Memulai hari dengan diawali berdoa dan dilandasi hati bersukacita merupakan hal yang sangat baik. Keluar kamar untuk segera mempersiapkan memasak untuk sarapan dan bekal yang akan dibawa. Mata ini memang masih terasa berat, namun segera beraktifitas memberikan energi yang lebih baik daripada bermalas-malasan di tempat tidur.

Kudengar juga anak-anak membuka pintu kamar mereka dan bergegas untuk bersiap dan mandi. Mikhael menuju pintu depan rumah untuk mengambil handuk biasanya. namun apa yang terjadi, tiba-tiba ia berkata “Pa… pintunya gak bisa dibuka.”… Ooops pikirku. Kusegera menuju pintu depan dan mencoba membukanya.. memang ‘slip’ sepertinya. Kucoba lagi dan tidak berhasil. Syukur ada pintu belakang, melalui samping rumah menuju pintu depan rumah. Disana kucoba lagi… menggunakan ‘tool-kid’.. juga diolesi dengan pelumas.. coba lagi.. namun tetap tidak berhasil.

20112012523-1024x768Mikhael membantu dengan memberikan petunjuk dan arahan… berkomentar hal-hal yang terjadi dari dalam rumah. “Setiap putaran ketiga sepertinya gak bisa pa.”, “cobal lagi pa.” Juga ada “Sini Pa, Mikhael yang coba dari dalam.” Ia sangat antusias mencoba membantuku. Karena waktu sudah mendekati jam 6 pagi, kuminta agar ia juga mandi, mempersiapkan dirinya dan sarapan.

Aku meneliti apa yang terjadi.. aku ke dapur mengambil pisau yang tipis seukuran celah pintu… mencoba menggeser anak kuncinya… namun tetap tidak bisa. Namun ada sedikit celah disana… kutahan dengan pisau dan pintu kutarik dan akhirnya pintu depan dapat terbuka. Kami bersukacita dan memberikan motivasi satu dengan yang lain.

Seperti halnya kunci yang rusak, sering kali kita mengalami kebuntuan karena “pintu-pintu terkunci” dan anak kunci tidak dapat menolong. Namun sesungguhnya tetap ada “celah”… meskipun hampir-hampir tidak terlihat… itulah PELUANG untuk percaya kepada Tuhan bahwa penyertaanNya itu pasti ada.. immanuel.

Tetaplah berharap kepada Tuhan. Lihatlah “celah” untuk memandang Dia dan memohon pertolongannya. Sesungguhnya Ia tahu dengan baik permasalahan-permasalahan kita dan jalan keluar ada padaNya. Tuhan punya “anak kunci” yang benar dan membuka pintu yang terkunci.

Terpujilah Tuhan