Dalam dunia perdagangan;… baik perdagangan internasional, nasional berskala besar dan juga berkala kecil seperti halnya toko kecil juga warung.. ada kalanya kehilangan keuntungan dari yang seharusnya didapatkan. Sukacita bisa seolah-olah hilang dan berganti menjadi dukacita. Rasa senang bisa seolah-olah hilang dan berganti menjadi kesedihan. Fisik yang sehat bisa seolah-olah hilang dan berganti menjadi sakit. Itulah kondisi sesungguhnya selama hidup ini.. dimana kita bias mendapatkan sesuatu namun juga bias seolah-olah kehilangan sesuatu.

Berkali-kali saya menggunakan kata “seolah-olah” karena menurutku apa yang “hilang dan berganti” itu sesunguhnya dapat kita rebut kembali dan menjadi bagian kita lagi. Tidak ada yang “benar-benar” hilang dari apa yang kita dapatkan.

Asumsi-asumsi tanpa dasar yang sering menyesatkan, masa lalu yang belum hilang dari ingatan, pendapat orang-orang sekitar yang menghilangkan fokus untuk berfikir positif dan percaya bahwa Tuhan masih ada dan bersedia menolong orang-orang yang mau datang kepadanya memohon belas kasihanNya. Saya sangat percaya bahwa Tuhan ada dan tidak tinggal diam jika umatnya mengalami “seolah-olah kehilangan”.

Tuhan bekerja dengan caraNya dan kitapun harus berupaya untuk bangkit meraih itu semua dengan kegigihan serta daya juang yang optimal.

Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. – Yesaya 55:9

Image