Kemaren saya hendak menceritakan hal ini, namun lambatpun menuliskannya ternyata karena ada hal yang lebih hasil akhirnya. Begini ceritanya…

Dua malam lalu aku amat terganggu dengan sakuran pembuangan yang mampat. Biasanya ya hanya disiramkan dengan air lebih banyak sudah lancar. Atau dengan menggunakan ‘obat anti sumbat’ didiamkan beberapa waktu kemudia disiram dan sumbatan berhasil lancar kembali. Namun yang ini… hhhh bikin eneg, kepikiran karena anak-anak di rumah.. maka mau tidak mau harus diselesaikan. Kuupayakan standar penyelesaian sumbatan yaitu dengan menyiramkan lebih banyak air di bantu ‘coop’… eh malah sepertinya makin mampet dan resapan tidak secepat biasanya. Kucoba lagi dan kucoba lagi, hadoh.. gak terselesaikan malam itu.

Kemaren sore Mikhael telpon dan komplain karena ‘gak nyaman’ melihat pembuangan yang tersumbat sedangkan ia akan menge-pel lantai dan biasanya mengambil air dari kamar mandi itu. Kusampaikan tolong ambil air dari kamar mandi ruangan sebelah. Ya.. dengan sedikit ngedumel ia tetap lakukan hal itu (anak baik dan rajin).

Kepikiran knapa yaa ?? Apakah karena septic-tank sudah penuh? Apakah terdapat sampah yang tidak biasa dan menyumbat saluran pembuangan tersebut? Dengan menggunakan ‘coop’ ada rembesan dari lantai disekitar wc, berarti ada runtuhan/ kerusakan pondasi dari wc ?

Dua malam yang lalu sampai-sampai aku tidak nyaman untuk makan malam dan yaaaa gak makan malam dan paginya terasa lapar banget. Bersyukur kamar mandi di rumah kami ada 2 buah… satu bermasalah masih ada satu lagi yang berfungsi baik dan lancar. Sehingga keluarga dapat ‘beraktifitas’ bersih-bersih di kamar mandi tersebut.

Semalam pulang kantor kembali lagi kuupayakan.. menggunakan coop dan siram banyak namun tidak berhasil. Kucoba cari dibeberapa toko anti sumbat yang biasa dipakai… namun tidak ada. Hadoh.. kembali kerumah dan coba lagi.. coba lagi namun gagal. Kusampaikan kepada istri untuk ke toko yang lebih besar lagi.. aku mengantar dan menunggu di jalan sedangkan ia masuk toko dan membelinya. Ditambah lagi waktunya mepet, jam menunjukkan 21:10 WIB dan biasanya tutup 21:30an. Namun sepertinya ia tidak setuju dengan usulan tersebut dan akhirnya kami sepakati bahwa kami berangkat bersama lalu saya yang masuk toko untuk membelinya sedangkan ia menunggu motor di jalan. Dan syukur tokonya blom tutup, segera kuambil anti sumbat tersebut dan segera ke kasir yang kosong… berlari kecil menuju motor dan pulang.

Setiba di rumah kuupayakan lagi sesuai petunjuk pemakaian.. taburkan secukupnya, siram sedikit dan diamkan… masih sama, tidak berjasil. Ditambahkan pake coop tetap tidak berhasil, malahan semakin berwarna dan kental. Tabur lebih banyak… siram perlahan; diulangi beberapa kali sampai akhirnya ‘ya udah deh, tidur dan berharap besok berhasil”. Tadi pagi kucoba lagi.. coba lagi sampai hampir waktu berangkat ngantor sambil berharap berhasil. Dan…… akhirnya berhasil !!! Saluran yang tersumbat dapat bersih kembali dan lancar. Saya sangat senang karena upaya 3 hari 2 malam berhasil. Dilanjutkan dengan bersih-bersih, siramkan sabun lalu sikat lantai. Siramkan baygon cair dan siramkan air sedikit untuk menyegarkan udara dalam wc.

Melalui hal tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Saluran yang tersumbat akan menyusahkan diri sendiri dan orang lain, maka uapayakan semaksimal mungkin agar saluran yang tersumbat menjadi lancar.
  • Terjadi sumbatan adalah karena ada sesuatu yang menghalangi/menyumbat saluran, entah apapun itu… maka perhatikan sebelum terjadi saluranyang tersumbat.
  • Bersihkan sekitar, mungkin ada sisa-sisa tindakan dalam untuk memperbaiki sumbatan dan menjaga kebersihan lebih baik lagi agar tidak ada hal yang menyumbat saluran tersebut.
  • Selan membersihkan fisik, lakukan juga menyegarkan aroma yang tidak enak dengan menggunakan kpas angina untuk membuang aroma yang tidak enak dan semprotkan aroma penyegar jika perlu.

Syukur deh dah lancar.