorang yang sakit selama 38 tahun. Selama 38 tahun tidak berdaya dan mungkini hanya memandang orang saklit lain yang berlomba masuk ke dalam kolam sewaktu malaikat turun dan kesembuhan terjadi. Tidak dituliskan latar belakang yang menjelaskan siapa  sesungguhnya orang sakit ini.. namun 38 tahun menurut saya cukup mewakili penderitaan yang dialaminya. Dan waktu Yesus berkata kepadanya dalam ayat 6 demikian: “Maukah engkau sembuh?”… si sakit tidak menjawab apa yang Tuhan tanyakan melainkan ‘sepertinya’ menyalahkan orang-orang disekitarnya yang tidak membawa ia dekat di pinggir kolam dan bisa jadi menyalahkan kondisinya yang amat tidak berdaya untuk dapat sembuh.

Tuhan Yesus ‘bisa saja’ melangkah terus ke sinagog untuk beribadah dan bersukacita dalam hari raya orang Yahudi… namun Tuhan ‘melepaskan rencana/tujuan kemanusiaannya’. Ia memilih untuk ‘tunduk pada rencana/tujuan’ BapaNya yaitu melayani – menyembuhkan orang yang sakit.

Lalu bagaimana dengan kita.. Tuhan sudah memberikan keteladananNya maka seharusnyalah kita juga peka dan hanya melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan dalam sepanjang kehidupan yang Ia percayakan ini.

 

Kita maju terus membaca ayat ke 7, dimana si sakit menjawab dengan ‘ngawur’ atas apa yang Tuhan tanyakan kepadanya. Si sakit malahan menyalahkan orang-orang disekitarnya, atau juga menyalahkan ketidakmampuannya untuk bangkit, bisa juga menyalahkan waktu yang sudah sia-sia berlalu. Si sakit tidak menjawab pertanyaan Tuhan dimana sesungguhnya hal itu (kesembuhan) merupakan kebutuhannya yang terpenting.

Keputus-asaan, pengharapan untuk sembuh yang memudar, stress/tekanan emosional dan hal-hal lain bisa saja begitu dalam menghajar si sakit ini… dan Tuhan tahu itu, maka Tuhan mengabaikan ‘jawaban sembrono’ itu dan memberikan instruksi yang harus dilakukan si sakit.. hal yang sangat tidak mungkin namun menghasilkan kesembuhan baginya. Perkara mustahil akan menjadi mungkin di tangan Tuhan Yesus, Tabib Agung.

Adakah sakit, permasalahan hidup, pergumulan atau kesusahan yang teramat sangat menindih hidup kita.. buka hidupmu dan lakukan firmanNya. Lihat Tuhan dating dan akan memberikan jalan  keluar atas ‘sakit’ yang kita alami.

Aku mau peka tuntunanNya, membiarkan ‘tujuan/rencana’ku berhenti asalkan dapat ambil bagian dalam kehendakNya dalam hidupku dan memberikan segenap aspek hidupku tersungkur dihadapanNya. Ya Tuhan Yesus tolonglah. Amin (Yohanes 5:1-10)