Shalom,

 

SAM_2484Tak terasa cukup lama blog ini tidak diisi dengan tulisan yang baru. Tentu ada banyak hal yang telah terjadi dan saya pikir cukup layak disharingkan bagi para pembacanya, dengan harapan apa yang tertulis dapat memberikan cara pandang yang baru dan memberkati.

Akhir-akhir ini, ada hal yang menarik kuperhatikan dari apa yang dilakukan oleh Eben. Entah darimana ia mempelajari atau menirunya, namun hal itu cukup baik untuk ditiru oleh orang dewasa sekalipun yaitu “Enggak Mau Ngomong”.

 

Siklus kehidupan dari pagi, siang, sore hingga malam… tentu terisi dengan peristiwa-peristiwa yang bisa saja mempengaruhi kita. Awalnya bergembira dan bermain dengan sorak-sorak.. namun ternyata itu ada jangka waktunya. Disana ada waktu jenuh dimana kualitas kegembiraan yang penuh dengan sorak menjadi kekecewaan yang bisa jadi menimbulkan teriakan yang tidak berguna sebagai bentuk titik balik dari gembira serta sorak di atas.

Dimana emosional mulai terusik.. kenyamanan yang awalnya begitu intim berubah menjadi gangguan. Wajah ceria menjadi muram. Hati sukacita menjadi kecewa. Suara yang bersorak gembira menjadi teriakan kekecewaan.

Jika hal itu terjadi apa yang akan kita lakukan? Eben memberikan contoh yang baik… ketika ia mulai jenuh dan tidak nyaman ia berkata “Eben nggak mau ngomong !” dan membalikkan badan.

Nah cara terbaik agar ’titik balik’ yang berpengaruh negatif itu merasuki diri kita kuncinya adalah berdiam diri. Tidak mengucapkan apa-apa.. tidak ada kalimat kecewa, tidak ada kalimat makian, tidak ada teriakan yang tidak berguna yang semata-mata ingin memuaskan ketidak nyamanan kita atas peristiwa yang sedang terjadi. Ya.. diam saja dan membiarkan orang lain tahu bahwa kita sedang berusaha berdiam diri.

Selanjutnya juga membalikkan badan dalam arti mengalihkan perhatian kita, mengupayakan untuk tidak melihat orang yang mengganggu, dari situasi kondisi yang sedang tidak kondusif dan itu cukup mujarap. Knapa? Dibandingkan saya terus berhadapan malah bisa memancing emosional lebih, ditambah lagi kondisi yang malah dapat mendorong tindakan destruktif… umpama ‘api kecil disiram dengan bahan bakar minyak’ … lebih baik mengalihkan kepada hal lain.

 

Aku bersyukur untuk pelajaran ini. Kiranya Tuhan terus memakai Eben menjadi berkat dimanapun ia ada dan melaluinya nama Tuhan yang dipermuliakan.

“setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, i  dan juga lambat untuk marah.” Yakobus 1:19