Haduh… ampe merem-melek karena menahan sakit di kaki kiri, tepatnya sekitar telunjuk kaki kiri seperti terkilir atau ada urat syaraf yang terjepit.. sakit banget!

Begini ceritanya : Sebelumnya, pagi kemarin sebelum berangkat ngantor MyCin mengingatkan agar aku tidak pake alas sepatu tambahan… nanti sakit lagi loh, katanya. Namun aku berkeras memakainya karena menurutku  masak sih bisa bikin bengkak ato sakit lagi gara-gara pake alat sepatu tambahan. Karena dengan memakai alas sepatu tambahan maka waktu nelapak ke sepatu.. kaki terasa lebih empuk dan nyaman dalam melangkah. Lalu kami berangkat ngantor bersama.

Waktu pagi berlalu… waktu siang berlalu… menjelang waktu pulang kantor, sekitar jam 16-an.. saya ada pembicaraan dengan HR mengenai  pelaksanaan rekening payroll yang akan diterapkan di kantor. Nah.. sekitar waktu itu saya mulai tidak nyaman dalam melangkah, seperti ada perubahan di kaki sebelah kiri… “hmm, jangan-jangan kejadian lagi nih” pikirku. Beberapa waktu kemudian makin terasa nyeri di kaki.. akupun makin sulit dalam melangkah, kekuatiran gejala dan akibatnya seperti di awal Maret 2013 mulai mengusik kenyamananku.

IMG-20130303-00199Dan memang… ternyata kakiku mulai ngeri dan bengkak seperti awal bulan lalu.. melangkah makin terasa nyeri-sakitnya dan mulai pincang-pincang. Pulang ke rumah naik motor dari kantor gak nyaman banget deh… khususnya waktu berhenti dimana kaki kiri turun pijak jalanan, mengangkatnya kembali ke pedal dan sewaktu pindah porsneling.  Setiba di rumah harus pulang memasukkan ke teras rumah … waouw nyeri banget.

Dalam kindisi yang demikian.. terganggu dengan ‘krodit mk’ di rumah, hhhh bikin tambah emosi. Aku langsung mandi dan segera masuk kamar. Di ruang tamu ku lihat MyCin dan anak-anak akan saat teduh.. namun aku keraskan hatiku untuk tidak bergabung dan segera tidur. Kaki terasa dan memang bengkak.. sakit waktu melangkah dan benar-benar gak nyaman laa. Sekitar jam 02 aku terbangun karena terasa sakit di kaki, aku mencoba melangkah keluar kamar dan MyCin terbangun menemaniku di ruang tamu dan mencoba berempati. Sambil menahan sakit, kubuka kotak obat dan mencari obat yang katanya menurut apoteker adalah obat mereda nyeri dan bengkak… nah ketemu dan kuminum obat itu… gak lama kemudian kembali ke kamar tuk melanjutkan tidur.

Nyut..nyut..nyut… terasa banget loh… geser kanan, geser kiri, balik kanan, balik kiri, ubah posisi kaki, kaki kiri digoyang-goyangkan.. namun gak berhasil sampe kulihat sudah jam 04 gitu deh… waduh gak bener nih. Aku duduk berdoa, kembali ke ruang tamu dan mijit-mijit kaki yang waktu disentuhpun terasa sakit… hadooh. Kucoba bangkit, ngantuk dan sakit makin terasa di kaki kiri, ke kamar anak-anak lalu tidur bareng Mikhael. Lumayan dan bisa tidur, mungkin karena dah ngantuk banget.

Paginya aku bangun dengan sakit yang masih terasa namun kupaksakan. Kuminta Kasih untuk telpon Opung Kasih boru agar ke rumah dan mengurut kakiku serta menemani Eben-kasih di rumah sewaktu kami bekerja. Syukur kepada Tuhan, mama bersedia datang..

Ngantor dengan nyeri yang lumayan berkurang setelah di urut.. yahh digodain rekan-rekan kantor gitu deh. Namun aku bersyukur nyeri dan bengkak kakiku karena alas sepatu yang tidak sesuai dan bukan karena asam urat seperti yang dikuatirkan.

So, jagalah kesehatan. Karena sehat itu mahal. Semoga sharing ini bermakna sesuatu bagi yang membacanya.