Budaya kekeluargaan di Indonesia sangat erat sekali, terlebih khusunya menjelang dan puncak hari raya keagamaan. Sehingga diwaktu-waktu tersebut banyak sekali masyarakat yang pulang ke kampung halaman keluarga mereka masing-masing, baik kampong halaman pihak pria atau wanita dan juga pihak keduanya. Hal ini menjadi tradisi rutin yang disebut juga mudik.

Persiapan menjelang mudik bisa berupa membuat jadwal kegiatan, memesan tiket atau transportasi yang akan digunakan, mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan, mempersiapkan kesehatan dan juga keuangan tentunya. Memperhatikan perkembangan informasi terkait mudik melalui media massa dan elektronik. Service kendaraan yang akan dipergunakan, mempersiapkan peta perjalanan dan GPS aplikasi jika diperlukan.

Dengan kerinduan yang besar untuk mudik… hal ini dipersipkan dengan sebaik-baiknya untuk menghindari segala kemungkinan yang dapat mengganggu atau menghalangi rencana serta kegiatan pulang kampung halaman.

togaSayapun demikian, sudah lama sekali tidak pulang kampung… saya rindu melihat dan menikmati kampung halaman di dunia ini, yaitu Desa Sosorbulu, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir-Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara. Di sana ada rumah adat keluarga dan rumah dimana orang tuaku dilahirkan, keluarga-keluarga terdekat, keindahan alam dan tentu yang tidak boleh diabaikan yaitu mandi di Danau Toba.

Namun… jauh lebih rindu saya pulang ke kampung halaman yang rohani yaitu kembali ke Firdaus, Sorga yang kekal… karena disana ada Tuhan Yesus Kristus yang adalah Juru Selamat dan Pemilik hidupku. Disana ada sukacita dan damai sejahtera yang melimpah. Tidak ada kesusahan, sakit, stress, … pokoknya segala hal yang demikian menyulitkan tidak ada di sana. Tidak ada air mata kesedihan, tidak ada kesusahan, dukacita… tidak ada!. Kedamaian dan sukacita yang ada jauh melebihi apa yang dunia ini bisa berikan, termasuk yang dapat diberikan oleh orang-orang yang mengasihi saya.

Saya rindu pulang ke rumah Bapa.

Ya Tuhan… jika aku masih ada di dunia ini, tentu karena ada tugas yang belum kuselesaikan dan harus kukerjakan dengan segenap hati dan penuh tanggung jawab; kepada Tuhan, kepada dunia dan masyarakat, kepada keluarga dan kepada diri sendiri.

 

Pulang kampung halaman di dunia saja sangat menyenangkan dan membahagiakan… lebih lagi pulang kampung ke Sorga yang kekal tentu lebih sangat menyenangkan dan membahagiakan. Maka mari kita persiapkan dengan sebaik-baiknya.