HarapanSabtu  24 Agustus 2013, kami mendengar kabar bahwa Amangboru di Bandung masuk  rumah sakit dan dirawat intensif. Kami keluarga berdoa mohon kesembuhan dari Tuhan dan kekuatan kepada keluarga. Di hari Minggunya sepulang gereja (cukup mendadak) kami putuskan berangkat ke RS Immanuel di Bandung. Perjalanan cukup lancar dan kami berkesempatan bertemu Amangboru di ruang ICU dengan peralatan medis yang memonitor kesehatannya.

Kusampaikan kepada Amangboru bahwa kami datang dan berharap agar Amangboru sembuh. Kami berdoa mohon jamahan Tuhan atas sakitnya agar disembuhkan. Kemudian pamit untuk bergantian dengan keluarga lain yang akan bertemu.

Beberapa waktu kemudian, kulihat wajah yang sedih di kedua putrinya.. mereka mendengar berita dari dokter bahwa fungsi paru-paru Amangboru tinggal 10% dan suatu mujizat jika dapat melewati malam itu. Dokter menyarankan agar keluarga ‘mempersiapkan’ segala sesuatunya dan menyarankan agar pindah ruangan yang lebih lengkap lagi peralatan kesehatan dan penunjang hidupnya. Berita itu mendukakan hati bapakku.

Meski  waktu bezuk habis, kami beranikan diri permisi kepada petugas keamanan ICU untuk sekali lagi menjenguk dan berdoa bagi Amangboru.

Didalam ruangan, kami kembali bertemu dan (PUJI TUHAN) Amangboru terlihat lebih sehat. Lebih lancar berespon dan bicara. Kami sampaikan akan kembali ke Jakarta dan sebelumnya akan mampir ke rumahnya sekalian bertemu Namboru yang juga kurang sehat. Kami berdoa, mohon kemurahan kesehatan dari Tuhan dan damai sejahtera kepada keluarga dari Amangboru. Amin.

Sebelum berpisah di RS dengan ke-2 putri, kusampaikan penghiburan dan kekuatan agar mereka terus beriman untuk mujizat kesembuhan papanya serta damai sejahtera Tuhan Yesus dalam pengharapan mereka.

Setiba di rumah Amangboru, kami disambut hangat Namboru dan bahkan dijamu makan malam sebelum kembali ke Jakarta. Setelah bercerita-cerita, sekali lagi kami berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan Amangboru, Namboru serta pertolongan dari Tuhan atas seluruh keluarga.

Singkat cerita, PUJI TUHAN… menurut Bobby yang bezuk ke RS, bahwa Amangboru lebih sehat dan segar. Mujizat Tuhan terjadi bahwa Amangboru bisa melewati malam kemarin yang dinyatakan oleh dokter bahwa itu kecil sekali kemungkinan hidupnya… terlebih jika tidak menggunakan peralatan kesehatan dan kehidupan yang lebih modern. Kutelpon putrinya dan sampaikan kekuatan agar tetap beriman dan harap kepada Tuhan, itu yang terutama, sambil menjaga kesehatan.

Hari ini, Selasa 27/8/2013 kudapat berita bahwa Amangboru kembali kritis. Kesadarannya sangat menurun, monitor jantung hampir-hampir tidak dapat mendeteksi detak jantungnya dan keluarga sudah berkumpul.

Sekali lagi aku berdoa, Jika Tuhan berkenan menyembuhkan.. Mohon sembuhkan dan berikan kesempatan memperbaharui hidupnya di dalam Tuhan dan keluarga. Jika Tuhan berkehendak lain.. Ampunilah dosanya dan berikan kekuatan dan damai sejahtera kepada keluarga. Amin

 

“apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka”  Wahyu 3:7