Secara umum di dalam sebuah pesta terdapat berbagai kemeriahan yang mewakili sukacita dari penyelenggara pesta dan juga pengunjungnya. Kemeriahan tersebut berupa ornament yang semarak, musik-lagu yang terlantun dengan indah, pengunjung yang saling bicara dengan gembira dan sajian makanan-minuman yang beragam dan berlimpah.

Pepatah berkata “tak ada gading yang tak retak” artinya tidak ada suatupun sempurna sekali.. disana jika perhatikan dengan lebih seksama akan ditemukan hal hal yang ‘kurang pas’; mungkin dekorasinya yang tidak tepat terpasang, sound yang kadang melengking atau tersetting kurang pas, dan beberapa hal lainnya.

Banyak pesta terselenggara dan diupayakan dengan sebaik-baiknya menggunakan jasa Event Organizer yang berupaya mempersiapkan sebaik-baiknya terselenggara pesta tersebut.. namun tetap saja ada yang kurang sempurna.

Menurutkupun kehidupan setiap orang dapat diibaratkan dengan sebuah pesta… dimana disana diisi dengan kegembiraan, sukacita, sorak-sorai dan banyak hal baik lainnya yang menghiasi kehidupannya. Namun diantara hal baik itu… ada kalanya kesedihan, kesendirian, tantangan dan perjuangan keras turut mengisi pesta kehidupan tersebut.

Lalu dalam hal ini kita akan melihat bersama bahwa sesungguhnya pesta kehidupan atau kegembiraan yang kita nikmati ini bukan karena kesiapan kita saja mengupayakan sebaik-baiknya, namun ada pihak lain yang sangat berperan mendukung kita. Siapakah mereka, mari kita memperhatikannya dari kontek Yohanes 2:1-10.

Singkat cerita dalam perkawinan di Kana yang berlangsung meriah tersebut didapati bahwa mereka kehabisan anggur.. jika pada waktunya anggur habis maka kemerihan pesta akan berakhir, atau bahkan bisa terjadi kekecewaan dalam pesta tersebut. Dalam perikop ini kita akan menemukan ada pihak lain yang bisa saja tidak terhitung dalam kepanitiaan atau bahkan bisa juga tidak dianggap penting; yaitu:

1. Ada pribadi yang memperhatikan dan memberi instruksi

  • Ayat 3 “Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Bersyukur sekali ada seorang yang memperhatikan bahwa di dalam pesta tersebut mereka kekurangan anggur. Anggur merupakan suatu kewajiban di pesta perkawinan orang Yahudi. Bagi mereka, anggur melambangkan dan membangkitkan rasa sukacita (Amos 9:13, Hosea 14:7).
  • Mari syukuri bahwa ada orang-orang yang memperhatikan kita, baik itu juga kekurangan kita.. mereka mengingatkan dan mendoakan kita. Banyak kali orang tidak suka diperhatikan kekurangannya… namun dalam hal ini kita belajar untuk terbuka di koreksi untuk sesuatu yang lebih baik

2. Ada pribadi yang tanggap mengerjakan instruksi

  • Ayat 7-8 “Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu merekapun membawanya” Bersyukur juga ada orang-orang yang menanggapi, dalam hal ini Yesus dan pelayan pesta lainnya yang tanggap terhadap instruk dan melaksanakannya sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing.
  • Mari kita mensyukuri bahwa ada orang-orang yang tidak hanya berdoa bagi kita.. mereka juga mengerjakan sesuatu yang nyata dalam kehidupan kita.. bahkan mereka mengerjakan tugas lain demi kita diluar “jobdesc” mereka.
  • Mari kita optimal dalam menanggapi kebutuhan-kebutuhan yang sedang terjadi disekitar kita, baik itu kebutuhan material terlebih lagi kebutuhan kerohanian

3. Ada pribadi yang menikmati/terberkati pelayanan yang sedang dikerjakan

  • Ayat 9-10 “Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”” Bersyukur juga bahwa pengunjung/undangan dalam pesta tersebut menikmati pelayanan yang dikerjakan… tanpa tahu bahwa ada permasalahan yang sudah terselesaikan oleh orang-orang lain.
  • Mari juga kita mensyukuri dan berdoa bahwa pelayanan yang sdang kita kerjakan itu memberkati dan dinikmati oleh orang-orang lain.

Jika kembali dengan bahwa kehidupan diibaratkan dengan pesta… mari lebih menyadari bahwa segala sesuatu yang terlaksana itu juga campur tangan orang-orang yang bahkan mungkin tidak kita kenal dengan baik, mereka mendukung dan mengupayakan agar kehidupan kita berjalan dengan baik. Jika kita dapat melayani dengan baik itu karena ada orang lain yang setia mendukung dan mendoakan kita dengan setia. Lakukan juga hal yang sama yaitu dengan mendukung dan mendoakan kehidupan orang-orang lain agar merekapun menikmati pesta kehidupannya.

Semoga memberikan inspirasi baru untuk lebih baik lagi. Kesempurnaan dapat terjadi oleh karena peran aktif orang lain, bukan hanya kemampuan diri sendiri.