Sangat menyenangkan bisa dikenal orang lain sebagai orang yang baik. Namun tentu itu bukan perkara yang mudah.. ada banyak hal yang dikorbankan baik mungkin itu adalah waktu, dana, dan bahkan bisa juga harga diri. Hmm … bagaimana dengan dikenal orang sebagai orang yang benar ? Apakah ada banyak orang yang mau dikenal sebagai orang yang benar? Jika untuk menjadi orang yang baik saja diperlukan pengorbanan, maka tentu untuk dikenal sebagai orang yang benar diperlukan pengorbanan yang lebih besar daripada dikenal sebagai orang yang baik.

kaca3aMenolong orang yang berkesusahan.. memberikan sumbangan.. memperhatikan kebutuhan orang lain.. memberikan senyum dan keramah-tamahan.. maka orang lain akan menilai bahwa kita adalah orang yang baik. Lalu apa lagi yang lebih perlu dilakukan untuk dikenal sebagai orang yang benar ?

Menurutku : Untuk menjadi orang benar diperlukan tindakan penyangkalan diri. Penyangkalan diri bukanlah melulu menyalahkan diri sendiri, mengasihani diri dan atau hingga menyiksa diri untuk dapat menjadi pribadi yang lebih suci seperti halnya para pertapa yang mengasingkan dirinya jauh dari dari keduniawian.

Titus 1:16 mengagetkan saya demikian “Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.” Bayangkan kehidupan lahiriah kerohanian yang diupayakan dengan pengorbanan yang tidak sedikit tentunya saja… belum tentu sebagai orang yang benar, orang baik saja tidak !.

Sesungguhnya kekuatan finalsial, partnership,  atau apapun di dunia ini tidak dapat memenuhi nilai dasar menjadi orang baik dan apa lagi orang benar yang sesungguhnya.

Puji syukur kepada Tuhan, Ia membenarkan setiap orang yang sudah ditentukanNya sebagai orang benar. Jika Tuhan yang membenarkan maka tidak ada lagi kuasa apapun yang dapat mengubahnya. Hanya Tuhan saja yang membenarkan dan mengadakan pembenaran kepada setiap manusia yang sesungguh-sungguhnya adalah orang yang berdosa, tidak layak, najis, tidak baik dan tidak pernah benar karena sudah diikat oleh Iblis dan pengaruhnya sejak dahulu.. kepada nenek moyang manusia.

Bagian kita adalah mensyukuri bahwa Ia membenarkan, memelihara dan memperjuangkannya dengan segenap upaya lahir-batin; dengan bergantung mutlak mempercayakan kepada pimpinan Tuhan dalam hidup ini. Melalui pencobaan, pergumulan dan tantangan yang menghiasi hidup setiap orang dengan setia dan mentaati firman/hukum-hukumNya.

Coba lagi, berupaya lagi dan usahakan lagi lebih giat. Kiranya kemurahan Tuhan menolong kita menghidupi kebenaranNya dalam hidup kita. Amin

 

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12).